Karena Bekas Cupangan ‘Tanda Merah’ di Leher 3 Kasus Pencabulan ini Terungkap

klg asli

berhasil

Kasus Pencabulan Tanda Merah Bekas Cupangan di Leher

Wartainfo.com - Tanda merah atau cupang di bagian tubuh menjadi penanda bahwa seseorang usai berhubungan badan. Cupang biasanya sering terlihat di bagian leher.

Tanda ini terbentuk melalui kecupan dengan isapan. Bila terlalu bernafsu ketika bercinta, cupang bakal makin jelas kelihatan. Namun, cupang tidak selamanya baik. Terutama bagi pasangan selingkuh atau bukan suami istri.

Banyak kasus pencabulan terungkap karena tanda merah ini. Bukan mendatangkan kenikmatan, justru tanda merah ini kerap jadi awal sebuah masalah besar.

Dari segi kesehatan juga tidak baik. Dilansir dari dailymail.co.uk para peneliti menemukan bahaya di balik cupang. Disebutkan bahwa seorang wanita berusia 44 tahun menderita kelumpuhan ringan setelah berkali-kali dikecup lehernya oleh pasangannya. Selain itu seorang wanita muda dari China juga mengalami dampak buruk karena cupang. Dia kehilangan pendengaran di satu telinganya selama 2 bulan setelah kekasihnya memberikan kecupan panas ini.

"Saat Anda melakukan cupang, maka terjadi isapan di area tersebut. Hal ini mampu menyebabkan trauma dan memar pada bagian arteri utama yang memicu munculnya gumpalan darah. Ketika gumpalan darah ini terbawa dalam aliran darah dan sampai pada jantung, maka bisa menyebabkan stroke ringan atau kelumpuhan sebelah badan," terang penelitian ini. "Hal ini sama kasusnya dengan wanita yang mengalami gangguan pendengaran setelah melakukan cupang." Dilansir wartainfo.com dari merdeka, berikut tiga kasus pencabulan yang terbongkar gara-gara bekas cupangan "tanda merah" di leher:

1. Leher dan payudara bocah siswi SMP banyak cupangan

Foto Nakal Anak Siswi SMP Ciuman Pacaran di Sekolah

Melihat anak gadisnya yang baru duduk di kelas 2 SMP penuh dengan bekas 'cupang' atau ciuman di lehernya, kedua orangtuanya langsung berang dan melaporkan ke polisi. Pelapor adalah warga Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

"Siapa yang tidak shock, semalam menghilang. Pulang-pulang leher anak saya sudah merah-merah penuh cupang. Biar polisi yang usut anak saya ini," kata orang tua siswi sebut saja namanya Bunga, Sabtu (15/11) di kantor polsek.

Katanya, sejak Jumat (14/11) malam anaknya sudah menghilang. Dihubungi lewat telepon tidak aktif. Bahkan sejumlah keluarga berusaha mencari ke teman-teman sekolahnya, namun hasilnya nihil. Hingga dini hari pagi tadi (15/11), anaknya menelepon dan mengatakan berada di kos temannya di wilayah Denpasar.

Setelah mengetahui alamatnya tinggal, kedua orangtuanya menjemput anak gadisnya yang berumur 14 tahun ini di Denpasar. "Sampai di kos temannya, kaget saya lihat leher anak saya penuh merah-merah bekas kecupan. Saya buka bajunya, di susunya dadanya juga ada cupang," ujarnya sambil menggelengkan kepala.

Di hadapan anggota Polsek Mendoyo, Bunga memberikan penjelasan berbelit belit. Setelah dilakukan pendekatan, akhirnya mengaku kalau dia bersama cowoknya ke kos temannya di Denpasar.

Di kos itu, mereka hanya berdua di dalam kamar sebab kebetulan temannya pulang kampung ke Jembrana. "Sejauh ini ia mengaku hanya ciuman saja. Dan laki-laki yang disebutkan punya panggilan Jambret, sudah kita amankan. Mereka mengakunya belum bersetubuh, hanya ciuman saja," terang Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, Sabtu (15/11). (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa
obat viagra

Jayabet