Hilang, Dania Agustina Rahman Pendaki Semeru Ditemukan Tewas!

klg asli

berhasil

Foto Dania Agustina Rahman Pendaki Gunung Semeru yang Hilang dan Meninggal Dunia

Wartainfo.com - Seorang pendaki gunung asal Sukabumi, Dania Agustina Rahman (19) meninggal dunia saat mendaki Gunung Semeru, 11 Agustus.2015 Berdasarkan data dari Pos Ranupane, dia beralamat di Jalan AR Hakim No 4 RT 04 RW 04 Klurahan Benteng, Sukabumi, Jawa Barat. Jenazah Dania dalam proses evakuasi ke Pos Ranupane.

Dania adalah mahasiswi Universitas Pasundan (Unpas) Bandung jurusan Teknik Industri angkatan tahun 2014. Belum diketahui, apakah Dania mendaki bersama tim dari kampus atau sendiri. Namun informasi dari grup Pendaki Indonesia, diketahui Dania sering beraktivitas alam bebas bersama kelompok Baraya Sukabumi. Hingga kini, belum ada konfirmasi dari pihak Kampus Unpas soal Dania.

Diberitakan Surya, Kamis (13/8/2015) ini operasi SAR digelar. Pencarian melibatkan sejumlah pihak antara lain Basarnas Jember dan Surabaya, juga pecinta alam di Kabupaten Lumajang dan porter Gunung Semeru.

Sebelumnya, Daniel Saroha (31) pendaki asal Bogor, juga dilaporkan hilang di Gunung Semeru dan sampai saat ini belum ditemukan

"Saat petugas melakukan pencarian terhadap pendaki yang hilang bernama Daniel Saroha (31), warga Bogor yang juga belum ketemu, petugas mendapati pendaki lain bernama Dania yang meninggal dunia karena tertimpa batu berukuran besar dari puncak Semeru," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari, kemarin malam

Dania, gadis berusia 19 tahun, adalah warga Kota Sukabumi, Jawa Barat. "Sepupu saya memang sudah terlihat hobi berpetualangannya sejak duduk di bangku SD, bahkan dibandingkan jalan-jalan pasar modern, Dania lebih senang jalan dan berpetualang ke alam terbuka," kata sepupu Dania, Reynaldi di Sukabumi kemarin.

Foto Dania Agustina Rahman Pendaki Wanita Gunung Semeru yang Hilang Ditemukan Tewas Meninggal

Foto Dania Agustina Rahman Pendaki Gunung Semeru yang Hilang dan Ditemukan Meninggal Dunia

Menurut Rey, Dania adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara ini yang tinggal bersama orangtuanya di Komplek Perbata, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

"Hobinya itu sulit dilarang, karena jiwa petualangannya sudah terbentuk sejak kecil. Bahkan saat kami SD, Dania lebih sering jalan dan main ke alam terbuka dibandingkan diam di rumah padahal almarhumah perempuan," tambahnya.

Menurut bibi Dania, Rena Maryana, saat ini keluarga tengah menjemput jenazah Dania ke Lumajang. Informasi terakhir jasad Dania sudah dievakuasi oleh Tim SAR gabungan ke rumah sakit.

"Ibu almarhumah sangat shock melihat kejadian ini, bahkan saat melihat tayangan dan running teks televisi, ibunya sempat tidak sadarkan diri," tambah Rena.

Pendaki yang meninggal dunia atas nama Dania Agustina Rahman (19), perempuan, berat badan 60 kilogram, tinggi 170 cm yang beralamatkan di Jalan A.R. Hakim Perbata Nomor 4 RT 04 RW 04 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sedangkan pendaki yang mengalami patah kaki bernama M. Rendika (18) beralamatkan di Jalan Penguin 7 Nomor 157 Desa Kenanga Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Medan, Sumatera Utara.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari menjelaskan pendaki perempuan yang meninggal tersebut ditemukan sekitar 200 meter di bawah puncak Semeru (Mahameru) dan penyebab meninggalnya korban karena tertimpa batu besar yang terjatuh dari puncak. "TNBTS sudah melarang pendaki untuk naik ke puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, namun masih saja banyak pendaki yang nekat menerobos naik ke Mahameru," keluhnya.

Dengan demikian, tercatat satu pendaki meninggal, satu pendaki terluka, dan satu pendaki masih dinyatakan hilang di jalur pendakian Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa
obat viagra

Jayabet