Kisah 4 Operasi Pasukan Khusus Elite Dunia yang Gagal

klg asli

berhasil
Kisah cerita Operasi Pasukan Khusus Elite Dunia yang tidak berhasil

Operasi Khusus Pasukan Elite Dunia - Dalam sejarah kemiliteran, peran dan keberadaan pasukan elite tak bisa dikesampingkan. Pengerahan pasukan ini kerap kali menuai keberhasilan di medan pertempuran, berkat peran mereka yang tak biasa karena menjalani misi-misi di luar tentara reguler.

Keberadaan pasukan elite ini tetap dipertahankan hingga era modern. Pasukan elite yang paling dikenal di dunia adalah SAS, pasukan ini cukup berpengalaman di berbagai medan pertempuran, termasuk perang dunia kedua dan misi infiltrasi ke pedalaman Kalimantan.

Keberhasilan SAS dalam menjalankan sejumlah misi membuat banyak negara turut mengadopsinya, termasuk Indonesia yang memiliki sejumlah pasukan khusus seperti Kopassus, Paskhas dan Kopaska. Seperti yang disebutkan di awal, mereka ditugaskan pada misi yang tak biasa, dan atas alasan itu anggotanya dituntut memiliki fisik dan kemampuan yang luar biasa.

Pasukan elite ini kerap kali dilibatkan di berbagai medan tugas, dan menjalani berbagai operasi pertempuran non-konvensional seperti pembebasan sandera. Namun, tak semua misi berhasil dilaksanakan sesuai rencana, banyak di antara operasi mengalami kegagalan. Berikut ini beberapa operasi khusus pasukan elite dunia yang gagal total. Simak selengkapnya di bawah ini: (wartainfo.com)

1. Operation Eagle Claw pembebasan sandera di Iran Oleh Delta Forces Amerika

Foto gambar Operasi cakar elang pasukan khusus Amerika Serikat

Revolusi Iran di bawah pimpinan Ruhollah Moosavi Khomeini atau Imam Khomenei berhasil menjatuhkan pemerintahan Shah. Kondisi ini mengakibatkan kerusuhan besar-besaran di negara tersebut, negara-negara yang dianggap berdosa atas kekuasan Shah diserbu ramai-ramai, salah satunya Kedutaan Besar AS di Teheran.

Serangan rakyat membuat 52 warga AS terjebak dan dijadikan sandera oleh rakyat Iran, penyanderaan ini berlangsung selama 444 hari hingga akhirnya dilepaskan satu per satu sesuai perintah Imam Khomenei. Namun, di tengah alotnya negosiasi, AS sempat dua kali menggelar upaya pembebasan sandera, yakni Operasi Cakar Elang (Operation Eagle Claw).

Operasi Cakar Elang ini melibatkan 1st Special Forces Operational Detachment atau nama bekennya Delta Forces. Seluruh rencana telah disusun dengan baik, namun seluruh operasi gagal akibat tak memperhitungkan faktor cuaca. Operasi ini belimatkan tiga Hercules C-130 dan delapan heli HM-16 milik AL AS, serta sejumlah personel dari Delta Forces dan Rangers.

Badai pasir yang melanda area operasi menyebabkan kecelakaan fatal. Tiga heli mengalami kecelakaan sebelum sampai ke lokasi, salah satunya jatuh tepat di C-130 yang membawa bahan bakar hingga terbakar habis. Bencana ini menewaskan delapan prajurit AS.

Presiden AS Jimmy Carter sempat meminta militernya untuk melancarkan operasi lain. Operasi Credible Sport sempat dicanangkan tapi tak pernah terlaksana. Kegagalan itu tak lepas dari kesulitan tim teknis untuk memodifikasi C-130 agar mampu terbang secara vertikal. (wartainfo.com)

2. Operasi Ular Gothic (Operation Gothic Serpent) oleh Pasukan elite AS di Somalia

Foto gambar Operasi Ular Gothic pasukan khusus elite Amerika Serikat

Operasi Ular Gothic atau Operation Gothic Serpent merupakan operasi khusus untuk menangkap pemimpin pemberontak Mohamed Farrah Aidid. Operasi ini digelar sejak Agustus hingga Oktober 1993 di bawah supervisi Komando Operasi Khusus Gabungan (JSOC). Peristiwa ini sempat difilmkan dengan judul 'Black Hawk Down'.

Operasi ini melibatkan sejumlah pasukan elite AS, yakni Resimen Ranger, Delta Forces dan Navy Seal. Untuk menyukseskan seluruh rencana, 16 helikopter MH-60 Black Hawks dan AH/MH-6 Little Birds termasuk para pilot dan seluruh awaknya.

Operasi digelar siang hari pada 3 Oktober 1993, pasukan yang terdiri atas 160 personel dikerahkan ke pemukiman padat penduduk di pusat Kota Mogadishu. Tempat ini diyakini menjadi lokasi persembunyian Aidid. Bencana dimulai ketika Prajurit Todd Blackburn terjatuh dari heli dengan ketinggian 70 kaki dan membuatnya terluka parah.

