4 Kelakuan Menyimpang Para SPG Nakal di Indonesia

Empat pelaku adalah dua warga Dukuh Kupang, Surabaya yang berperan sebagai PSK yaitu Feni (28) dan Fafa (23). Kemudian Findy (40) warga Jalan Rajawali, bertugas mencairkan isi ATM korban, dan Marfuat (27), warga Margorukun, bertugas menjual perhiasan korban.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, saat menjalankan aksinya, komplotan ini mencari mangsa melalui aplikasi komunikasi WeChat. Mereka berkedok menawarkan PSK dengan banderol Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu sekali kencan. Setelah terjadi kesepakatan harga, dua SPG berperan sebagai PSK bertemu di sebuah hotel.

"Dua SPG ini bergantian, jika satunya yang mendapat tugas melayani korban, maka SPG satunya bagian mengantar. Begitu juga sebaliknya," kata Takdir di Mapolrestabes Surabaya.

Setelah pelaku dan korban berada dalam kamar hotel, lanjut Takdir, pelaku menawarkan obat kuat seharga Rp 8 ribu kepada korban, sebelum memulai permainannya. "Dan pelaku pura-pura mandi dulu, biar segar sambil menunggu reaksi obat kuat, yang sebenarnya adalah obat bius agar korban pingsan," ucap Takdir.

Ketika korban tak sadarkan diri, pelaku langsung menguras seluruh harta benda korban lalu pergi meninggalkan kamar hotel, dan menemui ketiga rekan-rekannya. "Jadi empat tersangka ini memiliki peran masing-masing. Dua berperan sebagai PSK, yang dua lagi berperan mencairkan uang di ATM korban dan menjual semua perhiasan korban," ucap Takdir.

Saat ini, lanjut Takdir, pihaknya sudah mendapat laporan dari lima korban. Bahkan, salah satu korban ada yang sempat dirawat di rumah sakit akibat dibius para tersangka.

3. SPG seksi salah gunakan seragam Polwan

Foto Hot SPG Cantik Seksi Samarinda Pakai Baju Seragam Polwan

Foto Nakal SPG Cantik Samarinda Pakai Baju Seragam Polwan Seksi

Sales Promotion Girl (SPG) identik dengan memakai pakaian seksi ketika menawarkan produk. Perpaduan tubuh, pakaian seksi dan wajah yang cantik merupakan nilai jual untuk menarik minat pembeli.

Namun, yang terjadi di Samarinda adalah sebaliknya. Dua SPG cantik harus berurusan dengan polisi karena pakaian yang mereka kenakan. Dalam sebuah pameran mobil mewah di salah satu mal di Samarinda, dua SPG tersebut memakai pakaian polisi sangat seksi dengan memperlihatkan pusar mereka.

Tak ayal wanita-wanita cantik itu mengundang reaksi heboh sehingga dilaporkan kepada polisi. Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol A Wisnu membenarkan peristiwa tersebut.

"Benar (ada SPG berpakaian polisi seksi)," kata Wisnu, Kamis (5/3).

Wisnu pun menjelaskan, jika hal itu bukan masalah keseksian dua SPG akan tetapi terkait baju polisi yang digunakan secara seksi. Menurutnya, itu pelecehan terhadap institusi polri dan harus ditindak.

"Itu pelecehan terhadap institusi polri," katanya.

4. SPG plus-plus nyambi jadi pelacur "PSK"

Foto Hot Perut Pusar Paha Mulus SPG Seksi Indonesia Pakai Baju Minim

Ilustrasi Foto Hot para SPG Seksi Indonesia Pakai Baju Minim

Cerita miring mengenai para SPG sudah bukan rahasia umum. Profesi sebagai SPG kerap dikaitkan dengan hal negatif.

Pemilik FP agensi, Firnas Prawira (29) mengungkapkan memang ada SPG yang bersedia 'dipesan' setelah selesai mengisi acara. Namun, jumlah SPG plus-plus itu jauh lebih sedikit dibanding mereka yang mengedepankan profesionalisme menjadi SPG.

Alasan klasik para SPG plus-plus itu sudah bisa ditebak ingin mendapatkan penghasilan lebih. Nilai jual para SPG plus-plus tergolong fantastis. Anda yang berkantong tipis jangan berharap bisa mendapat service dari mereka.

"Short time bisa Rp 3,5 juta sampai Rp 5 juta," kata Firnas. FP Agensi biasa menyediakan jasa SPG, SPG, MC dan model.

Nilai itu melonjak dua kali lipat jika sang pemesan ingin membooking SPG satu hari penuh. Sebagai perantara, Firnas mengaku hanya berperan memperkenalkan. Jika ada biaya tambahan itu kesepakatan antara si SPG dan pemesan.

"Biasanya kalau long time Rp 5 juta sampai Rp 10 juta," ungkapnya. Mereka yang memesan adalah om-om dan cukong-cukong berduit. (wartainfo.com)

Category: Serba - SerbiTags: