4 Kisah Cerita Gadis ABG DiJadikan Budak Seks oleh keluarga sendiri

klg asli

berhasil

Kisah Cerita Gadis Cewek ABG jadi PSK Pelacur di Jual Ibunya

Ibu Jual Anak Sendiri untuk Jadi PSK - Keluarga seharusnya menjadi tempat pertama dan utama bagi seorang anak mendapatkan perlindungan. Namun apa jadinya ketika orang tua menjadi 'penjahat' bagi anaknya sendiri.

Selalu ada motif ekonomi di balik kejadian miris para anak yang menjadi korban oleh keluarganya sendiri. Mereka dijadikan pemuas nafsu bagi pria hidung belang. Dikutip wartainfo.com dari Merdeka.com. Berikut kisah cerita para anak yang dijual ibunya dan menjadi korban oleh pihak keluarganya sendiri:

1. Gadis ABG dijual ibunya sendiri Rp 1 juta untuk jadi PSK di Surabaya

Foto PSK Dolly Surabaya Ibu Jual Anak Gadisnya jadi Pelacur

Entah apa yang ada di benak Yuki Andriayani. Perempuan 37 tahun, yang tinggal di Jalan Brebek, Sidoarjo, Jawa Timur ini tega menjual anaknya sendiri yang baru berusia 16 tahun ke pria hidung belang. Ibu muda itu terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian.

Yuki dibekuk anggota Jatanum Polrestabes Surabaya bersama dua mucikari dan makelarnya. Dua mucikari yang ikut ditangkap adalah Robet dan istrinya Ririn. Sedangkan makelarnya adalah Mia Sagita alias Mei.

"Masih ada satu tersangka lagi yang masih DPO (buron), dia adalah Rosidi," terang Kanit VC Jatanum Polrestabes Surabaya, Iptu Teguh Setiawan, Senin (30/12/2014).

Selain menjual anaknya menjual AG (16), Yuki juga menjual teman anaknya itu yang berinisial IR (14). "Kedua korban dipekerjakan sebagai PSK di Wisma Madona Jalan Sememi Jaya Gg 1, Benowo, yang dikelola oleh tersangka Robet dan istrinya," ungkap Teguh.

Modus perdagangan anak ini, diceritakan Teguh, tersangka Mei, yang menjadi perantara, mencari perempuan yang mau jadi PSK. Setelah bertemu dengan AG dan IR, Mei bertemu Rosidi (DPO) untuk ditawarkan kepada Robet dan Ririn, selaku pengelola Wisma Madona.

Kemudian Robet dan Ririn meminta KTP, KK dan surat pernyataan orang tua korban, kalau bersedia anaknya dijadikan PSK di Wisma Madona. Robet menjanjikan uang Rp 1 juta kepada Mei dan Rosidi jika kedua korban kerasan bekerja sebagai PSK.

"Karena kedua korban masih di bawah umur, tersangka Rosidi membuatkan KTP, KK dan surat pernyataan orang tua palsu untuk IR. Sedangkan syarat untuk korban AG, dibuatkan sendiri oleh tersangka Yuki, selaku orang tuanya," papar Teguh.

Selanjutnya, AG dan IR diserahkan Rosidi dan Mia kepada Robet dan Ririn dengan disaksikan oleh Yuki. Untuk menjadi PSK di Wisma Madona, kedua korban dibayar Rp 50 ribu untuk sekali melayani tamu. "Agar korban tidak pulang dan betah menjadi PSK, mereka diikat dengan hutang, masing-masing R 1 juta," kata Teguh lagi.

Untuk selanjutnya, para tersangka dijerat Pasal 88 Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (wartainfo.com)

2. Siswi SMK di Banyumas dijual Ibu ke pria hidung belang

Foto Cewek ABG di Jual Ibunya Jadi PSK Pelacur di Banyumas

Kepolisian Resor Banyumas Jawa Tengah mengungkap kasus trafficking anak di bawah umur yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di Markas Polres Banyumas, Jumat (25/4). Peristiwa tersebut diawali dengan adanya kasus pengeroyokan yang dilakukan terhadap pelajar kelas X sebuah SMK swasta di Purwokerto, NS (16), warga Grendeng Purwokerto oleh DR (23), warga Kranji Purwokerto dan NT (19), warga Penatusan Purwokerto Timur di sebuah rumah kos di Jalan Sekolah Teknik RT 005/RW 05 Kranji Purwokerto, Kamis (24/4).

Pelaku DR dan NT menggunting paksa rambut korban dan merobek baju korban secara bergantian. NT yang menjadi penghuni kos, merasa kesal kepada korban karena diolok-olok oleh NS. "Saya kesal karena dia (NS) mengata-ngatai saya," ujar NT, saat dilakukan gelar perkara di Markas Polres Banyumas, Jumat (25/4).

