Benarkah Zombie Asli Sebenarnya Ada di Dunia Nyata, Asal Mulanya Darimana?

klg asli

berhasil

Asal Mula Manusia Zombie Asli di Dunia Nyata

Sejarah Asal Usul Manusia Zombie di Dunia - Kamu yang gemar menonton film mayat hidup (zombie) tentunya  tak sabar menanti seri terbaru The Walking Dead, drama terpopuler di televisi Amerika Serikat, yang akan memasuki musim keenam Oktober mendatang.

Kisah kehidupan pasca-wabah zombie mencekam yang disebut dengan zombie apocalypse ini terbukti sangat populer, hingga dibuat cerita sampingannya, Fear The Walking Dead.

Film bertema sama, Resident Evil yang ketujuh juga akan keluar tahun depan dan bahkan ketika judulnya adalah ‘The Final Chapter’ (atau bagian terakhir), kita tidak bisa sepenuhnya percaya dengan itu. Karea, satu hal yang kita ketahui tentang zombie adalah mereka memiliki kebiasaan untuk selalu kembali. Kita masih belum selesai dengan makhluk ini.

Sebenarnya dari mana zombie berasal?

Sangat umum untuk melacaknya dari film karya George Romero berjudul Night of the Living Dead yang dibuat 1968. Dalam film itu, kata zombie belum diperkenalkan dan merupakan adaptasi lepas dari novel vampir Richard Matheson, I am Legend, yang berkisah tentang manusia terakhir yang berusaha menemukan obat untuk memusnahkan virus vampir.

Namun sejarah film zombie sebenarnya bisa dilacak lebih dalam lagi, tepatnya pada tahun 1932 ketika film White Zombie karya Victor Halperin diputar. Dalam White Zombie, ada penjelasan yang cukup ‘melelahkan’ tentang apa itu zombie untuk penonton Amerika. Pasalnya, itu diadaptasi menjadi budaya populer dari kepercayaan Haiti dan tujuh wilayah di bawah kekuasaan Prancis di Karibia.

Ada spekulasi bahwa kata zombie berasal dari bahasa-bahasa Afrika Barat – ndzumbi yang berarti mayat dalam bahasa Mitsogo di Gabon, dan nzambi berarti ‘jiwa dari orang yang telah meninggal’ dalam bahasa Kongo.

Wilayah-wilayah itu adalah asal dari budak-budak Eropa yang dalam jumlah besar dipaksa untuk pindah ke Hindia Barat dan bekerja di perkebunan tebu. Keuntungan yang besar dari praktik perbudakan inilah yang pada akhirnya mendorong kebangkitan Inggris dan Perancis menjadi kekuatan dunia.

Orang-orang Afrika ini membawa kepercayaannya. Namun hukum Perancis ketika itu mengharuskan budak untuk berpindah menjadi Katolik. Kemudian, yang muncul adalah serangkaian kepercayaan yang rumit, mencampurkan unsur tradisi yang berbeda, seperti: Voodoo di Haiti, Obeah di Jamaika, dan Santeria di Kuba.

Lantas apa arti sebenarnya dari zombie?

Di Martinique dan Haiti, itu adalah kata umum untuk hantu atau segala penampakan yang menyeramkan di malam hari. Tetapi artinya secara bertahap berubah karena pengaruh kepercayaan bahwa penyihir bisa membangkitkan orang yang sudah mati menjadi budak pribadi dengan sihir yang kuat.

Zombie pada dasarnya adalah hasil logis dari ‘menjadi budak’ yang hidup tanpa keinginan, tanpa nama, dan terjebak dalam hidup semu di mana mereka bekerja tanpa henti.

 

Kebangkitan orang-orang mati

Kisah Darimana Asal Zombie Asli di Dunia Nyata?

Negara-negara kerajaan di Utara terobsesi dengan Voodoo di Haiti dengan satu alasan yang kuat. Kondisi di koloni-koloni Perancis sangat memprihatinkan, tingkat kematian budak sangat tinggi sehingga pemberontakan akhirnya meruntuhkan penguasa mereka pada 1791.

Negara Haiti (awalnya bernama Saint Domingue) berdiri, menjadi negara republik kulit hitam pertama yang kemudian menjadi awal dari perang revolusi berkepanjangan pada 1804.

Dari situ, Haiti selalu dicitrakan sebagai tempat yang penuh dengan kekerasan, hal-hal gaib, dan kematian, karena keberadaannya merupakan sebuah penghinaan bagi kerajaan-kerajaan Eropa. Pada abad ke 19, laporan tentang kanibalisme, persembahan manusia, dan ritual mistis yang berbahaya di Haiti selalu diberitakan.

Barulah pada abad ke 20, setelah Amerika mengambil alih Haiti pada 1925, kisah-kisah ini mulai mengerucut pada zombie. Pasukan Amerika berusaha secara sistemik untuk menghapus kepercayaan adat Voodoo, yang tentu saja malah membuat mereka menjadi lebih kuat.

Kemunculan film White Zombie pada 1932 sangat berperan karena bertepatan pada akhir kependudukan AS di Haiti (pasukan Amerika pulang pada 1934). Amerika datang ke Haiti untuk ‘memodernisasi’ sebuah negara yang dianggap terbelakang tetapi malah membawa pulang kepercayaan ‘primitif’ ke negara mereka.