Di saat bersamaan, dua pemimpin pemberontakan Somalia berhasil diciduk bersama sejumlah orang lainnya. Namun, perlu perjuangan keras untuk keluar dari sana, sebab milisi Somalia mengerahkan anak-anak dan wanita untuk menyerang pasukan AS dan membuat mereka terkepung. Dua heli Black Hawk berhasil ditembak jatuh.

Alhasil, operasi penangkapan berganti menjadi operasi penyelamatan dan seluruh pasukan berupaya melepaskan diri dari pengepungan di tengah kota. Kondisi ini menyebabkan AS terpaksa meminta bantuan kepada pasukan PBB lainnya yang terdiri dari militer Pakistan dan Malaysia. Mereka juga menjadi sasaran tembak warga Somalia yang marah.

Pertempuran ini telah menewaskan 18 prajurit AS, 24 prajurit Pakistan dan seorang prajurit Malaysia, serta melukai 73 serdadu dari ketiga negara. Sedangkan pilot Black Hawk, Michael Durant ditahan anak buah Aidid setelah dihajar habis-habisan. Sementara, 1.000 milisi Somalia diperkirakan tewas dalam pertempuran tersebut, serta melukai 3 ribu orang lainnya terluka.

3. Operasi Pasukan Khusus Amerika untuk membebaskan James Foley dari ISIS

Foto gambar Operasi pasukan khusus elite Amerika Serikat

Seorang jurnalis AS, James Foley digorok seorang algojo Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) hingga tewas. Peristiwa pembunuhan ini mengejutkan dunia, dan pembunuhan terhadap Foley merupakan yang pertama dilakukan ISIS terhadap seluruh tawanan mereka.

Sebelum terbunuh, pemerintah AS sempat berupaya melakukan penyelamatan terhadap warganya yang ditangkap ISIS sejak 2012 lalu. Presiden Barack Obama menyetujui operasi penyelamatan setelah mereka mendapat informasi lokasi penyanderaan.

Operasi tersebut dilaksanakan pada Juli 2014 dengan melibatkan pasukan elite Delta Forces serta 160th Special Operations Aviation Regiment. Usai menginjakkan kaki padang gurun dekat Kota Raqqah, pasukan ini langsung terlibat baku tembak dengan gerilyawan ISIS. Pertempuran terus berlangsung hingga ke bangunan yang diduga lokasi James Foley yang disandera.

Setelah melakukan pencarian berjam-jam, ternyata informasi tersebut salah dan James Foley diketahui tak ada di kota tersebut. Alhasil, mereka pulang dengan tangan kosong. Operasi ini menewaskan dua orang pasukan khusus, satu dari AS dan satu lagi dari Yordania.

Operasi ini tak diungkap ke publik hingga ISIS memutuskan menggorok Foley dalam sebuah rekaman video. Militer AS telah mengakui kegagalan tersebut. (wartainfo.com)

4. Pembebasan sandera oleh Spetsnaz di Rusia

Foto gambar Operasi pasukan khusus elite Russia Spetsnaz

Pendudukan Rusia terhadap wilayah Cechnya membuat negara tersebut kerap dilanda kasus penyanderaan terhadap warganya, kebanyakan dilakukan oleh gerilyawan Cechnya. Meski berhasil dibebaskan, namun banyak sandera yang tewas terbunuh dalam upaya pembebasan yang dilakukan pasukan khusus Spetsnaz.

Kasus penyanderaan pertama berlangsung di RS Budyonnovsk pertengahan Juni 1995, di mana sekelompok gerilyawan menyandera ribuan warga yang terdiri dari pejabat tinggi, wanita, anak-anak, dan beberapa bayi. Dari 140 korban tewas, sebagian besar di antaranya terbunuh dalam baku tembak dan melukai 415 orang lainnya.

Aksi penyanderaan kembali terjadi tujuh tahun setelahnya, ratusan warga Moskow disandera 40 orang gerilyawan Cehcnya di dalam Gedung Teater. Strategi penyelamatan yang dilakukan militer Rusia dengan penggunaan gas beracun berbuntut tewasnya 133 sandera, dan 40 gerilyawan. 415 Orang lainnya terluka dalam operasi tersebut.

Selanjutnya, penyanderaan terjadi terhadap sebuah sekolah di Beslan, Rusia. Pelaku penyanderaan masih berasal dari gerilyawan Cechnya yang menahan 1.100 orang guru dan siswa sekolah tersebut.

Keputusan pasukan elite Rusia untuk menggunakan peralatan tempur berat seperti roket dan tank mengakibatkan anak-anak dan guru tewas dalam sekali serangan. Alhasil, lebih dari 385 sandera tewas dalam gempuran tersebut, sedangkan 783 lainnya terluka. Sedangkan 32 gerilyawan terbunuh dan satu orang ditangkap hidup-hidup.

ยป 9 Pasukan Khusus Elite Terkuat Paling Terbaik Yang Dimiliki Indonesia

Category: Militer, Serba - SerbiTags:
Jayabet