Jenazah Dita Amelia Pramugari Trigana Air yang Jatuh, Teridentifikasi

klg asli

berhasil

Foto Dita Amelia Kurniawan Pramugari Korban Pesawat Trigana Air yang Jatuh

Wartainfo.com - Ucapan duka cita dan belasungkawa mengalir di akun Facebook Dita Amelia Kurniawan, salah satu pramugari sekaligus korban kecelakaan pesawat Trigana Air ATR 42 PK YRN di Kawasan Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (16/8/2015).

Jenazah Dita Amelia Kurniawan, salah seorang dari dua pramugari pesawat Trigana Air jenis ATR42 PK-YRN nomor lambung IL-267 yang jatuh di Pegunungan Bintang, Papua, berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua pada Jumat, 21 Agustus 2015.

Tim identifikasi Polda Papua juga kembali berhasil mengidentifikasi dua jenazah lainnya, yakni Asirun dan Agustinus Lukas Luanmase.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri Brigjen Polisi Arthur Tampi menjelaskan pada hari kedua identifikasi korban ada sepuluh kantong jenazah yang diperiksa. Tujuh di antaranya memerlukan pemeriksaan DNA yang harus dilakukan di laboratorium DNA di Mabes Polri, Jakarta.

Foto Dita Amelia Kurniawan Pramugari Cantik Korban Trigana Air yang Hilang dan Jatuh

"Ini dilakukan dengan data pembanding," kata Tampi saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura, Papua, Jumat, 21 Agustus 2015.

Dalam pemeriksaan DNA, kata Tampi, tergantung pada kondisi korban. "Tapi kalau sampel pembanding pasti bagus karena diambil dari keluarga korban, misalnya ada yang dari rongga mulut atau darah dari keluarga korban,” katanya kepada wartawan.

Saat memberikan keterangan pers, Tampi didampingi Kapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw, Ketua Komisi V DPR RI Michael Watimena, dan beberapa anggota Komisi V DPR RI. Menurut Tampi, saat ini yang menjadi  persoalan adalah bagaimana mendapatkan sampel dari DNA korban. Sebab, ada beberapa sel DNA yang sulit untuk didapatkan.

Foto Dita Amelia Kurniawan Pramugari Cantik Korban Tewas Trigana Air yang Hilang dan Jatuh

“Kita pahami bersama kondisi korban sudah tak utuh lagi dan ada yang kondisi terbakar. Pengambilan sel DNA membutuhkan profil sel yang hidup. Namun dengan kondisi terbakarnya tubuh manusia, maka akan sulit didapatkan sel DNA itu. Biasanya kami butuhkan waktu tiga-empat minggu untuk masing-masing korban,” ia menjelaskan.

Sebelumnya, dari 54 kantong jenazah korban kecelakaan Trigana Air, sudah ada empat jenazah yang berhasil diidentifikasi. Jadi dalam dua hari ini sudah ada tujuh korban yang teridentifikasi. Jenazah yang telah teridentifikasi akan diserahkan Polda Papua ke pihak manajemen Trigana Air Service untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing korban.

Pesawat Trigana Air mengalami kecelakaan di sekitar wilayah Distrik Okbape yang berjarak sekitar 13 mil dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Dugaan sementara, pesawat menabrak Gunung Tangok yang ada disekitar wilayah Distrik Okbape, pada Minggu, 16 Agustus 2015 dalam perjalanan dari Bandara Sentani, Jayapura, ke Bandara Oksibil, Pegunungan Bintang.

Usai diserahterimakan ke pihak keluarga, peti jenazah langsung dimasukan ke dalam mobil ambulance. Jenazah pramugari Dita Amelia Kurniawan langsung dikirim ke Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta menuju rumah duka yang beralamat di Kampung Beting, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. (wartainfo)

Category: Berita Peristiwa, NewsTags:
Jayabet