Majalah-majalah picisan Amerika pada 1920 dan 1930 banyak membuat dongeng-dongeng tentang mayat hidup yang penuh dendam memanjat keluar dari kubur dan memburu pembunuh mereka. Dulu mereka banyak dicitrakan sebagai hantu yang tak berwujud, tetapi sekarang mereka digambarkan dengan bentuk mayat membusuk yang keluar dari pemakaman Haiti.

Cerita-cerita fiksi murahanlah yang pada akhirnya membawa zombie menjadi panutan supernatural Amerika. Dua penulis yang berpengaruh pada akhir abad 20 tidak hanya berkunjung ke Haiti tetapi secara sensasional mengklaim bahwa mereka bertemu dengan zombie sesungguhnya. Ini bukan hanya sensasi gothic yang imajinatif, tetapi kata mereka, zombie betul-betul nyata.

Seorang penulis travel, wartawan, pemabuk, dan juga peneliti hal-hal mistis William Seabrook berkunjung ke Haiti pada 1927 dan menulis The Magic Island yang bercerita tentang perjalanannya.

Di Haiti dia ikut dalam ritual Voodoo dan mengklaim telah dirasuki oleh dewa-dewa. Kemudian dalam sebuah bab berjudul “Orang mati yang bekerja di kebun tebu” dia bercerita tentang zombie: segera setelah dia menyebut zombie, orang lokal bergegas mengajaknya ke perkebunan milik perusahaan gula Amerika-Haiti dan memperkenalkannya dengan zombie yang bekerja pada malam hari.

“Mereka bekerja dengan brutal, seperti robot. Mata mereka paling menakutkan. Tampak seperti mata orang mati. Tidak buta, tetapi meratap, tidak fokus, tidak melihat.”

Seabrook panik sesaat menyadari bahwa semua takhayul yang dia dengar benar adanya. Tetapi, penjelasan rasional muncul di kepalanya: mereka pada kenyataannya adalah “orang miskin bodoh yang terpaksa bekerja keras di ladang”.

Bab ini kemudian menjadi dasar film White Zombie dan Seabrook sering mengklaim bahwa dialah yang memperkenalkan kata zombie ke budaya Amerika. (wartainfo.com)

 

Legenda yang tak akan mati

Buku Kisah Cerita Asal Usul Darimana Manusia Zombie Asli di Dunia Sebenarnya

Penulis lainnya yang berpengaruh adalah novelis kulit hitam Zora Neale Hurston. Banyak penulis pada periode 1920-1930 tertarik pada Haiti sebagai model dari kemerdekaan kaum kulit hitam dan sebuah kampanye menolak kependudukan AS.

Hurston lebih konservatif dan menilai bahwa kependudukan AS adalah hal yang baik. Yang juga cukup mencengangkan, Hurston yang belajar menjadi antropolog profesional, pergi untuk meriset Hoodoo di New Orleans (Voodoo versi Afrika-Amerika) dan menghabiskan beberapa bulan di Haiti menjadi pendeta Voodoo.

Pengalaman itu membuatnya semakin diliputi ketakutan, walau laporan antropologinya terkesan cukup hati-hati dalam menjelaskan momen itu.

Kemudian pada buku travel tentang Haiti berjudul Tell My Horse (1937), Hurston tidak hanya bercerita bahwa zombie adalah nyata, tetapi bahwa “saya mendapat pengalaman langka untuk melihat dan menyentuh kasus otentik. Saya mendengar serak suara keluar dari kerongkongannya, dan saya melakukan apa yang tidak orang lain lakukan sebelumnya: memotretnya.”

Foto zombie bernama Felicia Felix-Mentor memang menyeramkan. Setelah pertemuannya itu, Hurston bergegas meninggalkan Haiti karena percaya bahwa komunitas voodoo rahasia berniat untuk meracuninya.

Hurston dimaki karena kesimpulannya yang dangkal dan buku itu kemudian menjadi sebuah hal yang memalukan baginya. Perempuan yang dia foto itu bisa jadi bukanlah zombie tetapi seseorang yang telah mengalami ‘kematian sosial’ karena dibuang oleh komunitasnya dan mungkin saja menderita gangguan mental (Hurston bertemu dengannya di rumah sakit jiwa Haiti).

Bagaimanapun, trauma historis terkait perbudakan mendasari kondisi mengerikan: menjadi manusia hampa, seorang perempuan yang hidup sendiri, terseret dalam kehidupan yang terasa mati.

The Walking Dead juga menggaungkan sejarah ini. Serial mayat hidup tersebut memang tidak memberi gambaran nyata, tetapi jalinan cerita para penyintas yang melintas Georgia, melewati bekas perkebunan yang dulu dihuni banyak budak, bisa mencerminkan hal itu.

Memahami zombie adalah tentang memahami kecemasan yang diperlihatkan oleh figur ini dalam budaya kontemporer Amerika, saat ras masih menjadi isu yang teramat penting.

Buku karya Roger Luckhurst berjudul Zombies: A Cultural History sudah diterbitkan oleh Reaktion Press. Anda bisa membaca versi bahasa Inggris berjudul Where do zombie come from? atau artikel-artikel lain dalam BBC Culture. (wartainfo.com)

Category: Misteri Mistis Mitos, Tahukah Kamu?
Jayabet