Pilot dan Pramugari Lion Air Ditangkap Saat Pesta Sabu di Apartemen

klg asli

berhasil

Pramugari dan Pilot Lion Air Pesta Sabu

Wartainfo.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten bekerjasama dengan Polisi Militer TNI dan Polres Tangerang Selatan menggrebek sebuah apartemen di wilayah Tangerang Selatan. Tiga orang kru maskapai penerbangan Lion Air yaitu satu kopilot, satu pramugari, dan satu pramugara ditangkap dalam razia tersebut.

Selain tiga orang kru itu, juga tertangkap satu orang perempuan yang merupakan ibu rumah tangga. Keempat orang ini tertangkap basah usai menggunakan narkoba di apartemen tersebut.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan, ketiga awak maskapai yang ditangkap masing-masing berinisial SH (34), MT (23), dan SR (20). Satu lagi yakni warga berinisial NM (33).

"SH pekerjaannya pilot, MT ini pramugara, dan SR itu pramugari. Sedangkan NM ini ibu rumah tangga," kata Budi Waseso saat memberikan keterangan di kantor BNN di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (22/12/2015) dilansir dari kompas.com.

Pria yang disapa Buwas itu melanjutkan, saat terjaring razia, ditemukan barang bukti narkoba jenis ganja dan sabu-sabu. Namun, tak disebut berapa banyak narkoba yang didapat dari para pelakunya.

"Barang bukti masih kita simpan, jumlahnya masih dihitung oleh penyidik. Karena ada dua barang bukti yaitu sabu dan ganja, yang kita dapatkan sedang mereka pakai," ujar Buwas.

Pilot dan Pramugari Pesta Sabu ini Tanggapan Manajemen Lion Air

Pramugari dan Pilot Lion Air Ditangkap Polisi Saat Pesta Sabu

Manajemen Lion Grup membenarkan ada sejumlah krunya yang ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten, karena diduga melakukan pesta narkoba di salah satu apartemen wilayah Tangerang Selatan.

Edward Sirait, Direktur Utama Lion Grup, mengatakan akan terus berkoordinasi dengan BNNP Banten terkait penangkapan tersebut.

Menurut Edward, data yang baru diterima perusahaan yaitu, kru penerbangan Lion Air yang ditangkap adalah satu kopilot, satu pramugari, dan satu pramugara.

"Inisial juga sudah kami dapatkan, tapi kami harus cocokkan ke bagian HRD agar tidak salah orang, karena nama pegawai kan bisa saja sama," kata Edward, Selasa (22/12/2015).

Atas masalah ini, Edward menyesalkan ada sejumlah pegawainya yang melakukan tindakan kriminal.

Padahal, kata Edward, maskapainya selama ini telah menjalankan prosedur yang jelas dan tegas terkait penyalahgunaan narkoba.

"Tes urine dilakukan kru penerbangan sebelum terbang. Kami juga menggandeng BNN untuk pencegahan dan penyuluhan soal narkoba ini."

"Bahkan, jika ada suspect saja, langsung saya pecat, karena ini menyangkut banyak orang," tegasnya. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, NewsTags:
Jayabet