Awas! Memperkosa Istri Sendiri, Suami Dapat Dipenjara

klg asli

Kasus Suami Memperkosa Isteri

Wartainfo.com - Pengadilan Negeri (PN) Denpasar memutuskan seorang suami yang bernama Tohari bersalah dan menjatuhi hukuman penjara selama 5 bulan karena memaksa istrinya untuk melakukan hubungan seks. Hukuman kepada Tohari diharapkan bisa menjadi pembelajaran publik.

UU Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) mengancam suami yang melakukan kekerasan seksual terhadap istrinya selama 12 tahun penjara. Di Indonesia, ada dua orang yang dihukum dengan pasal ini yaitu Hari Ade Purwanto dan Tohari.

"Banyak yang saya tangani kasus perceraian berlatar belakang marital rape (pemerkosaan istri oleh suami)," kata seorang hakim yang enggan disebutkan namanya seperti dikutip dari detikcom, Kamis (9/7/2015).

Namun karena susah membuktikannya, permohonan cerai tidak menyertakan alasan marital rape dalam unsur gugatannya. Mereka umumnya mencantumkan alasan perceraian karena kekerasan fisik seperti sering dipukul, ditampar serta alasan lain seperti tidak diberi nafkah atau cekcok yang berkepanjangan dan hubungan sudah tidak harmonis.

Fakta marital rape baru terungkap setelah masuk sesi pembuktian. Sang istri bercerita dengan berlinang air mata tentang perilaku suaminya di ranjang.

"Seperti minta anal sex dan pemaksaan, sementara istri dalam keadaan menstruasi," ujarnya.

Karena tidak dimasukkan dalam materi gugatan, maka kasus marital rape tidak muncul dalan pertimbangan hakim. Alhasil, marital rape hanya menjadi saksi bisu sebuah kejahatan seksual keluarga.

"Biasanya yang seperti ini tidak terlalu dibahas dalam putusan karena banyak para pihak menutupinya dan tidak bisa dibuktikan oleh saksi (istri), hanya pengakuan salah satu pihak," ucapnya.

Para istri itu mengakui perlakuan menyimpang suaminya itu diakibatkan sering menonton film porno. Tetapi hakim tersebut belum pernah menemukan suami yang memaksa hubungan seksual dengan dildo atau meminta seks secara berjamaah (three some).

Padahal pelaku dijerat Pasal 8 huruf a UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). Pasal 8 huruf a berbunyi:

Kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c meliputi pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut.

Ancamannya pun tidak main-main. Dalam pasal 46 disebutkan:

Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 36 juta.

Mengapa di kasus ini banyak istri yang tidak memidanakan suaminya?

"Mereka masih berpikir dan kasihan anak-anak mereka, masa depan anak," jawabnya.

Di Indonesia, setidaknya telah ada 2 putusan pengadilan yang memutus bersalah suami yang memperkosa istrinya. Pertama yaitu Hari Ade Purwanto (29) yang dihukum selama 15 bulan penjara karena memaksa istrinya berhubungan badan di sebuah hutan di Pasuruan, Jawa Timur. Adapun Tohari yang dihukum PN Denpasar karena memperkosa istrinya Siti yang sedang sakit sesak nafas dan jantung. Beberapa pekan setelahnya Siti sakitnya makin parah dan meninggal dunia.

Berdasarkan data perceraian yang tercatat di Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA), pada tahun 2013 tercatat 319.066 pasangan melakukan perceraian. Mereka yang bercerai di Pengadilan Agama adalah pasangan yang sama-sama beragama Islam.
Dari jumlah tersebut, faktor terbanyak alasan perceraian yaitu karena tidak harmonis. Alasan ini mendorong 97.615 pasangan mengakhiri hubungan rumah tangga mereka.

Di tempat kedua yaitu perceraian karena tidak ada tanggung jawab. Sebanyak 81.266 pasangan memilih bercerai dengan alasan tersebut. Di posisi ketiga yaitu alasan ekonomi yaitu sebanyak 74.559 pasangan bercerai karena faktor ekonomi.

Lantas bagaimana dengan perselingkuhan? Hanya 25.310 pasangan yang memilih bercerai karena gangguan pihak ketiga atau berada di posisi keempat alasan perceraian. Setelah itu disusul karena krisis akhlak dan cemburu, masing-masing sebanyak 10.649 dan 9.338 kasus perceraian.

Ternyata perceraian karena poligami tidak sehat tidak menunjukkan angka signifikan. Hanya 1.951 kasus saja dari total seluruh perceraian di Indonesia. Adapun perceraian karena kawin paksa menunjukkan angka statistik pada 3.380 pasangan. (wartainfo.com)

» 10 Negara dengan Tingkat Kasus Pemerkosaan Wanita Paling Tertinggi Tahun 2015
» 5 Alat Anti Perkosaan Khusus Wanita Paling Aneh dan Unik di Dunia
» 7 Artis Wanita Terkenal Dunia yang Pernah Jadi Korban Pemerkosaan

Category: Berita Peristiwa, Hot NewsTags:
Jayabet