Tolak Beritahu Lokasi Harta Karun, ISIS Penggal Arkeolog Palmyra

klg asli

berhasil

Kekejaman dan Kebiadaban Eksekusi Hukuman ISIS

Wartainfo.com - Kekejaman dan Kebiadaban ISIS (Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah) semakin menjadi-jadi. Kali ini, arkeolog bernama Khaled al-Asaad yang menjadi korban. Pria berusia 81 tahun itu tewas setelah dipenggal ISIS Lantaran tak mau memberitahu soal lokasi artefak berharga milik kota bersejarah Palmyra.

Tak hanya itu, pada Selasa (18/8/2015), tubuh tak berkepala Khaled juga digantung di sebuah bangunan utama situs bersejarah yang ada di Palmyra.

Pria yang sudah 50 tahun menjabat sebagai kepala penanggungjawab barang antik di Palmyra itu sebelumnya sudah menjadi tahanan ISIS selama lebih dari sebulan ini dan diinterogasi oleh ISIS soal harta karun di Palmyra.

Baca juga:
» Pimpinan ISIS Menyiksa dan Perkosa Kayla Mueller Tahanan Wanita Amerika Sebelum Tewas
» 5 Cara Sadis dan Kejam Eksekusi Hukuman Mati ISIS

Namun, Khaled menolak untuk memberitahukan letak persembunyian artefak peninggalan yang selama beberapa dekade ini mati-matian ia jaga.

Khaled al-Asaad

Photo Khaled al-Asaad, Arkeolog yang di eksekusi mati oleh ISIS

"Ia menolak dan mengatakan, 'Apa yang terjadi, terjadilah. Saya tak bisa melawan niat saya.' Khaled memang memiliki kepribadian yang sangat teguh dan pantang menyerah," kata direktur Departemen Umum Barang Antik dan Museum, Maamoun Abdulkarim.

Sosok Khaled padahal dikenal sangat penting bagi perkembangan dan pengetahuan soal sejarah Palmyra, karena ialah orang yang menggerakkan proyek penggalian dan restorasi situs-situs bersejarah kota tersebut.

Khaled pula yang berjasa dalam pengevakuasian benda-benda bersejarah di museum Palmyra, tepat sebelum ISIS mencoba mengambil alih kota itu. Dibantu pemerintah Suriah, semua artefak di pindahkan ke lokasi yang aman.

ISIS sudah menguasai Palmyra sejak Mei 2015 lalu. Hal ini membuat khawatir pemerintah Suriah dan UNESCO, sebab ISIS kerap membahayakan peninggalan bersejarah di sana, seperti meledakkan kuil kuno dan menjual artefak.

Dilansir dari kantor berita Suriah, Khaled al-Asaad dibunuh pada Selasa, setelah sebelumnya disekap dan diinterogasi sebulan. Pembunuhan Khaded adalah kekejaman terakhir yang diperlihatkan kelompok militan itu. (wartainfo.com)

Category: Dunia, ISISTags:
Jayabet