Margriet Tersangka Utama Pembunuhan Angeline, Ini Keterangan 4 Saksi

klg asli

berhasil

Margriet Ibu Angkat  Otak Pembunuhan Angeline Bali

Wartainfo.com - Setelah sekian lama penyelidik kepolisian mendalami kasus pembunuhan sadis bocah 8 tahun Angeline Bali, secara perlahan mulai terungkap siap otak pembunuhan itu. Ternyata pelaku adalah ibu angkat Angeline, Margriet Christina Magawe.

Penetapan tersangka ini berdasarkan tiga alat bukti yang telah dikantongi oleh pihak kepolisian sebagai bukti permulaan. Sejumlah para saksi dihadirkan untuk mengungkap tabir pembunuhan Engeline. Agus, tersangka lain, membuat pengakuan mengejutkan dengan menyatakan bahwa pembunuh Engeline adalah wanita berinisial M.

Dikutip wartainfo.com dari Tribun Bali, Berikut ringkasan keterangan sejumlah para saksi dan pengakuan tersangkat Agus yang menjerat ibu angkat Angeline, Margriet Christina Magawe sebagai tersangka utama kasus pembunuhan sadis terhadap Angeline bali.

1. Pengakuan tersangka Agus Tay, pembantu Margriet

Agus membuat pengakuan terbaru selama pemeriksaan oleh penyidik Polda Bali pada Rabu (17/6/2015) lalu. Agus mengatakan, pembunuh Engeline bukanlah dirinya, melainkan seorang ibu dengan inisial M.

Dalam keterangan terbaru, yang melakukan pembunuhan adalah Ibu M dengan tempat kejadian di kamar Ibu M. Agus hanya membantu membungkus Engeline setelah meninggal, mengambil boneka, mengangkat, dan menguburkannya atas perintah Ibu M.

Baca juga: ยป Pengakuan Tersangka Agus: Margriet Yang Membunuh dan Suruh Memperkosa Angeline

Pembunuhan Engeline dilakukan pada Sabtu 16 Mei 2015. Agus diperintahkan untuk merahasiakan pembunuhan tersebut dengan janji imbalan Rp 200 juta.

Sabtu 16 Mei itu, pukul 10.00 Wita, Agus mendengar Engeline berteriak, "Mama jangan pukul saya."

Agus dipanggil M dari dalam kamar dan melihat kondisi Engeline terkulai lemah di lantai. Agus sempat diperintahkan oleh M untuk membuka baju Agus dan ditaruh di dada Engeline. Agus sebetulnya disuruh memerkosa, tetapi Agus tidak mau. Agus takut terhadap ancaman jika rahasia itu terbongkar, Agus akan dibunuh.

2. Saksi Dewa Raka, satpam penjaga rumah Margriet

Dewa Raka curiga saat ia bekerja enam hari di rumah Margriet (pada tanggal 4 Juni hingga 10 Juni, tepat saat korban Angeline ditemukan) siapa pun tidak diperkenankan masuk.

Pada tanggal 5 Juni, Dewa Raka, yang mendampingi anggota Polresta Denpasar untuk melakukan pemeriksaan di halaman belakang rumah Margriet, mulai curiga dengan bau yang cukup menyengat di antara pohon pisang dan kandang ayam. Menurut pengakuannya, bau itu bukan bau kotoran ayam.

3. Saksi Franky A Marinka, pria yang pernah bekerja di rumah Margriet untuk bersih-bersih rumah dan memberi makan ayam

Saksi memperagakan 10 adegan penyiksaan yang dilakukan Margriet terhadap Engeline pada Maret 2015 silam. Kejadian itu dilakukan Margriet saat Franky menempati rumah itu dari Desember 2014 hingga Maret 2015 atau dua minggu sebelum Franky kembali ke Kalimantan.

Dari pengakuannya, Margriet menyeret dan memukul Angeline dengan menggunakan bambu sepanjang 1 meter. Margriet selalu memarahi, membentak, memukul bagian kaki, bagian badan, dan menjambak rambut Engeline karena dianggap tidak mengerjakan tugas, seperti mengepel, menyapu, dan memberi makan ayam.

4. Saksi Rahmat Handono, pria yang indekos di rumah Margriet Megawe selama tiga tahun

Saksi pernah mengetahui Agus membuang tanah ke depan. Tanah itu merupakan tanah yang dijadikan lubang oleh Agus, yang dibuat sekitar tiga minggu sebelum pembunuhan sadis itu terjadi. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, Hot NewsTags:
obat viagra

Jayabet