Selain Beras Plastik, Ini Jenis Beras Palsu yang Harus Diwaspadai

klg asli

berhasil

Beras Plastik, Beras Imitasi, Beras Palsu Beracun

Wartainfo.com - Belakangan ini publik dihebohkan dengan beredarnya Beras yang berbahan plastik yang diduga telah beredar di beberapa negara Asia. Beras palsu itu tetap keras meski sudah dimasak.

Disebutkan, beras plastik itu terbuat dari kentang yang dicampur dengan plastik sintetis, kemudian diaduk sehingga bentuknya menyerupai beras asli. Dilaporkan The Straits Times, beras itu kini beredar di negara yang berpenduduk banyak seperti Indonesia, Vietnam, dan India. Bahkan, dilaporkan juga, beras tersebut sudah masuk ke Singapura meski kemudian dibantah oleh pemerintahnya.

Rika Suwana Budi, mahasiswa program doktoral bidang nanomaterial di Universitas Beihang Beijing--mengatakan ada beberapa jenis beras yang harus diwaspadai masyarakat jika menemukannya beredar di pasaran.

"Intinya ada tiga jenis beras yang harus diwaspadai, yakni beras imitasi, beras oplosan dan beras beracun plastik," katanya di Beijing, Minggu (24/5/2015).

Budi menuturkan beras imitasi atau beras sintetis terdiri atas pelet plastik berukuran beras, yakni plastik yang di-ekstrusi dibentuk dan berukuran seperti beras. "Beras jenis ini mudah dikenali, karena memang plastik," katanya.

Beras imitasi juga bisa terbuat dari bahan-bahan organik seperti ampas singkong, ampas kelapa, nasi akik, dan jagung, yang direkatkan dengan tepung tapioka atau tepung sagu.

"Campuran organik itu, kemudian dicetak seperti butiran beras, dan dipasarkan layaknya beras asli, dengan tingkatan warna bulir yang beragam, mulai dari putih pucat hingga kecoklatan, seperti tampilan beras merah," ungkapnya menambahkan.

Budi mengemukakan, untuk membedakan beras imitasi jenis ini dengan beras asli dapat dilihat saat beras direndam dan dimasak. "Saat direndam beras imitasi akan larut dengan sendirinya terutama ketika diaduk buihnya akan banyak. Saat dimasak beras imitasi ini menggumpal dan berbau, selain itu bulir beras jenis ini sangat rapuh karena mudah pecah saat ditekan tangan," ujarnya.

Beras lain yang harus diwaspadai adalah beras yang dibuat bahan serupa, namun dilekatkan menggunakan bahan-bahan lem/lelehan plastik. "Beras jenis ini mudah sekali dikenali karena saat dimasak menggumpal dan berbau lem atau plastik. Ini jelas berbahaya," tutur Budi.

Ia menambahkan jenis beras tersebut biasa digunakan sebagai alat kalibrasi bagi proses uji kualitas beras pasca panen. Beras imitasi ini, meski dibuat dari bahan ampas organik, namun dilekatkan dengan lelehan plastik atau lem, dan dibuat sebagai alat kalibrasi dengan akurasi tinggi dan mahal, sehingga tidak untuk dikonsumsi.

Selain beragam jenis beras imitasi, terdapat pula beras oplosan yakni beras asli yang dioplos dengan beras dari bahan plastik. "Ini mudah dikenali, karena beras asli akan mengendap saat direndam, dan beras plastik akan mengambang," ujar Budi.

Tak hanya itu ada pula beras beracun bahan plastik, yakni beras asli yang disiram/dilapisi bahan pembuat plastik. Biasanya beras disiram dilapisi plastik agar awet, terutama untuk pengiriman dan penyimpanan yang lebih lama. "Jelas ini tidak layak dikonsumsi," kata Budi.

Pemalsuan makanan adalah masalah serius yang harus ditanggulangi. Sebanyak 300.000 orang jatuh sakit dan enam anak balita meninggal dunia setelah mengonsumsi beras tersebut pada 2008 di Tiongkok. Selain itu, di Tiongkok, juga ditemukan adanya telur yang berbahan baku plastik. (wartainfo.com)

ยป Tips Cara Membedakan Beras Plastik (Palsu) dengan Beras Putih Asli

Category: Hot NewsTags:
Jayabet