Kisah Lengkap Din Minimi Menyerah, Pemberontak Aceh Paling Diburu

klg asli

berhasil

Din Minimi Pemberontak Aceh Menyerah Foto Terbaru Hari ini

Wartainfo.com - Nurdin bin Ismail Amat Alias Nurdin Abu Minimi atau dikenal Din Minimi merupakan sempalan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pimpinan kelompok bersenjata yang paling dicari di Aceh.

Mereka menyatakan kecewa pada pemerintahan Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf yang dinilai telah lalai melaksanakan amanah MoU Helsinki, khususnya dalam memenuhi hak- hak para mantan kombatan GAM dan korban konflik.

Setelah sebelumnya kurang lebih dua minggu membangun komunikasi dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso, akhirnya Din Minimi dan kelompoknya menyerah.

Din Minimi dan anggotanya bersedia menyerahkan diri karena pemerintah pusat telah memberikan mereka amnesti.

“Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn) Bapak Sutiyoso telah memberikan amnesti kepada saya dan anggota saya dan merespon tuntutan kami serta bersedia menjamin keselamatan kami sehingga kami bersedia menyerahkan senjata api,” ujar kata Nurdin bin Ismail alias Din Minimi kepada Serambi Selasa (29/12) di rumahnya.

Din Minimi dan anggotanya dijemput langsung oleh Kepala BIN menggunakan empat mobil di Gampong Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, Senin (28/12) petang.

“Kami dijemput langsung oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso, menggunakan empat mobil di Gampong Jambo Reuhat, usai magrib Senin malam kami tiba di rumah,” katanya.

Din Minimi mengatakan dia dan kelompoknya menyerah karena merasa puas dengan sikap pemerintah yang telah merespon tuntutan pihaknya dan telah mencapai kesepakatan.

"Jika diberikan sesuai yang kita sepakati, kita akan pimpin dan jalankan apa yang telah diamanatkan terhadap kita tersebut, tuntutan yang kita minta yaitu realisasikan hak anak yatim, janda, Eks GAM, dan hak fakir miskin, ” katanya.

Namun, imbuh Din Minimi, pemerintah memberikan enam kewenangan terhadap dirinya yaitu merealisasikan hak anak yatim, janda, eks GAM, fakir miskin dan mengamankan Pilkada tahun 2017 mendatang.

Atas diresponnya tuntutan tersebut, Din Minimi dan kelompoknya bakal membentuk lembaga untuk menjalankan program itu jika pemerintah telah merealisasikannya.

“Kita pimpin dan jalankan program ini sesuai dengan yang telah diamanatkan pemerintah, karena tuntutan ini ditanggapi langsung dari pemerintah pusat bukan pemerintah Aceh,” katanya.

Din Minimi pun mengaku selama ini tidak pernah berkomunikasi dengan pemimpin di Aceh.

“Selama ini pemimpin Aceh tidak ada yang berkomunikasi dengan saya, cuma Mualem tadi dari Jakarta menelepon saya dan mengajak saya ketemu. Tapi saya tidak mau karena tidak ada untungnya bagi saya,” paparnya.

Jadi Target Operasi Polisi dan TNI

Berita Foto Din Minimi Aceh Terbaru Menyerah Hari ini

Perburuan Din Minimi dimulai pada 10 Oktober 2014. Kapolres Aceh Timur saat itu, AKBP Muhajir menyatakan akan membentuk tim khusus untuk menangkap Din Minimi baik hidup atau mati.

Din Minimi disebut merupakan kelompok yang telah melakukan teror di beberapa tempat di Aceh Timur. "Di antaranya kasus penculikan warga Skotlandia Juni 2013 lalu, perampokan mobil PT CPM pelaksana pemasangan pipa gas di Aceh Timur dan sejumlah aksi pemerasan lainnya, serta pengrusakan TPS di daerah Julok," ungkap Muhajir saat itu.

Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menuding Direktur YARA Safaruddin-red yang membuat kelompok Din Minimi terekspos dan dapat dikenali oleh aparat keamanan karena fotonya tersebar kemana-mana. Jakarta pun menjadi heboh dan dinilai Aceh masih marak kelompok bersenjata.

Category: Berita Peristiwa, NewsTags:
Jayabet