7 Hal Terbesar yang Paling Ditakuti Ibu Hamil

klg asli

berhasil

Ketakutan Terbesar Para Ibu Hamil

Wartainfo.com - Menunggu kelahiran si jabang bati merupakan masa yang menyenangkan, menegangkan, sekaligus mendebarkan hati. Memasuki minggu ke-37 hampir semua ibu hamil mulai memasuki masa penantian itu.

Namun, sering kali menyadari adanya makhluk hidup kecil yang tumbuh di rahim Anda, justru membuat ibu hamil merasa khawatir dan takut akan beberapa hal. Apalagi, jika ini pengalaman pertama Anda dalam kehamilan.

Terpenting untuk diingat adalah, jika Anda dalam kondisi sehat, tak ada alasan untuk terlalu sering merasa khawatir dan panik. “Kebanyakan ibu hamil yang memerhatikan dan mengoptimalkan kondisi kesehatan sejak sebelum kehamilan, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan mendapatkan perawatan prenatal yang tepat diharapakan dapat lebih menikmati kehamilannya ketimbang mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu,” ujat Alyssa Dweck, M.D., asisten professor di departemen kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Mount Sinai School of Medicine.

Meski menurut Alyssa, kondisi ibu hamil yang sehat pun tak cukup kuat untuk mengurangi kekhawatiran para ibu hamil tentang kehamilan. Seperti di lansir HealthKompas Berikut ini tujuh hal terbesar yang sering kali dikhawatirkan oleh para ibu hamil.

1. Keguguran

“Satu dari lima kehamilan akan berakhir dengan keguguran yang biasanya terjadi antara 10-12 minggu pertama,”  kata Dweck. Kebanyakan disebabkan karena kelainan genetik dan ini tak dapat dicegah. Sehingga, mengkhawatirkan ini terjadi, tak ada manfaatnya bagi ibu hamil. Tapi, untuk menurunkan risiko keguguran terjadi, Anda bisa eberhenti merokok dan menjaga kenaikan berat badan dalam standar sehat.

Jika terjadi pendarahan dan merasakan sakit di awal kehamilan, segeralah konsultasi pada dokter untuk memastikan tidak terjadi keguguran. Jika ternyata kehamilan Anda baik-baik saja, ini berarti saatnya untuk berhenti khawatir dan mulai berpikir positif. Kabar baiknya adalah, meski Anda pernah mengalami keguguran, kesempatan untuk mengalami keguguran lagi di kehamilan berikutnya tidak meningkat, ucap Mary Jane Minkin, M.D, profesor klinis obstetrics and gynecology at Yale Medical School.

2. Adanya cacat bawaan pada bayi

Mayoritas cacat bawaan tidak dapat dicegah, tapi kejadian ini sangat jarang. Cacat bawaan terjadi pada tiga sampai empat persen bayi, itu berarti 96 sampai 97 persen bayi baru lahir takkan mengalaminya. “Sebenarnya, saat ini kita sangat beruntung dengan adanya teknologi modern yang menyediakan ultrasound resolusi tinggi, sehingga dapat dengan mudah mengetahui adanya kelainan-kelainan, semua hal dari kelainan jantung hingga jari yang jumlahnya kurang ,” ujar Dweck.

Inilah mengapa, sangat penting bagi ibu hamil untuk menjauhi alkohol, rokok, dan obat-obatan tertentu untuk meminimalkan risiko terjadinya kelainan.

3. Tak sengaja terbentur dan sangat khawatir akan menyakiti bayi

Kabar baiknya adalah, hampir tidak mungkin bayi di dalam kandungan tersakiti. “Pasalnya, ada satu ton cairan ketuban pelindung yang mengelilingi janin,” jelas Minkin.

4. Melahirkan prematur

Tak ada yang benar-benar bisa mengatakan adanya kemungkinan untuk melahirkan prematur. Tapi, risikonya akan lebih besar pada ibu hamil yang pernah memiliki riwayat melahirkan prematur atau pernah terjadi pendarahan sebelumnya. Sementara itu, menurut Minkin, persalinan prematur terjadi pada sekitar 10 persen kehamilan.

Baca juga: Kenapa Sulit Hamil dan Apa Penyebabnya?

Pada ibu hamil yang berat badannya tidak naik terlalu banyak justru memiliki risiko lebih rendah mengalami persalinan prematur, karena tekanan darah dan diabetesnya terjaga, di mana jika keduanya mengalami peningkatan tak terkontrol dapat menyebabkan munculnya kontraksi awal. Tapi, rata-rata ibu hamil, selama kondisi kehamilannya sehat, tak perlu terlalu khawatir akan melahirkan sebelum usia kandungan 37 minggu, kata para ahli.

5. Leher bayi terlilit tali pusat

Lilitan tali pusat di leher bayi, sebenarnya adalah hal yang biasa terjadi saat melahirkan dan terjadi pada 25 persen ibu hamil. “Tapi, tak perllu terlalu ditakutkan,” kata Dweck. Cairan ketuban menyediakan pelindung yang cukup untuk membatasi lilitan tali usat dengan leher bayi. “Sangat jarang, tali pusat melilit leher bayi hingga beberapa lilitan dan menyebabkan masalah. Kalaupun ada, tentu ini pengecualian,” ujarnya.

6. Tak cukup tenaga untuk mengejan saat melahirkan

Mulai dari rasa sakit yang luar biasa, khawatir tak dapat mencapai rumah sakit tepat waktu hingga khawatir mengeluarkan kotoran ketika mengejan. Hampir semua hal dikhawatirkan oleh ibu hamil menjelang persalinan. Tentu, proses melahirkan memang sakit, tapi ada pilihan yang aman dan efektif yang bisa dipilih, seperti anastesi spinal dan epidural, relaksasi dan teknik pernapasan. Dweck.

“Saya sering menyarankan ibu hamil untuk berpikiran terbuka dalam hal ini dan mengingatkannya bahwa emmilih menggunakan obat nyeri bukanlah suatu kegagalan,” jelas Dweck. “Sedangkan untuk keluar kotoran saat mengejan? Banyak ibu hamil yang seperti itu dan saya rasa semua dokter pernah melihatnya. Jadi, tak ada alasan untuk merassa takut. Faktanya, jika Anda tak buang air besar, bisa jadi Anda kurang kuat mengejan dan mendorong,” papar Minkin.

7. Operasi caesar darurat

Meski tingkat kelahiran dengan operasi Caesar sekitar 30-35 persen dari semua kelahiran, yang disebabkan keadaan darurat lebih sedikit dari itu. Anda memerlukan operasi Caesar dalam waktu 30 menit, jika detak jantung bayi tak terdengar kuat, plasenta terpisah dari dinding rahim, atau ketika bayi terlilit tali pusat, di mana saat itu ketuban sudah pecah.

Tapi, kesempatannya lebih besar Anda tak mengalami hal itu. Pasalnya, menurut Minki, kasus ini terjadi tidak lebih pada satu sampai dua persen, namun tentu dokter spesialis kandungan tak dapat memprediksi hal ini. (wartainfo.com)

» 10 Tanda dan Ciri Ciri Gejala Awal Wanita Sedang Hamil atau Mengandung
» 6 Mitos Unik untuk Memprediksi Jenis Kelamin Bayi

Category: Kesehatan, WanitaTags:
obat viagra