Heboh! 14 Mahasiswa UIN Yogya Ikut Misa Malam Natal di Gereja Solo

klg asli

berhasil

Foto Heboh 14 Mahasiswa UIN Yogya ikut Misa Natal di Gereja Solo

Wartainfo.com - Sebanyak 14 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta ikut menghadiri ibadah Misa Malam Natal di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Margoyudan, Solo, Kamis (24/12). Di antara mereka ada yang merupakan perempuan dan mengenakan hijab.

Ke-14 mahasiswa itu ikut duduk di antara jemaat gereja lain. Bahkan terlihat salah satu dari mereka ikut berdoa.

Saat mengikuti ibadah, para mahasiswa berbaur dengan ribuan jemaat lainnya. Mereka menempati deretan bangku kelima dari depan, dekat mimbar pendeta. Ada sembilan mahasiswi mengenakan jilbab, dan enam lainnya mahasiswa.

Foto 14 Mahasiswa Mahasiswi UIN Yogya ikut Misa Malam Natal di Solo

Sekretaris umum GKJ Margoyudan, Winantyo Atmojo DJ mengatakan, para mahasiswa itu binaan Pendeta Wahyu Nugroho. Wahyu yang juga Pendeta GKJ Margoyudan merupakan salah satu dosen di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

"Kedatangan mereka ke sini atas keinginan sendiri. Mereka mahasiswa Pendeta pak Wahyu Nugroho di UIN. Beliau mengajar di sana. Beliau juga menyelesaikan kuliah S3 di sana," kata Winantyo saat ditemui merdeka.com usai misa Natal, Jumat (25/12) siang.

"Mereka mintanya berbaur dengan jemaat kami. Makanya kami tempatkan di tengah-tengah. Sambutan hangat dari jemaat membuat mereka nyaman," ujar Winantyo.

Pendapat Tokoh Islam

Foto Menghebohkan14 Mahasiswa UIN Yogya ikut Ibadah Misa Malam Natal di Gereja Solo

Aktivitas 14 mahasiswa UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga Yogyakarta turut menghadiri ibadah malam Natal di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Margoyudan di Jl Monginsidi, Solo, Jateng, dipersoalkan banyak pihak.

Ustaz Bambang Junedi, aktivitas mahasiswa semacam itu tidak dipernakan dalam Islam. Artinya, kalau hal itu dilakukan bakal membahayakan aqidah mahasiswa yang bersangkutan. ''Ini jelas membahayakan aqidah mereka,'' kata dia kepada Republika, Jum'at (25/12).

Kalau kegiatan semacam ini dibiasakan bagi mahasiswa, kata Bambang, akan sangat membahayakan. ''Jelas bakal membahayakan aqidahnya. Kalau mereka mulai merasa nyaman, tenteram, dan setengah mengakui dan merasakan ajarannya lebih dari Islam, bisa jadi murtad. Sekalipun mereka sudah berstatus mahasiswa UIN, IAIN, bukan menjadi jaminan aqidahnya tak tergoyah," jelasnya.

Lebih membahayakan lagi, kalau mereka datang juga ikut berdoa da bernyanyi segala. Dan, toleransi tidak harus turut mengucapkan selamat hari Natal. Seorang moslem tidak musti ikut-ikutan seperti itu.

Masih menurut Bambang, kedatangan 14 mahasiswa UIN Suka Yogyakarta tidak memikirkan dampaknya. Diantara mereka ada mahasiswi mengenakan jilbab. Ini bisa jadi justifikasi publik, orang berjilbab tidak bermasalah ikut kegiatan gereja.

"Mereka tidak sadar, kalau kedatangannya ke gereja mewakili jamaah muslimah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Solo, Prof Dr dr H Zainal Arifin Adnan Sp PD (K-R) FINASIM, menentang keras akktivitas tersebut. ''Apapun alasan mereka, jelas tidak boleh. Haram hukumnya.

Dalam Al Qur'an sendiri sudah jelas, bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Kalangan ulama sepakat melarang. Prof Dr Hamka juga mengharamkan,'' tegasnya. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, News
Jayabet