Arti Warna Darah Haid ‘Menstruasi’ dan Penyebabnya, Wanita Harus Tahu!

klg asli

berhasil

Arti Warna Darah Haid Menstruasi Wanita

Warna Darah Haid 'Menstruasi' Wanita - Seperti warna darah pada umumnya, saat haid warna merah darah yang keluar itu biasa dan normal. Seperti dilansir situs konsultasi kesehatan meetdoctor, darah menstruasi yang dikeluarkan dari rahim wanita setiap bulannya memiliki tekstur dan warna yang berbeda-beda dengan artinya masing-masing.

Hasil dari sel telur yang meluruh karena tidak terjadi pembuahan ini dapat menghasilkan warna merah terang, kecokelatan hingga hitam, serta dapat bertekstur tipis atau sangat tebal. Perubahan yang terjadi pada warna dan tekstur darah kotor, bukanlah termasuk kondisi yang serius, namun tetap harus diwaspadai segala kemungkinannya.

Kondisi menstruasi yang normal terjadi setiap bulan karena tidak adanya kehamilan, biasanya setiap 21-35 hari sekali dalam jangka waktu dua hingga tujuh hari. Darah yang dikeluarkan pun jumlahnya bervariasi, dari hanya sebanyak 4 sendok teh hingga sebanyak 12 sendok teh setiap kali kedatangan tamu.

Berdasarkan warna darah haid atau menstruasi bulanan wanita dapat berarti:

  1. Merah terang, darah yang baru saja dikeluarkan dari dalam tubuh. Aliran darah yang terjadi cenderung ringan dan teratur.
  2. Merah gelap, yang menandakan adanya darah yang lebih tua dan sudah lebih lama disimpan dalam rahim dan baru keluar sekarang. Biasanya, darah dengan warna demikian terjadi saat wanita bangun tidur.
  3. Kecokelatan maupun kehitaman, yang menandakan adanya darah tua. Para wanita yang mengalami darah ini biasanya mengalaminya mendekati akhir periode menstruasi dengan aliran darah yang tidak deras. Wanita dengan kondisi siklus menstruasi yang tidak teratur juga cenderung mengalami darah menstruasi dengan warna demikian.
  4. Oranye, warna yang timbul karena darah bercampur dengan cairan dari serviks. Selain itu, warna oranye juga dapat mengindikasikan adanya infeksi. Jika darah oranye terus terjadi dengan adanya gejala kesehatan, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Tekstur darah pun dapat berbeda-beda. Saat darah yang keluar berbentuk menggumpal, artinya perdarahan menstruasi yang terjadi cenderung berat. Normalnya, tubuh memproduksi antikoagulasi supaya perdarahan yang terjadi dapat menggumpal dan berhenti.

Namun, saat menstruasi berlangsung, hal ini tidak sempat dilakukan oleh tubuh, membuat darah jadi keluar dalam bentuk gumpalan-gumpalan darah berwarna gelap. Jika darah yang keluar terus-menerus dalam kondisi seperti ini, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan ke dokter.

Pada darah yang berbentuk licin seperti jelly, artinya darah kotor tercampur dengan lender dari serviks pada vagina. Pada jenis darah yang tipis dan cair, darah sudah kembali bekerjasama dengan anticoagulant alami tubuh karena perdarahan yang terjadi juga sudah tidak seberat sebelumnya dan darah berwarna merah terang.

Saat darah tampak keluar dengan suatu gumpalan jaringan berwarna keabuan dalam jumlah yang banyak, kemungkinan besar telah terjadi keguguran atau aborsi yang perlu segera diperiksakan ke dokter.

Darah lainnya yang tampak tidak normal dapat diakibatkan oleh keberadaan fibroids atau leiomyomas, sejenis tumor jinak yang ada di dalam rahim. Tanda dari terjadinya fibroids adalah adanya darah menstruasi yang lebih banyak daripada biasanya dengan waktu darah menggumpal yang lebih panjang.

Hal-hal yang harus diwaspadai dari perubahan tekstur dan warna pada darah menstruasi adalah jika kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan gejala rasa lelah berlebihan, rasa pusing, kulit dan kuku yang menjadipucat dan siklus menstruasi yang tidak teratur. Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya penyakit anemia yang membutuhkan suplemen zat besi.

Siklus Menstruasi Haid pada Wanita Perempuan yang Datang Bulan

Selain bervariasi dalam warna darah, konsistensi lamanya menstruasi, ketebalan, dan pembekuannya juga bermacam-macam. Namun ada saatnya jika tanda-tanda itu menunjukkan ada masalah.

Jika menyangkut masalah darah menstruasi, mungkin wanita malu menanyakannya ke penyedia layanan kesehatan, padahal itu sangat penting.

Siklus Menstruasi

Selama siklus menstruasi, lapisan rahim menebal bersiap-siap untuk kehamilan. Dan selama periode menstruasi, tubuh wanita melepaskan lapisan rahim bersama darah. Jumlah darah dan cairan yang hilang biasanya antara 4 dan 12 sendok tek per siklus.

Siklus menstruasi rata-rata berlangsung selama 28 hari. Dan beberapa wanita mengalami siklus yang singkat dalam 21 hari. Tapi ada wanita yang bisa selama 35 hari. Dan periode normal berlangsung antara 2 sampai 7 hari. Rata-rata periode 3-5 hari.

Darah Menggumpal

Banyak wanita yang mengalami gumpalan darah dari waktu ke waktu. Gumpalan itu bisa berwarna merah terang atau gelap. Seringkali, gumpalan darah yang mengalir pada hari-hari terberat pendarahan. Aliran gumpalan bisa membuat darah menstruasi terlihat tebal atau padat dari biasanya.

