9 Berita Sains Terbaru Menarik Paling Populer di Tahun 2014

klg asli

berhasil
Berita Sains Menarik Penemuan Terbaru paling Terpopuler Sepanjang tahun 2014

Berita Sains Populer di Tahun 2014 - Peristiwa dan temuan seputar dunia sains memang kerap menarik perhatian pembaca. Sepanjang tahun 2014, temuan arkeologi dan antariksa membetot perhatian publik. Seperti pengungkapan misteri kapal Nabi Nuh, serta ancaman asteroid menarik perhatian khalayak.

Di antara dua topik itu, fenomena alam misanya gerhana dan letusan gunung berapi dilihat dari antariksa juga tak kalah seru. Berikut wartainfo.com tampilkan Sembilan Berita sains Terbaru paling terpopuler sepanjang tahun 2014 yang Menarik untuk di simak:

1. Kedahsyatan Kapal Nabi Nuh Menurut Studi Fisika

gambar Ilustrasi Kapal Nabi Nuh berita Sains Terbaru Dunia Menarik Terpopuler 2014

Kisah Nabi Nuh bersama umatnya mengarungi banjir besar di masa lalu telah tertulis dalam kitab suci. Cerita itu menjadi pelajaran moral. Namun bagi empat mahasiswa Fisika Universitas Leicester, Inggris, kisah kapal Nabi Nuh itu sungguh membuat penasaran.

Daily Mail, Jumat 4 April 2014, melansir bahwa Oliver Youle, Katie Raymer, Benjamin Jordan, dan Thomas Morris kemudian meneliti struktur kapal Nabi Nuh sesuai naskah kuno pada kitab Injil. Keempat mahasiswa itu mengkaji sisi fisika bahtera Nabi Nuh.

Menurut naskah kuno, kapal Nabi Nuh memiliki dimesi yang tepat, dengan panjang 300 hasta atau setara 137,1 meter, lebar 50 hasta atau 22,86 meter, dan tinggi 30 hasta atau 13,7 meter. Dimensi kapal itu didesain untuk bertahan dari terjangan banjir besar.

Studi keempat mahasiswa tersebut membuktikan, ukuran yang disampaikan dalam kitab suci cukup cocok untuk mengarungi banjir. “Kami tak berpikir Alkitab menjadi sumber informasi yang akurat secara ilmiah. Jadi kami cukup terkejut saat kami berhasil. Kami tak membuktikan bahwa hal itu benar, tapi konsep itu (kapal Nabi Nuh) pasti akan berhasil,” kata Morris.

Kelompok mahasiswa itu mendasarkan perhitungan mereka pada sebuah buku, The Genesis Flood karya Dr Morris dan Dr Whitbomb. Buku itu menunjukkan bahwa bahtera Nuh mampu menyimpan sekitar 35 ribu spesies.

Sementara perhitungan empat mahasiswa Universitas Leicester tersebut menyebutkan, kapal Nuh bisa memuat 2,15 juta domba tanpa tenggelam terseret banjir besar. Dengan modal dimensi tersebut, menurut Morris cs, nyatanya daya apung kapal Nabi Nuh mendukung untuk bertahan dari terjangan banjir meski disesaki banyak binatang.

Dengan demikian, dimensi kapal dalam kitab suci tepat alias memungkinkan Nabi Nuh dan umatnya untuk dapat mengapung bersama dengan semua binatang yang mereka bawa. Temuan keempat mahasiswa itu telah dipaparkan dalam makalah untuk Jurnal Fisika Departemen Fisika dan Astronomi Universitas Leicester. (wartainfo.com)

2. Asteroid Besar Hantam Bumi pada 21 Maret 2014?

gambar Asteroid hantam bumi berita Sains Terbaru Dunia Menarik Terpopuler tahun 2014

Dunia digemparkan dengan kabar mengerikan seputar asteroid 2014 lalu, tepatnya 21 Maret 2014, sebongkah asteroid besar bernama 2003 QQ47 diramalkan akan berbenturan dengan Bumi. Kabar ini langsung menyebar cepat di media sosial, tak terkecuali Twitter, Facebook, Path, dan semacamnya. Membutuhkan waktu tiga bulan untuk memastikan bahwa asteroid itu ternyata tidak berbahaya.

