Dampak Kebiri Bagi Pria Pemerkosa yang Kena Hukuman

klg asli

berhasil

Hukuman Kebiri Untuk Bagi Pemerkosa Anak Dibawah Umur Adalah

Wartainfo.com - Kasus pemerkosaan dengan berbagai macam alasan yang terjadi di Indonesia belakangan ini semakin memprihatinkan. Perkosaan bisa terjadi kepada perempuan berbagai  usia, tak peduli ibu-ibu, nenek, perempuan dewasa, remaja, bahkan ada yang biadab menodai anak di bawah umur.

Pelaku bisa  dari berbagai usia dari tua sampai anak-anak, bisa siapa saja dari orang-orang yang kenal dekat dengan korban sampai orang yang sama sekali tidak di kenal. Keluarga yang seharusnya menjadi pelindung anak, ada yang tega menodai si anak sendiri. Pelaku keluarga terdekat bisa ayah kandung, ayah tiri, ayah angkat, kakak (kandung/tiri/angkat), adik, paman, om, tetangga, dll.

Pelaku perkosaan dari orang yang dikenal bisa dilakukan oleh guru, teman, saudara teman, dll. Sementara pelaku dari orang yang tak dikenal lebih banyak lagi.

Semakin banyaknya kasus kejahatan seksual terhadap anak-anak (Pedofilia) mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Untuk membuat pelaku kejahatan jera, pemerintah berencana memberikan hukuman kebiri kepada pelaku kekerasan seksual. Lantas apa yang terjadi jika seorang pria dikebiri?

Ketua Bagian Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Wimpie Pangkahila mengungkapkan, kebiri berdampak pada hilangnya nafsu secara seksual atau libido. Tak hanya itu, dampaknya pun meluas pada kesehatan fisik.

"Dampak yang lain, otot berkurang, lemak meningkat. Jadi, gairah hidup berkurang, semangat hidup berkurang," kata Wimpie saat dihubungi Kompas.com, seperti dikutip wartainfo.com Kamis (22/10/2015).

Dalam dunia kedokteran, kebiri dikenal dengan kastrasi. Pada era modern, kebiri tak lagi dilakukan dengan membuang testis, tetapi secara kimia. Prosesnya bisa melalui pemberian pil ataupun suntikan hormon antiandrogen. "Hormon antiandrogen itu adalah anti-hormon laki-laki dalam tanda kutip," ujar Wimpie.

Pemberian obat antiandrogen itu akan membuat pria kekurangan hormon testosteron sehingga tak ada lagi memiliki dorongan seksual. Obat antiandrogen akan memberikan efek yang sama dengan kebiri fisik. Selain itu, obat antiandrogen juga menyebabkan pengeroposan tulang dalam jangka panjang.

Wimpie juga mengatakan bahwa pemberian obat antiandrogen tidak akan memunculkan efek bahwa seorang pria akan menjadi feminin. Sebelumnya, rencana hukuman kebiri diusulkan mengingat maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak-anak.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan draf peraturan pemerintah pengganti undang-undang untuk merealisasikan aturan itu. Menurut Prasetyo, kebiri menjadi hukuman tambahan selain hukuman penjara untuk memberikan efek jera bagi pelaku pemerkosaan. (wartainfo.com)

Category: Kesehatan, Seksualitas
Jayabet