Tubuh wanita bisa melepaskan antikoagulan untuk menjaga darah menstruasi dari pembekuan. Ketika haid deras dan darah mengalir dengan cepat, tak ada waktu yang cukup bagi antikoagulan untuk bekerja yang memungkinkan untuk membentuk gumpalan.

Namun, jika wanita memiliki pembekuan yang berlebihan atau lebih besar dari seperempat, maka wanita itu harus menemui dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Darah Menstruasi yang Bermasalah

Perubahan warna dan ketebalan darah menstruasi seringkali normal. Tapi ada beberapa masalah yang bisa menyebabkan gumpalan abnormal di darah menstruasi atau menyebabkan perubahan warna atau ketebalan selama periode Anda.

Seperti yang dikutip WebMD, masalah yang bisa menyebabkan perubahan dalam darah menstruasi itu meliputi:

1. Keguguran

Wanita yang mengalami keguguran bisa mengalami gumpalan darah atau jaringan abu-abu dari vagina. Jika Anda kemungkinan hamil, pastikan memeriksakannya ke dokter jika Anda melihat pendarahan yang berlebihan atau pembekuan.

2. Fibroid

Uterine fibroid juga disebut leiomioma. Ini adalah tumor jinak yang terbentuk di rahim. Fibroid tidak selalu menimbulkan gejala. Bahkan, meningkatnya penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan wanita dengan tumor kecil "fibroid" tidak memiliki gejala sama sekali.

Tapi wanita dengan fibroid mungkin bisa melihat dengan jumlah darah menstruasi yang lebih banyak dari biasanya. Jika Anda memiliki fibroid, Anda mungkin memiliki lebih banyak gumpalan dalam periode Anda daripada yang pernah Anda alami sebelumnya.

3. Perubahan hormonal

Tubuh Anda bergantung pada keseimbangan progesteron dan estrogen. Hormon ini mengatur produksi dan luruhnya lapisan rahim.

Bila keseimbangan ini terganggu, maka dapat mengarah pada pengembangan dari suatu lapisan rahim terlalu tebal. Ketebalan ini dapat berkontribusi dengan lebih banyaknya perdarahan dari biasanya. Hal ini juga dapat menyebabkan pembekuan dalam darah menstruasi.

Perubahan hormon bisa terjadi karena berbagai alasan, termasuk:

a. Menopause
b. Perubahan berat yang dramatis
c. Efek samping dari beberapa obat, termasuk steroid
d. Uterus besar

Jika rahim Anda melebar selama kehamilan dan tak kembali ke ukuran aslinya, mungkin besar ini akan permanen. Dengan pembesaran rahim, darah menstruasi mungkin memiliki waktu ungtuk mengumpulkan dan menggumpal sebelum dilepaskan dari tubuh. Ini bisa mengakibatkan warna menjadi gelap atau aliran menstruasi menjadi tebal

e. Obstruksi darah menstruasi

Apa pun yang menghalangi atau menghambat aliran darah menstruasi dari rahim melalui serviks dan keluar dari vagina bisa menyebabkan masalah pembekuan, warna, atau ketebalan dari darah menstruasi.

Polip jinak di dalam rahim bisa mengubah aliran darah selama periode Anda. Aliran ini juga dapat diperlambat sewaktu menopause ketika kanalis servikalis dapat menjadi lebih kecil dengan dropnya tingkat estrogen.

f. Adenomiosis atau endometriosis

Kondisi terkait terjadi ketika jaringan yang membentuk lapisan rahim ditemukan di tempat yang salah. Pada endometriosis, jaringan ini berkembang di luar rahim. Dalam adenomyosis tumbuh dalam otot yang membentuk dinding rahim.

Kedua kondisi ini dapat menyebabkan haid menjadi tidak normal dan arusnya deras. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan masalah darah haid seperti pembekuan atau ketebalan.

Diagnosa Menstruasi

Dokter biasanya akan menyarankan pasiennya melakukan beberapa tes untuk menentukan ada tidaknya masalah dengan darah menstruasi. Tes itu meliputi:USG Vagina: Tes ini menggunakan gelombang suara untuk mengambil gambar bagian dalam vagina dan rahim

  1. MRI: Prosedur ini non-invasif yang bisa memberikan gambar pertumbuhan seperti fibroid, yang bisa berkontribusi terhadap masalah menstruasi Anda.
  2. Kerja darah: Dokter mungkin akan mengetes darah untuk menentukan apakah pembekuan darah berjalan dengan benar. Tes itu juga membantu memastikan bahwa Anda tak menderita anemia, kekurangan zat besi yang bisa menghasilkan kehilangan darah atau gangguan pembekuan.
  3. Biopsi: Dalam prosedur ini, dokter akan mengambil sedikit sampel jaringan dari lapisan rahim untuk dianalisa
  4. Dilatasi dan kuretase. Dalam prosedur ini, leher rahim Anda melebar dan ahli bedah mengorek lapisan rahim dan leher rahim.

Hal ini bisa digunakan untuk membantu meringankan perdarahan yang berlebihan atau memperoleh sampel jaringan untuk analisis. (wartainfo.com)

Lantas kapan Anda perlu ke dokter?

Masalah pendarahan menstruasi jarang yang serius. Kehilangan darah yang signifikan bisa terjadi dari waktu ke waktu meski itu akan ketahuan secara bertahap. Temui dokter Anda jika mengalami salah satu dari tanda-tanda berikut ini:

  • Kelelahan dengan aktivitas normal
  • Kulit pucat
  • Dudukan kuku pucat, tidak merah muda
  • Periode tidak teratur atau sering pendarahan antara periode.

» 6 Penyebab Organ Intim 'Miss V' Wanita sering Terasa Sakit
» 5 Tanda Wanita Sedang Dalam Masa Subur

Category: Kesehatan, Wanita
Jayabet