Dilansir Slate, asteroid besar 2003 QQ47 memang ada. Namun, tidak akan meluluhlantakkan Bumi beserta isinya pekan depan, atau bahkan setidaknya satu abad. Faktanya, asteroid tersebut akan melintasi langit Bumi dengan tenang pada 26 Maret 2014. Jaraknya kurang lebih 19 juta kilometer dari Bumi, atau 50 kali lebih jauh dari jarak Bumi-Bulan. Tidak berbahaya, bukan?

Beberapa waktu lalu, Daily Mail sempat mengabarkan bahwa asteroid yang ditemukan pertama kali pada 2003, sekitar 11 tahun lalu itu, berpotensi untuk menabrak Bumi sekitar Agustus 2014. Namun, pada September 2003, observasi baru justru mengatakan asteroid akan datang lebih cepat, yakni sekitar Maret 2014.

Namun, fakta itu telah dibantah langsung oleh NASA. Dampak asteroid memang luar biasa dahsyat dan menakutkan banyak orang. Tak heran, jika rumor seperti ini menyebar seperti virus mematikan. (wartainfo.com)

3. Mengapa Mumi Firaun Tutankhamun Ditemukan dengan Penis Berdiri?

Foto gambar Mumi Firaun berita Sains Terbaru Dunia Menarik Terpopuler tahun 2014

Mumi Firaun Mesir paling terkenal di dunia, Raja Tutankhamun, ditemukan terkubur dengan kondisi penis berdiri 90 derajat. Temuan itu telah membantu peneliti menemukan revolusi religius yang dimulai oleh ayahnya. Menurut ahli sejarah Mesir Kuno dari American University di kairo, Salima Ikram, cara penguburan yang tidak biasa itu dari Raja Tutankhamun atau dikenal sebagai Raja Tut adalah upaya untuk membuatnya tampil sebagai Osiris -dewa maut atau akhirat.

"Juga merupakan upaya untuk melawan Raja Akhenaten yang merupakan ayah dari Raja Tutankhamun, yang mendirikan sebuah agama monoteistik -dari memuja banyak dewa menjadi satu dewa," kata Ikram, dilansir laman Independent, Sabtu 4 Januari 2014.

Dia menambahkan, Raja Tut tidak setuju dengan agama baru ayahnya. Ketika Tut dinobatkan menjadi firaun di usia 10 tahun pada 1333 Sebelum Masehi (SM). Dia langsung memerintah selama sembilan tahun di masa-masa penting dalam sejarah Mesir Kuno, sebelum meninggal pada umur 19 tahun.

"Di masa pemerintahannya, Raja Tut melakukan perubahan dengan kembali ke agama Mesir sebelumnya yang menyembah berbagai dewa," ujar Ikram. Dia juga menyampaikan, penis yang sedang ereksi itu menunjukkan bahwa Raja Tut adalah seorang Osiris. Karena, sejauh ini belum pernah ditemukan mumi dengan kondisi seperti itu.

"Temuan ini diperkuat dengan temuan mumi Raja Tut yang dipenuhi dengan minyak berwarna hitam. Kondisi balutan tubuh berwarna hitam itu menggambarkan bahwa dirinya adalah Osiris si penguasa Mesir kuno," jelas Ikram.

Bukan hanya Ikram yang menyatakan Raja Tut adalah sebagai Osiris. Ahli sejarah Mesir kuno lainnya, Howard Carter, yang pertama kali menemukan makam Raja Tut, juga berpendapat bahwa Raja Tut adalah sosok Osiris.

"Raja Tut memang ditampilkan sebagai osiris. Itu diketahui dari bentuk makamnya," ujar Ikram. Hasil rinci dari penelitian ini telah diterbitkan di Jurnal Etudes et Travaux.(wartainfo.com)

4. Misteri Pembangunan Piramida Mesir Terungkap!

Foto gambar Piramida Mesir berita Sains Terbaru Dunia Menarik Terpopuler tahun 2014

Melihat bangunan Piramida Mesir yang sangat besar mengundang tanya bagaimana cara masyarakat Mesir kuno membangun bangunan itu. Terpikir butuh waktu sangat lama dan menggunakan teknologi yang rumit. Peneliti University of Amsterdam, Belanda, menguak teka-teki itu. Ternyata, orang Mesir kuno mengandalkan kunci sederhana, pasir basah, guna mengangkut patung dan blok batu besar untuk melewati padang pasir luas.

Seperti ditulis Daily Mail, Jumat 2 Mei 2014, peneliti menduga kuat untuk mengangkut patung dan blok batu itu, masyarakat Mesir memanfaatkan kereta luncur dengan pasir di depan kereta yang direndam dalam keadaan basah. Cara ini dipandang memudahkan pengangkutan beban tersebut.

