Kisah Tragis Angeline, Gadis Cilik Cantik Bali Yang Hilang Ditemukan Tewas

klg asli

berhasil

Foto Angeline anak Hilang yang Ditemukan Tewas

Wartainfo.com - SeorangĀ  gadis cilikĀ  asal Bali bernama Angeline (8), yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (16/5/2015), akhirnya ditemukan, Rabu (10/6/2015). Namun, Angeline ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa alias tewas membusuk di kandang ayam rumah orangtua asuhnya.

Ketika ditemukan, jenazah bocah kelas dua SD itu tengah memeluk boneka kesayangannya. 20 hari dinyatakan hilang, jenazah Angeline ditemukan anggota Polresta Denpasar di jalan Sedap Malam no 26 Denpasar. Dugaan sementara adalah siswi SDN 12 Sanur yang hilang sejak 16 Mei itu tewas dibunuh ibu asuhnya, Margareta (50).

Namun ditemui di TKP pada Rabu (10/6) pukul 13.15 WITA, Kapolda Bali masih ogah memberikan informasi soal kasus hilang misteriusnya Angeline ini. Upaya pencarian akan Angeline ini sudah cukup maksimal. Seperti memasang foto Angeline, disebar di media sosial hingga penelurusan di lokalisasi yang ada di sekitar Sanur, seperti dilansir Merdeka.

Bahkan di sepanjang jalan Hangtuah di Sanur, ditempel foto Angeline dan iming-iming uang Rp 40 juta jika berhasil menemukan Angeline. Tapi hal itu hanyalah sia-sia belaka karena Angelina justru ditemukan tewas di rumahnya sendiri secara misterius. Yang lebih aneh lagi, saat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi datang ke rumah Angeline, mereka malah diacuhkan keluarga dan orangtua asuh bocah cantik ini.

Saat mendatangi rumah Angeline pada Jumat (5/6) pekan lalu, Yohana dan Yuddy hanya bertemu dengan pihak pengaman karena Margareta dalam kondisi mental tak sehat usai hilangnya Angeline. Rupanya keluarga Angeline memang sengaja tak mau bertemu orang lain, yang membuat kecurigaan publik makin besar.

Waktu ditemukan, petugas curiga dengan gundukan tanah tidak padat yang ditimbun sampah di rumah Margareta. Ternyata gundukan itu adalah tempat Angeline dikubur dengan kedalaman tidak lebih dari satu meter. Saat itu, Angeline ditemukan dalam kondisi tertekuk membungkuk ke samping. Seluruh tubuhnya sudah dipenuhi belatung dan masih memeluk boneka. Istirahatlah dengan tenang, Angeline!

Kronologi lengkap perjalanan Angeline sejak dinyatakan hilang hingga ditemukan meninggal:

16 Mei 2015

Angeline terakhir terlihat di depan rumah. Orang yang melihatnya ialah Yvonne Mega W, kakaknya sendiri. Karena tidak kunjung pulang hingga sore, keluarganya melaporkan soal kehilangan tersebut ke pihak kepolisian.

19 Mei 2015

Tim pencari Angeline mencari keberadaan bocah itu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tim itu merupakan gabungan dari Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polsek. Polisi juga mengerahkan anjing pelacak untuk mengetahui arah perjalanan Angeline keluar rumah. Namun, anjing pelacak hanya berputar-putar di sekitar rumah.

Keluarga Angeline yang berasal dari luar Bali pun mendatangi kediaman Angeline. Mereka ingin membantu mencari bocah itu.

25 Mei 2015

Tim Komnas Perlindungan Anak mendatangi Polresta Denpasar, sepakat melakukan kerja sama dalam menemukan Angeline. Di sana, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyebut kondisi keluarga Angeline tidak baik dari segi tempat tinggalnya hingga orang dewasa yang mengasuhnya.

Orangtua angkat Angeline yang bernama Margareta adalah sosok wanita yang temperamental, apalagi dengan ancaman akan membunuh siapa pun yang akan mengambil alih pengasuhan anak untuk pengembalian mental si anak oleh Komnas Perlindungan Anak. Diperoleh informasi, sikap temperamental itu diduga menjadi salah satu pemicu hilangnya anak tersebut. Lalu, berdasarkan hasil investigasi orang dekat, Angeline kerap mengalami penyiksaan, baik fisik maupun mental.

1 Juni 2015

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar mendatangi Polsek Denpasar Timur untuk mengetahui perkembangan pencarian Angeline. Kekhawatiran P2TP2A ialah hilangnya Angeline bukan karena diculik atau melarikan diri, melainkan justru dibunuh.

Hal ini dinyatakan oleh pendamping hukum P2TP2A, Siti Sapura, tanpa mencurigai siapa pun, termasuk ibu angkatnya.

5 Juni 2015

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi berkunjung ke rumah Angeline. Namun, kedatangan Yuddy tidak disambut baik oleh keluarga Angeline. Dia justru dilarang masuk oleh satpam sewaan yang bertugas menjaga rumah Angeline. Yuddy mengaku datang ke rumah Angeline sebagai bukti kepedulian pemerintah.

"Pemerintah berempati dan negara hadir dalam masalah-masalah seperti ini. Saya harapkan Polda Bali segera menemukan Angeline," kata Yuddy saat itu.

6 Juni 2015

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yambise juga mengunjungi rumah Angeline. Namun, Margareta menolak untuk menemuinya.

10 Juni 2015

Angeline ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumahnya. Jasadnya sudah dalam kondisi membusuk. Jenazah pun segera diotopsi di Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, hari ini juga. (wartainfo.com)

Foto Angeline, Gadis Cilik Cantik asal Bali yang Hilang dan Ditemukan Tewas di Belakang Rumah

Category: Berita PeristiwaTags:
Jayabet