Keributan akhirnya terjadi di dalam rumah kos tersebut sekitar pukul 12.30 WIB. Petugas Kepolisian Sektor (Polsesk) Purwokerto Timur yang menerima laporan sekitar pukul 13.00 WIB, kemudian langsung menuju lokasi kejadian dan menemukan rambut korban sudah dalam keadaan terpotong-potong dan bajunya dalam keadaan sobek.

"Kemudian kami melakukan pengembangan dan penyelidikan, hingga akhirnya kami menetapkan tiga tersangka dalam kasus pengeroyokan dan satu dalam pengejaran," jelas Kepala Polres Banyumas, Ajun Komisaris Besar Polisi Dwiyono.

Lebih jauh, dari penelusuran yang dilakukan, petugas Polres Banyumas menemukan fakta lainnya. "Setelah dilakukan pemeriksaan, kasus ini mengembang bukan hanya persoalan pengeroyokan. Tetapi juga kasus tindak pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur dan eksploitasi seksual anak," ujar Dwiyono.

Kasus ini, menyeret DR yang menjadi perantara dan HD (40), warga Padamara Purbalingga pengguna yang dijadikan tersangka. NS, jelas Dwiyono, juga menjadi korban dalam kasus eksploitasi anak. "Dari hasil pemeriksaan terhadap korban NS, terungkap sekitar Februari 2014 telah terjadi tindak pidana eksploitasi anak di bawah umur dengan perantara DR dan tersangka HD," ujarnya.

Tersangka HD terancam pidana maksimal 12 tahun karena melanggar UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Kemudian, NT terancam pidana maksimal 7 tahun sesuai Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Sedangkan DR terancam hukuman berlapis karena melanggar UU Perlindungan Anak dan pasal 170 KUHP.

Baca juga: ยป Kisah Para Siswi Pelajar ini Rela Jual Diri Jadi PSK 'Pelacur' Demi Beli Handphone Baru

3. Anak siswi SD di Bandung dijual ibunya jadi Pelacur

Foto Ibu Jual Keperawanan Anak Siswi SD di Bandung jadi PSK

Di Bandung, seorang anak kelas 6 siswi SD nekat menjadi PSK. Bocah 12 tahun tersebut terpaksa menjajakan diri ke para pria nakal karena dijual oleh orangtuanya sendiri.

"Di Polrestabes Bandung ada anak yang menyambi (jadi PSK). Anak itu dilacurkan orangtuanya," kata Ketua P2TP2A Netty Prasetyani, Kamis (23/7) kemarin.

Ada pun motif bocah dilacurkan lantaran uang tambahan mengingat kondisi ekonomi orangtua serba kekurangan.

"Anak itu sudah dialog dengan Kapolrestabes (Kombes Pol AR Yoyol) anak itu meminta kami bertanya ke ibu nya berapa ibu nya memberi uang saku setiap hari," katanya.

"Miris memang, tapi ini harus dilihat apakah memang karena faktor agamanya yang kurang di berikan oleh orangtua atau tarikan lingkungannya yang lebih kuat. Bisa saja nilai-nilai lingkungannya lebih dominan sehingga bocah tersebut bisa sampai dilacurkan," jelasnya.

Bocah yang masih dirahasiakan identitasnya itu, sudah memiliki pelanggan tetap yang setiap saat bisa dihubungi. Tapi dia juga sering 'dipakai' oleh tukang ojek.

"Anak itu-kan sudah menjadi pelanggan. Lalu tukang ojek suka anter yang mengetahui jasanya. Bahkan, saat tak ada pelanggan, anak itu melayani tukang ojek," ungkapnya.

Lanjut dia, Polrestabes Bandung sempat melakukan penyelidikan. Korban pun sempat diperiksa. Adapun motif sementara lantaran masalah ekonomi. "Saat ditanya, karena memang uang yang diberikan orangtuanya katanya tidak cukup," ujarnya.

4. Ibu tiri di Depok jual keperawanan putrinya ke pria hidung belang

Foto Ibu Tiri Jual Anaknya di Depok Jakarta Jadi PSK

U, ibu tiri di Depok tega menjual putrinya, NF, ke pria hidung belang lewat bantuan mucikari. Praktik prostitusi ini terungkap setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat dan dilakukan penggerebekan pada Senin malam.

Awal mula NF jadi PSK setelah diminta U untuk tinggal bersamanya. NF sebenarnya tak mau tapi terus dipaksa U demi memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.

Selanjutnya NF dikenalkan ke para pria hidung belang dan diminta melayani nafsu mereka. Setiap kali melayani tamu, NF mengenakan tarif Rp 1 juta.

"Pada saat kita melakukan penangkapan, pengakuan dari korban itu nilai transaksi 1 juta, namun korban hanya diberikan 600. Kemudian sisanya dibagi mucikari dan ibu tirinya," terang Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Teguh Nugroho, saat ditemui di kantornya, Rabu (27/5).

Polisi terus mengembangkan kasus ini. Selain NF, masih diburu lagi siapa saja yang menjadi mucikari dalam praktik prostitusi yang dijalankan U bersama M, salah satu mucikari yang ditangkap. Keduanya kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, NewsTags:
obat viagra

Jayabet