Gerhana Bulan Merah Darah 2015 Tanda Akhir Dunia?

klg asli

berhasil
Gerhana Bulan Merah Darah Hari Paskah April 2015 mengubah sejarah Dunia
Fenomena Gerhana Bulan Merah Darah April 2015 - Gerhana bulan yang biasanya hanya terlihat gelap, kali ini ada yang beda. Bulan ini akan terlihat merah seperti darah. Fenomena ini konon sudah diramalkan oleh Alkitab sebagai tanda kembalinya Tuhan ke muka bumi.
Gerhana ini termasuk yang paling langka dan butuh waktu cukup lama untuk terulang. Fenomena ini terjadi saat malam hari mulai hari Jumat (3/4) di Amerika Utara, Asia, dan Australia. Saat proses gerhana terjadi, bulan akan berubah warna menjadi merah.

Fenomena gerhana bulan merah terjadi saat bulan melewati bayangan yang disebut sebagai 'Tetrad' di bagian belakang bumi. Bayangan inilah yang memantulkan sebuah cahaya tertentu sehingga bulan terlihat menjadi berwarna merah.

Salah satu pastur dari AS mengatakan bahwa fenomena ini sudah diramalkan oleh Alkitab. Di dalam Alkitab Raja James dikatakan bahwa matahari akan menjadi gelap dan bulan berwarna merah, dari hal itu Sang Kuasa akan turun. Dan pastur bernama John Hagee mengklaim bahwa fenomena yang datang di Hari Paskah ini adalah sebuah pertanda akan datangnya hal yang mengubah dunia.

"Saya percaya bahwa kita akan menjadi saksi sebuah keajaiban akan datang di Timur Tengah, termasuk Israel yang akan mengubah sejarah dunia, " ungkap pastur tersebut. Dia sangat percaya bahwa gerhana bulan darah ini sebuah pertanda yang harus dipercaya. Namun, masyarakat sampai saat ini terlihat tidak begitu menanggapi soal ramalan ini.

Sang Pendeta itu meyakini sesuatu yang dramatis akan terjadi di Timur Tengah, melibatkan Israel. Kondisi itu akan mengubah jalannya sejarah di Timur Tengah, dan berdampak pada seluruh dunia.

"Ketika Anda melihat tanda-tanda ini (Gerhana Tetrad), ini menunjukkan akhir zaman akan datang," ujar dia.

Peringatan Hangee tak hanya omong kosong saja. Ia mengajukan fakta setiap kali datang peristiwa Tetrad di berbagai belahan dunia terjadi peristiwa dramatis. Ia menyebutkan, pada Tetrad tahun 1493, terjadi pengusiran orang Yahudi oleh Inkuisisi Katolik Spanyol. Kemudian, pada Tetrad kedua pada 1949, terjadi tepat setelah negara Israel didirikan.  Selanjutnya pada 1967, fenomena itu bertepatan dengan perang enam hari antara Arab dan Israel. 
Foto gambar Fenomena Gerhana Bulan Merah Darah Hari tahun 2014 dan 2015
Berbeda dari perspektif agamawan, Badan Antariksa Nasional AS (NASA) mengatakan Gerhana Bulan kali ini memperkirakan bulan akan terlihat kemerahan, karena sinar matahari melewati atmosfer bumi. NASA mengatakan tak ada efek berbahaya dari fenomena pada 4 April nanti.

NASA memperkirakan, gerhana itu akan berlangsung sangat singkat, hanya lima menit di Amerika Serikat. Sedangkan para pengamat gerhana di langit Australia, Tiongkok, dan Asia Tenggara bisa melihat fase total gerhana hingga 12 menit. Badan antariksa negeri Paman Sam itu mengatakan Gerhana Tetrad kali ini terjadi hanya tiga kali dalam 500 tahun terakhir.

Rangkaian Gerhana Tetrad terjadi pada 2014 dan 2015. Gerhana pertama dan kedua terjadi pada 15 April 2014 dan 8 Oktober 2014, sedangkan gerhana ketiga terjadi pada akhir pekan ini, dan gerhana terakhir diperkirakan terjadi pada 28 September 2015. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, Fenomena AlamTags:
Jayabet