Guna menguji teori ini, peneliti mendemonstrasikan skema di laboratorium. Percobaan menunjukkan kelembaban pasir menentukan keberhasilan pengangkutan. Sebab kelembaban yang tepat bisa membagi kekuatan menarik yang diperlukan.

Untuk menaruh air dalam pasir, peneliti mempertimbangkan antara kekuatan tarikan dan kekakuan pasir. Nah, peneliti menggunakan rheometer guna menentukan kekakuan pasir. Pengukuran ini untuk menunjukkan berapa daya yang dibutuhkan untuk menjinakkan volume pasir. Hasil percobaan menunjukkan kekuatan tarikan yang diperlukan menurun sebanding dengan kekakuan pasir.

"Kehadiran sejumlah air yang tepat, gurun pasir basah merupakan sekitar dua kali sekuat pasir kering," kata tim peneliti.

Skema penggunaan air pada pasir memudahkan kereta luncur berjalan, mengingat tak ada tumpukan pasir yang menghambat seperti pada kasus pasir kering. Teori peneliti ini diperkuat dengan lukisan pada dinding makam Djehutihotep, yang menggambarkan trik pengangkutan patung dan blok batu besar. Lukisan persis seperti percobaan yang dilakukan peneliti.

"Lukisan dinding di makam Djehutihotep jelas menunjukkan seseorang berdiri di depan kereta luncur yang ditarik dan menuangkan air di atas pasir yang berada di depan kereta," ujar peneliti. (wartainfo.com)

5. Hari Ini, Gerhana Bulan 'Merah Darah'  Terlihat di Indonesia

Foto gambar Gerhana Bulan Merah darah berita Sains Terbaru Dunia Menarik Terpopuler tahun 2014

Gerhana Bulan akan melewati sebagian wilayah Indonesia pada hari ini. Gerhana Bulan ini akan tampak lebih merah atau masyarakat luas mengenalnya merah darah (blood moon). Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan penampakan gerhana bulan yang merah itu terkait dengan kualitas atmosfer Bumi yang dalam kondisi bagus.

Thomas menegaskan istilah merah darah itu bukan istilah yang dikenal dalam astronomi, sebutan itu hanyalah penamaan dari masyarakat.

"Itu efek hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi, ini biasa. Gerhana Bulan yang semula berwarna kuning karena ada hamburan itu sehingga jadi merah," jelas Thomas, Selasa 15 April 2014.

Gerhana Bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus. Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Dia menambahkan, gerhana ini secara maksimal hanya teramati di wilayah Pasifik dan Amerika saja. Untuk wilayah Indonesia, kata Thomas, hanya wilayah bagian timur yang dapat menikmati gerhana merah darah itu.

"Wilayah Papua dan sekitarnya dapat melihat mengamati mulai Bulan terbit sampai akhir gerhana. Gerhana terjadi siang sampai sore saja, mulai 12.58 hingga 16.33 WIB atau 14.58 hingga 18.33 WIT," ujar dia.

Mengingat terjadi pada siang sampai sore hari, pemandangan mata telanjang tak akan begitu maksimal untuk melihat merah gerhana.  Untuk besarnya penampakan Bulan, menurutnya juga akan normal jika dilihat dengan mata telanjang. Lain halnya jika menggunakan bantuan teleskop, bisa saja teramati lebih besar atau kecil.

Untuk malam harinya, imbuh Thomas, penampakan Bulan akan biasa saja, normal.  Bagi masyarakat luas, dia menyarankan bisa memantau penampakan gerhana Bulan melalui streaming internet. Anda bisa melihatnya pada layanan streaming pada laman Slooh. (5 Mitos Mistis Gerhana "Bulan Purnama Merah" di Belahan Dunia)

6. Foto Penampakan Letusan Gunung Kelud Dilihat dari Angkasa

Foto gambar Letusan Gunung Kelud berita Sains Terbaru Dunia Menarik Terpopuler tahun 2014

Letusan Gunung Kelud pada Kamis malam, 13 Februari 2014 lalu berhasil dipotret satelit milik Badan Ruang Angkasa Amerika Serikat (NASA). Dilansir earthobservatory.nasa.gov, satelit pertama mendeteksi letusan pada pukul 23.09 WIB. Pada pukul 00.30 WIB, satelit memperoleh gambar abu vulkanik menyerupai jamur membumbung tinggi ke langit.

