Dampak Buruk Memanaskan Sepeda Motor, Boros Bahan Bakar!

klg asli

berhasil

Dampak Buruk Memanaskan Sepeda Motor

Wartainfo.com - Perkembangan teknologi sepeda motor saat ini sudah tergolong maju. Baik dari segi kelengkapan penunjang kenyamanan, keselamatan dan juga penghasil tenaga.

Mesin termasuk bagian yang jadi target utama. Dalih efisiensi dan emisi jadi pertimbangan utama. Namun hal tersebut sepertinya tidak terkomunikasi dengan baik ke konsumen. Terbukti hingga saat ini kebiasaan memanaskan sepeda motor di pagi hari atau sebelum memulai perjalanan masih dilakukan.

Bagi sebagian orang, memanaskan sepeda motor adalah ritual wajib sebelum berkendara. Padahal, saat ini perkembangan teknologi sepeda motor saat ini sudah tergolong maju dan tidak mengharuskan sepeda motor dipanaskan dalam waktu lama di pagi hari.

Sektor mesin adalah salah satu bagian yang mendapat sentuhan teknologi terbaru dari perkembangan sepeda motor, demi mengejar efisiensi bahan bakar. Positifnya, mesin dengan teknologi Fuel Injection (FI/injeksi), sudah tidak lagi perlu dipanaskan layaknya motor dengan sistem karburator.

Baca juga:Syarat dan Tata Cara Mengurus Sendiri Mutasi Kendaraan Bermotor

Hal tersebut dijelaskan oleh Sarwono Edi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM). Menurut Edi, kebutuhan bahan bakar untuk mesin dengan sistem injeksi sudah diatur oleh Engine Control Module (ECM), jadi tak perlu menarik handel gas ketika dipanasi.

”Cukup panaskan 30 detik dan maksimal 1 menit dan biarkan stasioner. Oli sudah dapat bersirkulasi dengan baik pada putaran mesin stasioner. Tidak perlu digeber-geber karena akan sia-sia,” ujar Edi saat berbincang dengan KompasOtomotif beberapa waktu lalu.

Pemborosan Bahan Bakar

Edi melanjutkan, bila sering atau terlalu lama memanaskan mesin maka efek buruknya tentu saja pemborosan bahan bakar. ”Terlalu lama memanaskan mesin makan bensin terbuang begitu saja, lebih baik bensin digunakan untuk berkendara di jalan."

Kemungkinan lainnya, tambah Edi, adalah komponen seperti knalpot akan mengalami panas berlebihan. Ini berpotensi bisa merusak cat knalpot tersebut.

Sekalipun tidak dipanaskan, mesin dengan teknologi injeksi juga sudah siap dibawa berkendara. Kecil kemungkinan akan ada gejala mesin tersendat (brebet) karena kurang panas, seperti yang sering dialami sepeda motor dengan karburator.

Buktinya adalah tidak adanya tuas choke di mesin injeksi. Pada mesin karburator, choke digunakan untuk membantu ketika mesin sulit dihidupkan. Edi menjelaskan, sepeda motor fuel injection tidak memerlukan choke, karena sudah mempunyai sensor yang mendeteksi suhu mesin. (wartainfo.com)

» 7 Sepeda Motor Yamaha terbaru Dipertengahan 2015
» 5 Hal yang Menyebabkan Warna Cat Motor Jadi Pudar dan Kusam

Category: OtomotifTags:
obat viagra

Jayabet