5 Fakta Menarik di Balik Reshuffle Kabinet Kerja Jokowi

klg asli

berhasil

Reshuffle kabinet kerja Jokowi

Wartainfo.com - Dalam jangka waktu Hanya 10 bulan Presiden Joko Widodo memutuskan untuk  melakukan perombakan kabinet kerja. Rabu (12/8) kemarin, Jokowi melantik 5 menteri dan sekretaris kabinet yang baru. Tidak semuanya muka baru karena ada yang digeser ke posisi baru.

Pelantikan 5 menteri ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 79/P/2015 tentang penggantian beberapa menteri periode 2014-2015. Sedangkan pelantikan Sekretaris Kabinet berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80/P/2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan Sekretaris Kabinet.

Empat nama yang tergusur dari kabinet adalah Tedjo Edhy Purdijatno, Rachmat Gobel, Indroyono Soesilo, dan Andi Widjajanto. Usai hiruk pikuk soal reshuffle kabinet, ada sejumlah cerita unik dan menarik. Seperti yang dilansir dari merdeka.com, berikut rangkumannya:

1. 3 Menko diganti, hanya Menteri Puan Maharani selamat

Dari 5 menteri baru yang dilantik, tiga menteri merupakan menteri koordinator. Yang menarik, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menjadi satu-satunya Menko yang aman dari reshuffle.

Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno diganti Luhut Binsar Panjaitan. Luhut untuk sementara merangkap jabatan sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Lalu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo diganti Rizal Ramli.

Sedangkan Menko Perekonomian Sofyan Djalil digeser menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Dia menggantikan Andrinof Chaniago.

Posisi Sofyan kini diisi oleh Darmin Nasution. Darmin Nasution merupakan mantan gubernur Bank Indonesia era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat diminta komentarnya, Puan pun mengaku tidak memedulikan penilaian negatif terhadap posisinya yang tidak diubah. "Ya tanya presiden. (Banyak komentar negatif) Ya silakan saja," kata Puan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8).

2. Dua menteri mantan pengamat dicopot

Dua nama yang tergusur dari kabinet yakni Seskab Andi Widjajanto dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.

Andrinof Chaniago sebelum jadi menteri dikenal sebagai pengamat politik dari UI. Dia juga merupakan pendiri dari lembaga survei, Cirus Surveyors Group. Pada November tahun lalu, Jokowi menunjuknya sebagai Kepala Bappenas.

Andrinof juga dikenal sebagai pengamat kebijakan publik Indonesia yang juga aktif dalam organisasi sosial non profit seperti Anggota Dewan Redaksi Jurnal Galang. Jurnal ini mengupas pemikiran tentang penggalangan dana sosial. Selain itu, ia juga sempat menjadi Ketua III Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI).

Sementara Andi Widjajanto, sebelum berkecimpung di dunia politik praktis, dia dikenal sebagai akademikus dan pengamat militer. Andi juga sempat ditunjuk sebagai deputi tim transisi pasca kemenangan Jokowi di Pilpres 2104.

Jabatan Andi di seskab memang kerap digoyang. Apalagi, Andi sempat diserang habis-habisan oleh para politikus PDIP. Andi disebut sebagai pengkhianat yang menjauhkan Jokowi dari partai pendukung pemerintah.

Padahal Andi bukan orang baru bagi PDIP. Ayahnya, Theo Syafei, adalah politikus senior sekaligus orang yang dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Theo meninggal pada 2011.

3. Jatah menteri NasDem dikurangi, PDIP ditambah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik lima menteri dan satu pejabat setingkat menteri baru di kabinet kerja periode 2014-2019. Dalam komposisi ini, Jokowi mengurangi satu jatah menteri dari NasDem dan menambah satu menteri dari PDIP.

Jokowi mengganti Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno yang juga kader Partai NasDem. Tedjo digantikan oleh mantan Politikus Golkar Luhut Binsar Panjaitan yang sebelumnya menjabat sebagai kepala staf kepresidenan.

Sementara untuk jatah PDIP, Jokowi menunjuk Pramono Anung untuk duduk di kursi sekretaris kabinet, menggantikan Andi Widjajanto. Total kursi menteri PDIP kini lima di kabinet kerja.