Empat puluh menit kemudian, tepatnya pukul 01.10 WIB, Cloud Aerosol Lidar and Infrared Pathfinder Satellite Observation (CALIPSO) berada di atas bumbungan material Gunung Kelud itu.

Kemudian teknologi laser yang bernama CALIOP melakukan pengukuran awan dan partikel lain di atmosfer. Berdasarkan pengukuran itu diketahui lontaran abu vulkanik setinggi 20 kilometer, dengan diameter mencapai hampir 30 kilometer.

Usai letusan, NASA berhasil merekam gumpalan abu melayang ke arah barat Pulau Jawa dan Samudera Hindia. Ketinggian dan penyebaran abu vulkanik menimbulkan masalah bagi pesawat terbang, karena dapat merusak mesin. Tujuh bandara di Jawa Tengah dan Jawa Timur terpaksa ditutup. Lebih dari 200 ribu orang yang berada 10 kilometer dari sekitar gunung berapi dievakuasi. (wartainfo.com)

7. Lintah Menelan Cacing Bulat-bulat di Kalimantan

Foto gambar Lintah telan cacing di kalimantan di tahun 2014

Lintah biasanya menghisap darah. Di pedalaman hutan Kalimantan, ada sebuah lintah besar berwarna merah yang bisa menelan mangsanya hidup-hidup. Hal ini digambarkan dalam sebuah video yang diproduksi BBC yang bertajuk 'Wonders of the Monsoon'. Dalam video tersebut, lintah besar berwarna merah itu melumat cacing berwarna biru, mirip dengan ular yang memangsa korbannya.

Mahluk ini tergolong baru dalam dunia ilmu pengetahuan sehingga belum ada nama untuk mewakilinya. Namun penduduk di Gunung Kinabalu mengenalnya sebagai Lintah Merah Besar. Lintah merah ini tergolong sebagai yang terbesar di dunia. Spesimen yang tertangkap kamera memiliki panjang sekitar 30 sentimeter. Namun para ahli percaya jika lintah ini bisa tumbuh lebih besar lagi.

Saking telah tumbuh besar, lintah merah ini tidak lagi bisa bertahan hidup hanya dengan menghisap darah. Mereka memakan cacing biru besar dan menelannya seperti manusia memakan mi instan. Cacing yang dimakannya bisa lebih panjang, sekitar 78 sentimeter.

Sebelum menemukan korbannya, lintah mendeteksi keberadaan cacing dengan cara mengendus. Dia berdiam sebentar, mengamati dan akan menelan cacing dengan cepat. Saat memakan, mulut lintah menganga dan langsung menyedot seluruh tubuh cacing biru itu.

"Seolah-olah lintah berpikir terlebih dahulu sebelum memangsa korbannya, di mana sisi akhir tubuh cacing yang  akan dimangsa. Mereka juga mengukur, apakah korbannya terlalu besar untuk dimakan atau tidak. Saat jawaban sudah ditemukan, lintah mulai menyedot cacing. Ini sangat luar biasa," kata pembuat dokumenter itu, Paul Williams, seperti dikutip Telegraph, Sabtu 27 September 2014.

Dalam video itu juga direkam jika cacing itu berontak ingin melepaskan diri. Namun lintah merah lebih kuat dan cacing terus disedot ke dalam tubuhnya sampai benar-benar tak bersisa. Spesies ini ditemukan di Gunung Kinabalu, sebuah gunung tertinggi di Kalimantan. Temuan ini diwarnai dengan banyak tantangan. Tim dokumenter bekerja sama dengan Ekolog Alim Bium untuk menemukan lintah itu. (wartainfo.com)

8. Satelit Ini Bantu Ungkap Misteri Kapal Nabi Nuh

Foto gambar Satelit ungkap Misteri Kapal Nabi Nuh

Jejak kuno situs Kapal Nabi Nuh selama beberapa dekade mengarah di ketinggian Gunung Ararat, Turki timur.  Pada ketinggian gunung itu memang terlihat bentuk seperti kapal raksasa, maka tak heran banyak yang menduga bentuk itu mewakili wujud Kapal Nabi Nuh di masa lalu.

Banyak kalangan kemudian menyebut bentuk itu sebagai 'anomali yang menarik". Sejauh ini, kebenaran anomali itu sebagai kapal Nabi Nuh, masih menjadi misteri.  Namun kini dengan bantuan pencitraan dan analisis satelit, berpotensi menguak misteri anomali itu, melansir Space.com, Senin 23 Juni 2014.

