Kerangka Manusia Ibu dan Anak Berpelukan Berusia Ribuan Tahun Ditemukan!

klg asli

berhasil

Ditemukan Kerangka Korban Gempa Ibu dan Anak Berpelukan

Wartainfo.com - Baru-baru ini Arkeolog Tiongkok menemukan situs purbakala yang sangat menyedihkan. Penemuan arkeologi ini seolah menggambarkan kisah cinta ibu dan anak yang tidak pernah lekang. Dalam temuan itu terlihat tulang-tulang manusia saling berpelukan, mereka berpelukan saat terjadi bencana di Tiongkok. Kerangka itu diperkirakan berusia 4.000 tahun.

Sang ibu dipercaya sedang berusaha melindungi anaknya selama gempa dahsyat yang mengguncang Provinsi Qinghai, di pusat China, sekira 2.000 sebelum masehi (SM). Kerangka tersebut ditemukan pada situs awal Zaman Perunggu dan dikenal sebagai 'Pompeii dari Timur'.

Foto Pics Kerangka Manusia Ibu dan Anak Berpelukan di Temukan

Hal yang membuat hati miris adalah foto dari tulang belulang yang ditemukan, terlebih foto jasad ibu dan anaknya yang terlihat sedang berpelukan. Terlihat jasad ibu tersebut sedang berlutut sembari kepalanya melihat ke atas dan melingkarkan tangan ke pundak anaknya, sedangkan anaknya memeluk sembari melihat ke arah ibunya.

Tak berhenti di tulang ibu dan anak tadi, dari situs itu juga Arkeolog menemukan kerangka sepasang manusia lain dalam posisi berpelukan di atas lantai pada situs yang sama. Sementara sejumlah kerangka lain ditemukan dalam kondisi berkerumun.

Foto Picture Kerangka Manusia Korban Gempa Dahsyat zaman Kuno Ditemukan

Sebagaimana dilansir Daily Mail, Selasa (11/8/2015), para ahli percaya bahwa lokasi tersebut dilanda gempa bumi dan diserang banjir dari luapan Sungai Kuning. Namun, mereka tidak bisa mengukur seberapa besar bencana alam tersebut.

Jasad tersebut ditemukan setelah dilakukan penggalian di daerah yang juga dikenal sebagai "Pompeii dari Timur" ini. Para ahli meyakini situs yang digali itu merupakan daerah bekas hantaman gempa bumi dan banjir bandang. Meski begitu, belum diketahui skala kerusakan akibat bencana tersebut.

Foto Pics Peta situs Lajia Pompeii dari Timur

Diketahui, musibah itu telah membuat seluruh penduduk di wilayah tersebut hilang atau meninggal dunia. Mirip dengan musibah di Pompeii, yang mana warganya hilang ditelan abu gunung Vesuvius.

Bencana tersebut diketahui telah meluluhlantakkan seluruh permukiman itu, sama seperti Pompeii. Namun, situs yang dikenal dengan nama Laja tersebut berusia 2.000 tahun lebih tua dibandingkan kota Romawi kuno. Karena memiliki kedahsyatan seperti bencana di Pompeii, situs Lajia kerap pula dinamakan "Pompeii dari Timur." (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, Dunia
Jayabet