Jelang Puasa Ramadhan dan Lebaran, ini 4 Masalah yang Sering di Hadapi

klg asli

berhasil

Masalah Jelang Puasa Ramadhan 2015 dan Hari Raya Idul Fitri Lebaran

Wartainfo.com - Pemerintah punya masalah abadi yang selalu datang menghantui setiap jelang Ramadan dan Idul Fitri. Apalagi kalau bukan soal stok bahan pangan dan kenaikan harga.

Tiap tahun masyarakat harus merogoh kantong lebih dalam untuk berbelanja kebutuhan saat puasa dan Lebaran. Lonjakan harga saat Ramadan dan Idul Fitri selalu menghantui pemerintah. Setiap tahun, polemik mengenai ketersediaan bahan pangan jelang lebaran selalu muncul ke permukaan. Di saat bersamaan, Badan Urusan Logistik (Bulog) rajin menenangkan hati rakyat dengan pernyataan stok bahan pangan mencukupi.

Namun sesungguhnya masyarakat tidak sepenuhnya percaya lantaran tidak sesuai kenyataan. Harga-harga selalu naik jelang puasa dan Lebaran lantaran stok bahan pangan tak ada di pasaran. Dikutip Wartainfo.com dari merdeka, Berikut ini Empat persoalan yang selalu dihadapi saat jelang puasa Ramadhan dan Lebaran:

1. Bahan pangan tak aman

Bahan Pangan Jelang Puasa Ramadhan Lebaran Harganya Selalu Naik

Meskipun Bulog selalu meyakinkan soal kecukupan bahan pangan, itu tidak serta merta membuat masyarakat tenang. Masyarakat tidak sepenuhnya percaya lantaran tidak sesuai kenyataan.

Harga-harga selalu naik jelang puasa dan Lebaran lantaran stok bahan pangan tak ada di pasaran. Anggota DPD RI Ahmad Jajuli melihat, pemerintah justru membuat masyarakat resah karena tidak bisa menjamin ketersediaan bahan pangan.

Persoalannya justru datang dari pejabat negara yang terkadang memberi pernyataan berbeda-beda.

Dia menegaskan, kondisi ini yang menyebabkan rasa aman akan ketersediaan bahan pangan menjadi sulit didapat masyarakat.

"Tetapi, mereka (masyarakat) suka ragu dengan harapan pertama dari pemerintah yang umpamanya suka di ganggu dengan pernyataan pejabat negara sendiri. Yang satu ngomong berbeda. Jadi masyarakat yang awalnya aman menjadi galau lagi," ungkapnya.

2. Harga Bahan Pokok Selalu Naik

Harga Bahan Pokok Puasa Lebaran

Pemerintah harus memiliki stok beras sekitar 10 persen dari kebutuhan masyarakat. Besaran itu dinilai cukup untuk menjaga stabilitas harga beras.

Hal tersebut diungkapkan Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati dalam diskusi mingguan 'Pangan Kita' digelar oleh merdeka, Radio Republik Indonesia (RRI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Institute Komunikasi Nasional (IKN) dan DPR RI di Jakarta, Senin (1/6).

"Pemerintah selalu statemennya 'semua stok tersedia, semua terkendali, cukup, jangan resah'. Tapi toh pada saat memasuki Ramadan harga tetap naik. Ini yang dibutuhkan adalah kepastian," tegasnya.

"Itu yang disebut dengan stabilisasi harga bufferstock di lingkungan konsumen. Kalau itu terjadi, keresahan tadi bisa berubahan menjadi ketenangan. Kalau hanya bilang butuh-butuh sekian percuman," ujarnya. (wartainfo.com)

3. Impor beras dan sapi

Impor Daging Sapi  Jelang Puasa Ramadhan Lebaran

Pemerintah mengisyaratkan bakal membuka keran impor beras dalam waktu dekat. Ini demi menstabilkan harga komoditas primer tersebut.

"(Impor) menjelang puasa dan lebaran supaya ada stabilitas harga," kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel usai rapat tertutup dengan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan, Jakarta, Kamis (7/5). Untuk itu, pihaknya masih akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Pertanian dan Bulog.

"Tapi Kemendag sudah siap untuk mengeluarkan izin impor kepada Bulog," jelas Gobel.

Tak cuma beras, pemerintah Indonesia siap mendatangkan 29.000 ekor sapi impor. Sapi akan didatangkan atas izin Kementerian Perdagangan. Rencananya keran impor akan dibuka akhir Mei atau menjelang bulan puasa.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Partogi Pangaribuan mengatakan impor tersebut langkah pemerintah dalam menstabilkan harga daging sapi jelang bulan puasa.

"Memang dalam rangka untuk mengatasi bulan puasa dan lebaran kita akan mengantisipasi dengan mengimpor 29.000 sapi siap potong. Ini tujuannya agar puasa dan lebaran nanti betul-betul dengan harga yang stabil," ujar Partogi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (18/5).

Menurut Partogi, sebanyak 250.000 ton daging sapi bakalan sudah dikeluarkan izin impornya di bulan April lalu. Izin impor ini dikeluarkan untuk memenuhi kuota impor pada kuartal II tahun 2015.

4. Krisis Stok beras

Kurang Stock Beras  Jelang Puasa Ramadhan Lebaran

Indonesia diyakini sudah memasuki krisis beras. Ini terlihat dari penyerapan beras yang rendah oleh Perum Bulog. Peneliti Senior Pusat Studi dan Kawasan Universitas Gadjah Mada Mochammad Maksum mengatakan, pemerintah menargetkan pembelian beras petani sekitar 2,5 juta-2,75 juta ton tahun ini. Namun, hingga kuartal I-2015, Bulog baru bisa menyerap 500 ribu ton beras atau kurang dari 20 persen.

"Pemerintahan tahun ini sudah krisis beras. Pembelian 80 persen selanjutnya mustahil terealisir di tahun ini," ujarnya saat dialog bertema "Beras dan Kedaulatan Pangan", Jakarta, Sabtu (23/5). Menurutnya, indikasi krisis beras sudah terlihat sejak harga komoditas primer itu naik hampir 30 persen pada Maret lalu. Itu merupakan penaikan tertinggi sejak era reformasi. (wartainfo.com)

Category: Berita PeristiwaTags:
Jayabet