Berkat studi yang diinisiasi Porcher Taylor, profesor studi paralegal School of Professional and Continuing Studies, University of Richmond, Amerika Serikat, teka-teki itu mulai sedikit terkuak.  Taylor mengaku menganalisa anomali itu sejak empat dekade lalu saat ia pertama kali masuk sebagai calon perwira pada Akademi Militer AS di West Point, Amerika Serikat.

Saat itu, kata Taylor, muncul 'rumor kredibel' dari satelit mata-mata CIA, yang secara tak sengaja mencitrakan apa yang tampak seperti haluan kapal mencuat keluar dari puncak es Gunung Ararat.

Beberapa dekade setelah itu, Taylor meluncurkan inisiatif satelit untuk menyelidiki anomali itu.  Berkat pendeteksian yang berlanngsung selama 21 tahun, pada 1995, Taylor mampu meyakinkan Badan Intelijen Pertahanan AS untuk mengumumkan 5 foto Angkatan Udara AS 1949 tentang Gunung Ararat.

Citra Satelit DigitalGlobe

Taylor menambahkan pencitraan anomali Kapal Nuh itu terbantu oleh citra satelit DigitalGlobe. Menurutnya, citra resolusi satelit ini mampu mendukung menguak misteri anomali.

"Citra satelit resolusi tinggi anomali dari DigitalGlobe mungkin secara definitif mengubah anomali itu menjadi sebuah entitas yang dikenal, baik sebagai sebuah entitas geologi atau sesuatu dari porsi dari Kitab Suci," jelas Taylor.

Ia bersyukur selama beberapa dekade satelit DigitalGlobe telah terbang fokus beberapa dekade terakhir, untuk melihat anomali di Gunung Ararat.

"Terutama juga  misi satelit DigitalGlobe, QuickBird pada Febuari 2003 yang menangkap bentuk anomali perahu pada ketinggian 15 ribu kaki," jelas dia.

Fasilitas dari DigitalGlobe juga makin menjanjikan. Pasalnya DigitalGlobe telah memiliki satelit baru WorldView-3 yang memiliki pencitraan dengan resolusi lebih baik. Satelit WorldView-3 akan diluncurkan pada musim panas 2014 dari fasilitas California Vandenberg Air Force Base. Dengan memiliki resolusi pankromatik 31 cm, menjadikan satelit baru itu sebagai satelit komersial dengan resolusi terbaik dunia.

Sejauh ini satelit dari DigitalGlobe memang diandalkan untuk berbagai pencitraan detail. Misalnya, satelit WorldView-2, dimanfaatkan untuk menangkap citra objek yang diduga puing Pesawat MH370 di Samudera Hindia bagian selatan.  Sedangkan WorldView-3 diproyeksikan membuat aplikasi pemetaan, Google Maps dan Bing Maps bisa makin detail.

Teknik Analisa Tekstur

Selain dukungan pencitraan terbaik dari satelit DigitalGlobe, Taylor juga terbantu dengan teknik analisis keunikan tekstur pankromatik anomali itu. Dalam teknik ini ia dibantu oleh peneliti penginderaan jauh, Francois Luus (Department of Electrical, Electronic and Computer Engineering, University of Pretoria, Afrika Selatan) dan pengawas riset Luus, Sunil Maharaj.

Dijelaskan Luus, teknik analisis yang disampaikannya akan membantu taylor dan peneliti lain menentukan identitas anomali. Luus menyatakan analisis keunikan tekstur yang telah dilakukan menunjukkan teknologi kecerdasan buatan secara lebih objektif mengarahkan anomali yang memiliki tekstur baru.

"Dan itu memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Sebagai peneliti penginderaan jauh, setiap piksel dipertimbangkan dan pencitraan yang baik sangat berharga," ujar Luus.

Studi lebih lanjut diproyeksikan bisa menunjukkan lokasi guna menemukan petunjuk sebuah atefak yang mendasari anomali.

