Apa Itu Racun Sianida yang Diduga Pembunuh Mirna Shalihin

klg asli

berhasil

Racun Sianida Adalah Pada Singkong dan Tumbuhan

Wartainfo.com - Kasus kematian Wayan Mirna L. Salimin di sebuah mal besar di Jakarta masih menyimpan misteri dan tanda tanya besar. Bagaimana dia bisa meninggal hanya karena minum kopi Es Vietnamens di Restoran Olivier di West Mall Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Diduga, kopi yang dikonsumsi sudah bercampur dengan korosif alias zat yang bersifat perusak yaitu Racun Sianida.

Penyelidik Polda Metro Jaya menduga korosif inilah yang menyebabkan kerusakan organ dalam korban.

"Diduga zat korosif itu dicerna merusak sistem tubuh yang menyebabkan kematian," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Musyafak kepada Antara, Minggu (10/1) kemarin.

Dokter forensik telah mengautopsi jasad Mirna di Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur pada Minggu (10/1) mulai 00.00 WIB hingga 01.00 WIB. Musyafak menuturkan dugaan kerusakan lambung Mirna akibat zat korosif jenis sianida berdasarkan ciri reaksi korban seperti kejang, mulut mengeluarkan buih.

Musyafak menyebutkan dugaan itu akan dipastikan melalui analisa yang dilakukan tim dokter RS Polri Kramatjati. Saat ini, dokter forensik kepolisian itu telah membawa sampel hati, lambung dan empedu guna memastikan penyebab kematian Mirna Salihin.

Sementara itu, penyidik menganalisa kamera tersembunyi (CCTV) di lokasi kejadian namun tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Sebab kamera tersembunyi itu tidak merekam lokasi tempat duduk Mirna maupun rekannya korban yang tiba lebih dulu di lokasi kejadian.

Namun, polisi mendalami keterangan sejumlah saksi termasuk seorang saksi kunci terkait kematian Mirna yang tidak wajar sehingga dicurigai terjadi tindak pidana.

Lalu Apa Itu Racun Sianida Yang Menjadi Penyebab Tewasnya Wayan Mirna Shalihin?

Sianida merupakan racun yang berpotensi mematikan, karena zat ini membuat tubuh tidak dapat menggunakan oksigen untuk mempertahankan tubuhnya. Zat ini bisa berbentuk gas seperti hidrogen sianida atau dalam bentuk kristal seperti potasium sianida atau sodium sianida.

Dampak dari racun sianida tergantung jumlah paparan dan cara masuk tubuh, lewat pernapasan atau pencernaan. Racun ini menghambat sel tubuh mendapatkan oksigen sehingga yang paling terpengaruh adalah jantung dan otak.

Paparan dalam jumlah kecil mengakibatkan napas cepat, gelisah, pusing, lemah, sakit kepala, mual dan muntah serta detak jantung meningkat. Paparan dalam jumlah besar menyebabkan kejang, tekanan darah rendah, detak jantung melambat, kehilangan kesadaran, gangguan paru serta gagal napas hingga korban meninggal.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krisna Murti, kopi yang dikonsumsi oleh Mirna sempat dicicipi oleh seorang pekerja Oliver Cafe di Mal Grand Indonesia.

Baca juga:
» Keluarga: Jessica Ngadimin Tak Kenal Mirna Shalihin dan Tak Ada Di Cafe Saat Kejadian
» Foto Wayan Mirna Shalihin, Wanita yang Tewas Setelah Minum Kopi di Mall Grand Indonesia

"Setelah Mirna kejang usai mengonsumsi kopi, seorang pekerja Olivier Cafe tersebut membawa kopinya ke dapur dan sempat mencicipinya dan ketika saksi mencicipi setetes kopi itu merasakan kebas," ucapnya dikutip dari Antara, Minggu (10/1).

Menurut Krisna, seorang pekerja tersebut mencicipi kopi dengan menggunakan sedotan ke telapak tangannya. "Ketika dicicipi, kopi tersebut saksi akui merasa mual dan muntah. Kemudian saksi merasa mual selama 30 menit," bebernya.

"Berdasarkan itu, polisi menduga kopi itu mengandung sesuatu," tambah Krishna.

Namun, Krishna menegaskan hal itu harus dibuktikan secara analisis ilmiah terhadap sampel lambung, hati dan empedu Mirna termasuk kandungan kopi.

"Penyidik kepolisian belum dapat memastikan kasus kematian Wayan Mirna Shalihin terjadi unsur tindak pidana pembunuhan atau tidak. Karena menunggu hasil analisis tim forensik dan polisi juga harus menyusun dan merekonstruksi kronologis, serta mencocokkan alat bukti lainnya guna menyimpulkan kematian Mirna terdapat unsur pidana atau tidak," pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam dosis ringan, racun ini menyebabkan napas cepat, lemas, pusing, sakit kepala, mual, muntah dan nadi cepat. Dalam dosis besar dapat menyebabkan kejang, hipotensi, nadi lemah, kesadaran menurun, gagal paru dan napas sebelum akhirnya meninggal dunia.

Pada Perang Dunia II, tentara Nazi Jerman banyak menggunakan gas sianida atau hidrogen sianida untuk membunuh para tawanan. Mereka ditempatkan dalam suatu bungker lalu diberi gas sianida.

Bahkan beberapa referensi menyebut, Adolf Hitler sebelum bunuh diri menembak kepalanya juga menelan pil racun sianida. Pil sianida memang banyak digunakan untuk militer. Racun ini ditelan oleh tentara yang tertangkap demi menghindari penyiksaan yang kejam yang dilakukan oleh musuh-musuhnya.

Selanjutnya: Racun Sianida Juga Ada Pada Singkong dan Tumbuhan

Category: Kesehatan, NewsTags:
Jayabet