Boleh Tidak Orang Tua Mencium Bibir Anak? ini Pendapat Ahli

klg asli

berhasil

Orangtua Mencium Bibir Anak

Wartainfo.com - Mencium anak di bibir biasa dilakukan di banyak negara. Bagi banyak keluarga, hal ini sekadar merupakan kebiasaan yang sudah berjalan turun-temurun. Banyak juga keluarga yang tidak menjalankan kebiasaan ini karena merasa orangtua tidak semestinya mencium anak di bibir.

Atau, banyak yang awalnya merasa risih melihat gaya ciuman seperti ini, namun setelah memiliki anak sendiri ternyata tidak merasakan hal tersebut sebagai sesuatu yang janggal. Tapi bolehkah mencium anak di bibirnya?

Nah, ternyata kebiasaan ini tidak sepenuhnya patut untuk dilakukan. Seorang dokter bahkan menyatakan bahwa kebiasaan mencium bibir anak benar-benar harus segera dihentikan. Menurut dr Charlotte Reznick, kebiasaan ini memang merupakan salah satu cara menunjukkan kasih sayang, namun ciuman di bibir adalah gestur yang terlalu seksual.

"Mulut adalah salah satu bagian sensitif seksual. Sehingga, mencium bibir dapat menstimulasi dah membuat anak menjadi bingung, karena anak bisa saja mengasosiasikan kegiatan ini dengan aktivitas romantis yang dilakukan kedua orangtuanya," jelas Reznick.

Reznick, yang juga penulis buku berjudul The Power of Your Child's Imagination: How to Transform stress and Anxiety Into Joy and Success, menambahkan pula bahwa tanpa disadari oleh orangtua, kebiasaan mencium bibir anak dapat membuat anak memiliki pikiran dan menyimpulkan aktivitas romantis ayah dan ibunya.

"Anak bisa berpikir: 'Jika Ibu mencium Ayah di bibir dan sebaliknya, apa artinya jika aku yang masih kecil mencium orangtuaku di bibir?'," imbuh Reznick.

Akan tetapi, seorang psikolog anak sangat tidak sependapat dengan pandangan Rezncik mengenai kebiasaan orangtua mencium bibir anak yang tidak boleh dilakukan. Menurut Sally-Anne McCormack, sang psikolog, mencium bibir anak merupakan hal yang boleh dilakukan dan tidak berbahaya.

"Sangat tidak mungkin mencium anak yang masih kecil di bibir akan membuat mereka bingung. Ini sama saja dengan menyatakan bahwa menyusui ASI akan membingungkan. Beberapa orang memang mempermasalahkan itu, akan tetapi apakah ini tidak lebih seksual ketimbang menggosok punggung bayi?" ujar McCormack.

Pada dasarnya, orangtua perlu mengekspresikan kasih sayang pada anak karena hal ini memberikan dampak jangka panjang. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Epidemiology and Community Health mengungkapkan bahwa bayi dengan ibu yang penuh kasih sayang akan tumbuh menjadi orang dewasa yang tabah dan tidak mudah cemas. (wartainfo.com)

ยป Arti dan Makna 10 Jenis Ciuman yang Perlu Kamu Tahu

Category: Gaya Hidup, RelationshipTags:
Jayabet