Fakta Sadis Pelaku Pembunuh Neng Bocah Dalam Kardus

klg asli

berhasil

Fakta Kekejaman Agus Pelaku Pembunuhan Sadis Bocah Dalam Kardus

Wartainfo.com - Polda Metro Jaya telah menetapkan Agus Darmawan sebagai pelaku pembunuh dan pemerkosa Putri (bocah dalam kardus), bocah 9 tahun yang mayatnya dimasukkan ke dalam kardus. Mayat Putri diletakkan tidak jauh dari rumahnya.

Neng (9) putri dari pasangan Asep Saepuloh dan Ida Fitriyani dibunuh secara tragis oleh Agus di Kampung Kamal, Kalideres, Jakarta Barat. Pelaku menyumpal mulut korban menggunakan singlet serta potongan kain yang diduga robekan seragam sekolah korban hingga korban tewas.

Neng dikabarkan hilang sejak Jumat siang (2/10) dan ditemukan tewas pada pukul 22.30 di hari yang sama. Selang sehari setelah jenazah Neng ditemukan, polisi langsung mengerahkan anjing pelacak ke sekitar lokasi guna menyelidiki kematian siswi kelas 4 SD itu.

Hasilnya, anjing tersebut mengarah ke warung yang juga menjadi tempat tinggal Agus. Dia pun diciduk sebagai saksi bersama sejumlah warga lainnya.

Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti mengatakan, Neng dicabuli terlebih dahulu kemudian dibunuh saat gadis kecil ini pulang sekolah dan melintasi warung milik pelaku.

Foto Agus Paedofil Pembunuh Bocah Dalam Kardus

"Lalu ia memanggil Neng untuk masuk ke dalam warung, setelah itu ia menyumpal mulut korban menggunakan kaos kaki dan diikat kabel charger HP," ujarnya.

Krishna menjelaskan, Agus membuka celana Neng dan memerkosanya. Masih belum puas, Agus melukai anus korban. "Agus menjerat leher korban menggunakan kabel listrik hingga meninggal dunia, kemudian kaki korban dilakban dengan badannya," tambahnya.

Baca juga: 5 Fakta Tragis Pembunuhan Sadis Bocah Dalam Kardus Kalideres Jakbar

Setelah itu, Neng dibungkus dengan kardus beserta jilbab warna putih. "Agus membuang kardus berisi mayat Neng di jalan yang menghubungkan Kamal dan Kalideres dan berjarak 7 kilometer dari TKP pembunuhan" jelasnya.

Berdasarkan pengembangan, Agus terindikasi mengidap paedofilia. Banyak bukti yang membuktikan bahwa dia mempunyai sikap seksual yang menyimpang. "Dari kajian akademis, terjadi persetubuhan paksa. Pelaku mempunyai (perilaku seks menyimpang) paedofil," kata Krisna.

Indikasi paedofil sudah terlihat dari ciri-ciri Agus yang hidup sendiri dan senang mengumpulkan anak-anak main di rumahnya. Tidak sedikit, anak-anak yang pernah bermain di rumahnya menjadi korban pelempiasannya.

"Yang pertama single, tinggal sendiri, suka dekat dengan anak-anak. Umumnya deket dengan calon korban." Imbuh dia, "Pelaku mengalami gangguan pada psikoseksual."

Category: Berita Peristiwa, KriminalTags:
Jayabet