Sosok Bahrun Naim, Pentolan ISIS Otak di Balik Bom Sarinah?

klg asli

berhasil

Foto Muhammad Bahrun Naim ISIS Otak dibalik Teror Bom di Sarinah Thamrin Jakarta Indonesia

Wartainfo.com - Muhammad Bahrun Naim atau Bahrun Naim, nama yang tiba-tiba mencuat usai aksi teror yang terjadi di bilangan MH Thamrin, Sarinah Jakarta Pusat, Kamis 14 Januari 2016. pria yang bernama asli Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo pertama kali mencuat ke permukaan ketika ditangkap oleh Densus 88/Anti-Teror pada 9 November 2010. Saat itu Naim ditangkap bersama sejumlah barang bukti berupa ratusan butir amunisi ilegal.

Meskipun ditangkap oleh Densus, di persidangan yang digelar di PN Surakarta, Naim tidak dijerat dengan UU Terorisme. Dia 'hanya' dijerat dengan Darurat No 12/1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak. Putusan majelis hakim di PN Surakarta pada 9 Juni 2011 menjatuhkan vonis penjara 2 tahun 6 bulan terhadap Muhammad Naim karena tanpa kewenangan menyimpan 533 butir peluru laras panjang dan 32 butir peluru kaliber 9 mm.

Dalam persidangan Naim menolak disebut sebagai pemilik amunisi tersebut. Dia menyebutkan tas ransel hitam berisi ratusan amunisi tersebut sebagai barang titipan kenalannya yang bernama Purnomo Putro sejak pada tahun 2005. Purnomo hingga saat ini masuk DPO kepolisian atas dugaan terlibat kegiatan terorisme.

Namun demikian dalam tuntutan jaksa maupun vonis hakim, persoalan menyembunyikan informasi tentang keberadaan buron tersebut tidak pernah disebut. Dalam tuntutannya jaksa menuntut Naim dipenjara selama lima tahun hanya untuk pelanggaran menyimpan amunisi tersebut.

Setelah bebas dari penjara, Naim kembali berkiprah bersama jaringannya. Dia kemudian diketahui bergabung dengan kelompok ISIS. Namanya sering muncul dalam pemberitaan hampir setiap kali ada WNI yang diketahui bergabung sebagai simpatisan ISIS.

Nama Naim semakin kuat disebut terkait hilangnya seorang mahasiswi semester akhir di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Maret 2015 lalu. Siti Lestari, mahasiswi asal Demak, terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga meminta kiriman uang Rp 3,5 juta untuk biaya perkuliahan. Namun setelah itu dia justru meninggalkan perkuliahan.

Sugiran, ayahnya, mendapat informasi bahwa Siti pindah kontrakan bersama seorang lelaki bernama Bahrun Naim. Setelah didatangi, ternyata rumah kontrakan itupun telah kosong. Siti, kata Sugiran, memang pernah pulang ke rumah bersama seorang lelaki bernama Bahrun Naim yang diperkenalkan sebagai calon suaminya.

"Terus terang saat itu kami tidak setuju karena lelaki itu masih punya istri dan juga sudah punya anak. Kami dengar informasi saat ini Bahrun Naim itu sekarang suah berada di Suriah. Kami tidak tahu persis keberadaan Siti saat ini," ujar Sugiran kepada wartawan saat itu.

Nama Naim kemudian sering dikaitkan dengan klaim dukungan Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso Abu Wardah yang menyatakan dukungan kepada ISIS. Naim disebut sebagai penghubung utama MIT yang bermarkas di Sulawesi dengan ISIS di Timur Tengah.

Terkait dengan aksi teror bom Sarinah, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dalam keterangan pers di Istana negara mengatakan 5 teroris tewas dalam upaya penyergapan aparat gabungan. Belum diketahui apakah para pelaku tersebut seluruhnya warga negara Indonesia atau terdapat warga negara asing.

Baca juga:
» Lawan Teror Bom Sarinah, #Kami Tidak Takut Menggema di Dunia
» Inilah Foto Wajah Pelaku Teror Penembakan di Sarinah dan Daftar Nama Korban
» Video Detik-Detik Ledakan Teror Bom di Sarinah Thamrin Jakarta

Tito membeberkan aksi teror di Sarinah adalah sebagai salah satu aksi 'unjuk gigi' Bahrun Naim terkait persaingan kepemimpinan ISIS di Asia Tenggara.

"Dia ingin jadi leader kelompok ISIS di Asia Tenggara, sehingga terjadi upaya persaingan leadership. Di Filipina sudah di-declare Bahrum. Oleh karena ada persaingan antara leader di Asia Tenggara, Bahrum Naim, mereka merancang serangan itu," Tito menjelaskan.

Sebelumnya, Bahrun Naim juga disebut-sebut ada di balik rencana aksi teror pada Agustus 2015. Mereka merencanakan aksi pada 17 Agustus 2015. Beberapa tempat menjadi sasaran kelompok teroris Bahrun Naim. Salah satunya kuil Budha Kepunton, Solo, terkait isu Rohingnya.

Selanjutnya: Muhammad Bahrun Naim Pernah Ancam Polda Metro Jaya dan Ultimatum Pemerintah Indonesia

Category: ISIS, NewsTags:
obat viagra