Cerita Legenda 8 Ratu Kerajaan Terkenal di Nusantara Indonesia

klg asli

berhasil

Nama Ratu Kerajaan Kuno di Indonesia Nusantara Paling Terkenal Kesohor

Kisah Sejarah Ratu Pemimpin Kerajaan Kuno di Indonesia yang Kesohor - Kalau bicara pemimpin, kerajaan zaman dahulu pun tak melulu di dominasi oleh pria. Nyatanya ada juga tercatat dalam sejarah bebarapa kerajaan yang dipimpin perempuan atau lazim di panggil ratu. Di sisi lain, hal ini menunjukkan bahwa emansipasi sudah ada sejak zaman dahulu.

Tidak kalah dengan kerajaan yang dipimpin oleh raja, banyak juga kemajuan dan kejayaan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh ratu. Berikut ini kisah cerita legenda delapan ratu pemimpin kerajaan kuno di Nusantara Indonesia yang kesohor dan terkenal: (wartainfo.com)

Baca juga: » 5 Cucu Raja Paling Tercantik di Dunia Kalahkan Putri Mahkota Kerajaan » 3 Versi Misteri Asal-Asul Legenda Nyi Roro Kidul Ratu Pantai Selatan

1. Ratu Maharani Shima, Kerajaan Kalingga

Foto Lukisan Patung Ratu Maharani Shima Raja dari Kerajaan Kalingga Jepara

Maharani Shima merupakan ratu salah satu penguasa Kerajaan Kalingga yang terletak di pantai utara Jawa Tengah, sekitar tahun 674 Masehi. Ratu Shima terkenal karena kejujurannya dan menjadikan hukum sebagai panglima.

Ratu Shima merupakan sosok pimpinan yang jujur adil dan tegas sehingga sangat dicintai oleh rakyatnya. Sebagai penguasa tunggal di Kerajaan Kalingga, Ratu Shima dikenal memiliki peraturan yang tegas soal pencurian. Hukum potong tangan diterapkan bagi siapa saja yang mencuri barang milik orang lain.

Hukum yang dibuat itupun berlaku untuk seluruh rakyat termasuk keluarga kerajaan. Sebuah bentuk persamaan hak di mata hukum. Salah satu perundangan yang benar-benar dipegang teguh adalah potong tangan terhadap para pencuri, meski yang melakukan hal itu anaknya sendiri sekali pun.

Ratu Shima menerapkan hukum yang keras dan tegas untuk memberantas pencurian dan kejahatan, dan mengajarkan rakyatnya senantiasa jujur.

Dalam sejarah dikisahkan ada seorang raja asing yang meletakkan kantung berisi emas di tengah-tengah persimpangan jalan dekat alun-alun ibu kota Kalingga. Raja asing ini melakukan hal itu karena ia mendengar kabar tentang kejujuran rakyat Kalingga dan ratunya yang adil bijaksana dan tegas sehingga raja itupun berniat menguji kebenaran kabar tersebut.

Kenyataanya memang benar sejak kantong berisi emas tersebut diletakkan sampai waktu yang sangat lama tidak seorangpun berani menyentuh kantung yang bukan miliknya itu, sehingga suatu hari tiga tahun kemudian, ada sang putra mahkota secara tidak sengaja menyentuh kantung itu dengan kakinya.

Akhirnya Sang Ratu menjatuhkan hukuman potong kaki kanan terhadap pangeran untuk dijadikan contoh kepada rakyatnya bahwa hukum itu harus adil, tegas dan tanpa pandang bulu.

Menurut Carita Parahyangan Cicit Ratu Shima adalah Sanjaya yang menjadi Raja Galuh, dan menurut Prasasti Canggal adalah pendiri Kerajaan Medang di Mataram. Berdasarkan Naskah Wangsakerta disebutkan bahwa Ratu Shima berbesan dengan penguasa terakhir Tarumanegara.

Category: Legenda, Serba - SerbiTags:
Jayabet