Jatah menteri bagi NasDem memang sempat ramai dibahas saat Jokowi mengumumkan kabinet kerja akhir Oktober 2014 lalu. Dengan jumlah kursi di DPR yang tidak terlalu banyak, NasDem dinilai terlalu banyak mendapatkan jatah kursi. NasDem dapat tiga jatah kursi menteri ditambah satu jabatan Jaksa Agung.

Menanggapi dikuranginya jatah satu kursi menteri, Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengaku tidak masalah. Menurut dia, pergantian ini dilakukan untuk memperkuat kerja pemerintahan ke depan semakin baik.

"Yang penting kita outputnya, bagaimana kinerja kabinet kerja bisa berjalan lebih baik," kata Surya Paloh saat menghadiri acara pelantikan menteri kabinet kerja baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8).

4. Dimusuhi PDIP, Rini Soemarno tak tersentuh reshuffle

Nama menteri BUMN Rini Soemarno ternyata aman dari reshuffle. Padahal dulu sejumlah politikus PDIP sempat sesumbar, jika ada reshuffle nama Rini akan jadi yang pertama kena.

Bukan menjadi rahasia lagi jika keberadaan Rini di kabinet kerja pemerintahan Jokowi-JK sangat tidak diinginkan oleh PDIP. Bahkan bukan cuma karena isu merendahkan presiden saja Rini diserang, sejak dilantik menjadi menteri pun para elite PDIP getol menyerang Rini dengan berbagai tudingan.

Padahal Rini dikenal sebagai orang yang tak asing bagi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ke manapun Megawati pergi, Rini tak pernah absen untuk mendampingi sang Presiden ke-4 Indonesia itu. Kedekatannya dengan Megawati tak diragukan, karena Rini sempat menjadi menteri di era Megawati dulu.

Kecaman paling keras pernah diucapkan oleh politikus PDIP Effendi Simbolon. Dengan lantang, dia meminta Seskab Andi Widjajanto dan Menteri BUMN Rini Soemarno mundur dari pemerintahan. Effendi beralasan Andi dan Rini membuat kebijakan pemerintah berhaluan liberal.

"Harus secepatnya melengserkan dua orang itu (Rini Soemarno dan Andi Widjojanto) dan seluruh kroninya. Ini kan geng-gengnya Kuntoro Mangun yang mencengkram dunia persilatan Jokowi," kata Effendi di gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (5/2).

Politikus PDIP Masinton Pasaribu menyebut jika Rini adalah brutus di Istana. Kemudian, Effendi Simbolon yang mengatakan bahwa Rini Soemarno merupakan salah satu pengkhianat. "Kalau Andi sama Rini itu kan pengkhianat, ya itulah Ibu Mega terlalu percaya dulu," kata Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon kala itu. (wartainfo.com)

5. Pramono Anung diminta jadi seskab sejak 3 pekan lalu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet menggantikan Andi Widjajanto. Soal perombakan kabinet ini, Pramono mengaku sudah mengetahuinya sejak tiga pekan lalu.

"Sebenarnya dari jauh-jauh hari beliau berkeinginan yah, tapi secara formal 3 Minggu lalu saya ditelepon. Ditanyakan apakah bersedia," kata Pramono di Istana, Jakarta, Rabu (12/8).

Usai ditelepon Jokowi, Pramono tidak langsung mengiyakan. Tetapi terlebih dahulu meminta izin kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Karena saya sebagai anggota partai harus ada ketertiban aturan main maka saya minta hormat dulu pada Bu Ketum Megawati, boleh atau tidak dan alhamdulillah diizinkan," jelas Pramono.

"Sehingga dengan demikian Minggu malam saya diundang beliau di istana sekitar 45 menit kita ngobrol bersama. Di situ beliau menyampaikan. Ya udah dalam waktu dekat akan dilantik," tambahnya.

Menurut Pramono, ada pesan khusus yang disampaikan Presiden Jokowi kepada dirinya. Jokowi meminta Pramono untuk membangun komunikasi di internal kementerian lingkungan Istana dan partai-partai politik.

"Ya pasti ada. Ya yang jelas komunikasi ke dalam dan keluar. Ya salah satunya (parpol)," tutupnya.

» Reshuffle Kabinet Kerja: Ini Daftar Nama Menteri dan Seskab Baru yang Dilantik Jokowi

Category: Berita Peristiwa
Jayabet