"Kualitas citra satelit (DigitalGlobe) mungkin nantinya dapat memecahkan teka-teki anomali Ararat atau setidaknya menjadi subjek analisis pengunderaan jauh yang sangat memuaskan," ujarnya. (wartainfo.com)

9. Hanya Bom Nuklir yang Mampu Selamatkan Bumi dari Serangan Asteroid?

gambar Asteroid Ancam bumi berita Sains Terbaru Dunia Menarik Terpopuler 2014

Ancaman serangan astroid memang sangat serius. Untuk itu peneliti berpikir cara yang digunakan juga harus setara. Menggunakan kekuatan yang sangat besar. Bagaimana caranya? Seperti beritakan Space.com, Sabtu 15 Februari 2014, peneliti mengusulkan penggunaan bom nuklir. Bom dengan daya ledak luar biasa itu digunakan untuk menghancurkan bayu antariksa sebelum masuk ke atmosfer bumi.

"Kami memiliki solusi menggunakan konsep dasar kami yang dapat mengurangi ancaman asteroid, dengan berbagai peringatan," ujar Bong Wie, peneliti Iowa State University dalam temu Konsep Kemajuan Inovasi NASA (NIAC) di Stanford University.

Dalam presentasinya, Wie menyoroti ancaman asteroid jelas begitu nyata. Ia menggambarkan dashyatnya serangan asteroid tergambar setahun lalu, saat asteroid membelah langit Chelyabinsk, Rusia. Menghasilkan ledakan, menggetarkan bangunan sekitar, memecahkan kaca serta melukai beberapa warga.

"Beberapa tahun lalu, saya harus mencontohkan dahsyatnya asteroid dengan contoh dinosaurus. Kita jelas tahu dari peristiwa setahun lalu itu," kata dia.

Wie mengatakan, idealnya, batu antariksa berbahaya akan terdeteksi satu dekade sebelum masuk ke lintasan Bumi. Dengan begitu, manusia dapat menyiapkan waktu untuk mengusir asteroid sebelum masuk ke lintasan bumi. Namun nyatanya, sepanjang ini asteroid berbahaya muncul dalam waktu yang cepat. Meski terdeteksi radar, tapi waktunya hanya kurang dari setahun. Tentu kondisi ini membuat persiapan menangkalnya kurang maksimal.

Oleh karena itu, Wie berpikir bom nuklir adalah solusi terbaik. Wie bersama rekan-rekannya terus mengembangkan konsep pesawat antariksa yang disebut Hypervelocity Asteroid Intercept Vehicle (HAIV). Tim ini sudah membuat dua konsep pada 2011 dan 2012.

Nantinya pesawat ini akan bertemu dengan asteroid, kemudian mengirimkan penabrak kinetik dan mengirim asteroid untuk kemudian di evakuas ke jarak tertentu. Setelah itu, bom nuklir akan mengikuti dalam waktu sepermili detik untuk meledakkan batu antariksa itu.

Wie mengakui, beberapa fragmen asteroid dari ledakan itu mungkin masih akan mempengaruhi bumi. Tapi menurutnya, dampak itu bisa diminimalkan tergantung pada seberapa jauh ledakan dari bumi.

Ia menggambarkan, misalnya, asteroid sebesar 300 meter diledakkan pada lokasi yang jauh di luar medan gravitasi bumi dengan waktu peringatan 30 hari saja. Dalam simulasi komputer menunjukkan, kurang dari 0,1 persen asteroid yang dihancurkan tetap meluncur ke bumi.

"Kita akan memiliki hujan meteor akut mungkin 100 kejadian meteor Rusia," ujar Wie mengingatkan. Jika tak melakukan upaya apapun, manusia bisa terancam dengan kekuatan ledakan yang setara 150 ribu kali kekuatan bom atom Hiroshima.

Ditambahkan, tim peneliti mengatakan konsep HAIV tidak akan berjalan sendirian. Akan ada dukungan dari Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS), sebuah sistem peringatan asteroid yang dipimpin Universitas Hawaii, dengan bantuan dana US$5 juta setara Rp58,8 miliar dari NASA.

Diperkirakan, jika sistem ini dapat beroperasi pada 2015, ATLAS harus mampu memberikan satu hari peringatan untuk serangan asteroid delapan meter, satu minggu peringatan untuk asteroid berukuran 45 meter dan tiga minggu peringatan untuk asteroid 140 meter.

Untuk mewujudkan misi ini memang butuh biaya yang sangat besar. Wie mengatakan setidaknya perlu US$500 juta setara Rp5,8 Triliun.

"Bila sistem kami siap dibangun, diujicoba dan disebarkan dan diluncurkan setiap saat, maka kita telah memiliki solusi problem ini," ujar Wie. (wartainfo.com)

Category: Serba - SerbiTags:
Jayabet