4 Mitos yang Dipercaya Agar Supaya Wanita Cepat Hamil dan Faktanya

klg asli

berhasil

Mitos dan Fakta Agar Supaya Wanita Cepat Hamil

Mitos Bikin Wanita Cepat Hamil - Bagi yang sudah tak sabar ingin menimang bayi, berbagai cara menuju kehamilan pasti akan dilakukan. Mulai dari mengikuti saran dokter yang ilmiah, saran-saran simpang siur yang cuma “katanya”, sampai resep hamil warisan turun-temurun.

Beberapa ada yang benar, tapi banyak juga yang ternyata hanya mitos kehamilan belaka! Seperti dikutip wartainfo.com dari healthkompas, berikut ini empat mitos beserta faktanya yang dipercaya bisa membuat wanita hamil:

1.  Supaya hamil anak bayi kembar, makan singkong

Mitos kehamilan ini mulai muncul saat para peneliti berkunjung ke sebuah desa di Afrika bernama Igbo-Ora, salah satu daerah yang memiliki tingkat kelahiran kembar tertinggi di dunia. Hasil pengamatan menunjukkan, kesukaan masyarakat Igbo-Ora mengonsumsi singkong bisa jadi pendorong tingginya kemungkinan lahir kembar.

Memang pernah ada satu penelitian yang mengaitkan singkong dengan kesuburan. Tetapi, karena ini hanya hasil penelitian seorang mahasiswa dari Yale University yang belum dibuktikan secara resmi, maka untuk sementara singkong harus masuk kategori mitos.

2. Menenggak sirup obat batuk membantu Anda hamil

Mitos kehamilan ini sudah beredar luas sejak era ’80-an dan harus diakhiri sekarang. Teori di balik mitos ini ada hubungannya dengan salah satu bahan yang umum ditemukan dalam sirup obat batuk: guaifenesin. Dalam sebuah penelitian tahun 1982, obat batuk dianggap pendorong kesuburan yang potensial karena kemampuannya menipiskan lendir serviks, sehingga memudahkan perjalanan sperma bertemu sel telur.

Namun, mengingat tak pernah ada penelitian yang bisa membuktikan teori di atas, sebaiknya Anda tidak mengikuti saran tersebut. Faktanya, zat antihistamin dalam obat batuk justru memberi dampak buruk bagi kesuburan, bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan.

Baca juga: 8 Tradisi Agar Supaya Wanita Cepat Hamil Paling Aneh dan Unik di Dunia

3. Mengadopsi bayi, sebagai “pemancing” kehamilan.

Saran ini, meski tak pernah ada bukti ilmiahnya, terus menyebar dari waktu ke waktu. Banyak calon ibu menjadikannya pedoman, karena melihat mitos kehamilan ini berhasil pada beberapa orang. Mengadopsi anak tentu adalah hal yang baik.

Tetapi, anggapan adopsi sebagai “pemancing” sebaiknya dianggap sebagai sebuah kebetulan saja dan jangan dijadikan ekspektasi untuk bisa hamil.

4. Pil KB bikin wanita susah hamil

Faktanya, pil KB tidak pernah memengaruhi kesuburan Anda. Penelitian menunjukkan, saat Anda berhenti mengonsumsi pil KB, ovulasi akan segera terjadi selang waktu tiga bulan, atau mungkin lebih cepat lagi. Malahan, lebih lanjut dikatakan, pil KB bisa berperan sebagai pelindung rahim.

Pil KB mampu memperlambat atau bahkan mencegah timbulnya kista rahim dan endometriosis. Endometriosis adalah sebuah kondisi dimana jaringan rahim tumbuh di luar rahim, misalnya pada organ-organ lain seperti tuba falopi dan ovarium. Kista dan endometriosis ini dapat mengganggu ovulasi.

» 5 Gaya Posisi Seks 'Berhubungan Intim" Agar Wanita Cepat Hamil
» Jenis dan Faktor Penyebab Keguguran Kandungan Pada Kehamilan Ibu

Category: Kesehatan, WanitaTags:
Jayabet