Tiga Fenomena Misteri Bencana Longsor di Banjarnegara

klg asli

berhasil
Fenomena Misteri kejadian aneh Longsor di Banjarnegara

Fenomena Misteri Longsor Banjarnegara - Bencana longsor yang terjadi di Dusun Jemblung Desa Sampang, Banjarnegara, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu ditandai dengan beberapa fenomena yang tidak biasa.

Pencarian korban bencana longsor maut Dusun Jemblung, Desa Sampang, Karangkobar, Banjarnegara, resmi dihentikan hari Selasa (23/12). Dalam sepekan sejak kejadian pada 12 Desember lalu, terdapat beberapa kisah misteri saat bencana longsor yang terjadi di Banjarnegara itu. Berikut wartainfo.com rangkum Tiga fenomena misteri Longsor di Banjarnegara:

1. Misteri Munculnya Ribuan Ikan Lele Sebelum Bencana Longsor terjadi

Foto gambar Misteri Ribuan Lele sebelum Longsor Banjarnegara

Dilansir dari viva, Warga sekitar lokasi mengaku menemukan ribuan lele di aliran sungai yang membelah Dusun Jemblung. Salah seorang warga mengatakan melihat lele dalam jumlah sangat banyak di aliran sungai. "Itu ikannya melimpah-limpah. Tidak cukup satu ember. Padahal biasanya kalau mancing, susah bukan main. Namun entah kenapa, pada siang sampai sore, banyak sekali ikan lele di aliran sungai," tutur Kepala Desa Kalibening, Khodim.

Dugaan warga, ribuan lele itu berasal dari wilayah lain. Yakni di atas bukit di mana terdapat kolam berdiameter 30 meter yang dijuluki Telaga Lele. "Telaga itu sudah ada sejak dulu. Dinamakan Telaga Lele, karena dulunya memang banyak lele.

"Warga memperkirakan munculnya ratusan lele ini karena ikut aliran air dari telaga yang turun ke bawah dusun," kata Khodim.

"Bayangkan saja kata mereka yang dapat lele itu, dari mulai pukul 12.00-17.00, lelenya tak habis-habis. Tapi ini baru kepikiran usai bencana, kenapa muncul lele secara tiba-tiba dalam jumlah banyak di desa itu," pungkasnya. 

2. Jenazah Utuh Bersih serta Wangi Ibu dan Anak yang Saling Berpelukan

Foto gambar Misteri Mayat Ibu dan Anak berpelukan Korban Longsor Banjarnegara

Tim SAR menemukan jenazah seorang ibu dengan keadaan memeluk anaknya. Keduanya dalam keadaan yang sudah meninggal dunia. Para petugas dikabarkan meneteskan air mata saat melakukan penggalian mengangkat kedua jenazah tersebut. Jenazah itu bernama Klimah dan Diana. Mereka adalah ibu dan anak yang ditemukan lima hari setelah longsor. Jasad keduanya masih sangat utuh dan bersih. Bau wewangian khas bunga melati semerbak saat pemakaman ibu dan anak itu.

"Itu dikuburkan kemarin sore. Saya heran sekali, jasadnya nggak bau, badan utuh, tidak ada bercak darah, padahal tertimpa reruntuhan," ujar Iwan, sesekali mengucapkan kalimat istighfar.

Karena melihat keistimewaan jenazah keduanya, Iwan sengaja meminta agar kedua korban dikuburkan dalam satu liang lahat.

"Ini adalah keajaiban Tuhan. Padahal yang lain kondisi tubuhnya banyak yang tidak utuh dan menyengat. Tapi penguburan ibu anak ini, saya bahkan tak pakai masker," kata Iwan. Menurutnya, dalam satu lubang makam, biasanya ditempatkan dua atau maksimal empat jenazah. Kemudian makam itu akan ditandai dengan nisan sederhana dari kayu balok bertulis nama-nama jenazah. (wartainfo.com)

3. Bau Wangi dari Mayat Korban Longsor

Foto gambar Misteri Mayat bau wangi Korban Longsor Banjarnegara

Pemakaman massal korban longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyimpan sejumlah misteri. Puluhan jenazah dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Aliyan, Karangkobar. Ada peristiwa tak biasa saat pemakaman dilakukan. Peristiwa itu dialami Iwan Suwandi (45 tahun), warga Dusun Aliyan, Desa Ambal.

Sebagai koordinator pemakaman korban longsor, Iwan mengetahui detail satu demi satu jenazah yang dikuburkan sejak empat hari lalu. Mulai dari keanehan jenazah tanpa kepala, kehilangan kaki dan tangan, hingga bau menyengat jenazah saat dimasukkan ke liang lahat.

Dari puluhan korban yang telah dikuburkan, ada dua pemakaman jenazah yang sampai sekarang menjadi tanda tanya dan misteri baginya. Keanehan itu terjadi tatkala Iwan menguburkan jenazah bernama Burham (50 tahun) dan Ahmad Fauzi (30 tahun) pada Senin, 14 Desember 2014. Jenazah yang ditemukan pada evakuasi hari ketiga itu, kata Iwan, mengeluarkan bau yang berbeda dibanding jenazah lain. Meski kondisi tubuhnya telah hancur tertimpa timbunan tanah sejak Jumat pekan lalu.

"Dikuburkan di liang bersebelahan, tapi baunya sama, bukan bau obat tapi wangi menyengat seperti bunga," kata Iwan sambil menunjuk dua gundukan tanah yang merupakan makam kedua korban. (wartainfo.com)

Category: Misteri Mistis MitosTags:
Jayabet