Tersangka Penaruh Racun Sianida di Kopi Mirna Salihin Akan Diungkap Polisi dengan 4 Alat Bukti

klg asli

Siapa Tersangka Pembunuh Penaruh Racun Sianida di Kopi Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso atau Hanny Teman Mirna?

Wartainfo.com - Dua teman Wayan Mirna Salihin (27), Jessica Kumala Wongso dan Hani, satu per satu diperiksa. Mereka merupakan saksi terkait tewasnya Mirna sesaat setelah meneguk es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Mal Grand Indonesia yang diduga diracun sianida:

Polisi menyiapkan 4 alat bukti untuk menjerat terduga kuat penaruh racun sianida di es kopi Vietnam yang diminum Wayan Mirna Salihin Istri Arief Sumarko yang tewas mengenaskan usai kejang dan mulutnya berbusa di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Selatan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengungkapkan berita acara pemeriksaan (BAP) Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) RS Polri sudah dilegalisasi hari ini. BAP Labfor tersebut terkait hasil autopsi dan uji laboratorium es kopi Vietnam Mirna.

Hasil pemeriksaan itu merupakan salah satu alat bukti kuat penyidik.

"Alhamdulillah hasil Puslabfor sudah ditandatangani. Sekarang dalam perjalanan ke Polda Metro ya. Nanti saya baca (hasil) Puslabfornya," ungkap Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Foto Hanny Teman Wayan Mirna Salihin Yang Tewas Diracun Minum Kopi

Hanny, Teman Minum Kopi Wayan Mirna Salihin saat Diperiksa Polisi

Setelah hasil Puslabfor selesai dipelajari, kepolisian akan melakukan gelar internal berbekal alat-alat bukti yang telah dikumpulkan selama hampir 3 pekan menangani kasus ini. Kemudian hasilnya akan diteruskan ke pihak kejaksaan.

"Saya akan melakukan gelar internal dulu untuk bahan ekspos ke Kejaksaan," ujar Krishna.

Selain hasil uji Puslabfor, ada keterangan ahli yang sudah dirangkum dalam BAP oleh penyidik. Dia menjelaskan, dalam suatu kasus, kehadiran ahli dibatasi maksimal 6 dan minimal 3. Saat ini, polisi sudah meminta keterangan 3 ahli. Keterangan itu seputar analisis ahli antara lain psikiatri forensik dari Biro Psikoilogi Polri dan ahli pidana.

"Alat bukti kami sudah ada beberapa, keterangan ahli kami sudah punya. Ahli yang akan kami periksa lebih dari 6 ahli nanti, tapi kami sudah punya minimal 3 ahli," Krishna menjelaskan.

Selanjutnya, tambah dia, alat bukti berupa petunjuk barang bukti dan keterangan saksi yang disesuaikan.

Terakhir dokumen yang enggan dia sebutkan isinya karena bersifat rahasia untuk kepentingan penyidikan. "Kemudian petunjuk barang bukti dan keterangan saksi. Kemudian dokumen kami punya," sambung Krishna.

Teori Syarat

Teori syarat atau dikenal dalam bahasa latin Conditio Sine Qua Non merupakan teori hukum konstruksi suatu tindak pidana. Dalam hal ini keterangan tersangka yang bersifat membela diri dapat diabaikan, sesuai dengan Pasal 184 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Dan alat bukti serta fakta dilapangan menjadi instrumen hukum yang sah untuk menjerat seseorang sebagai tersangka.

"Dengan alat bukti yang kami miliki, (fakta) peristiwa yang kami miliki, maka seseorang cukup layak ditingkatkan sebagai tersangka. Namun kami harus gelar atau ekspos dengan JPU (jaksa penuntut umum). Kami harus tunjukkan dulu satu petunjuk atau barang buti yang signifikan yang kami miliki," kata Krishna.

Dalam hal ini Krishna yakin hasil penyidikannya selama hampir 3 pekan tersebut cukup signifikan untuk meningkatkan status salah satu saksi menjadi tersangka. Jika benar tercukupi, penyidik pun akan melakukan gelar dan mengumumkan identitas terduga kuat pembunuh Mirna Salihin.

"Insya Allah kami yakin itu barang bukti cukup signifikan dan sekarang sedang diuji. Nanti dari situ apa petunjuk jaksa baru kami kembali lakukan gelar perkara," tukas Krishna.

Kendati sudah mengantongi empat bukti, namun penyidik masih memerlukan gelar perkara dengan pihak kejaksaan.

Sebelumnya diketahui, Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Krishna Murti mengatakan SR Pembantu dari Jessica Wongso diamankan agar keterangannya tak berubah-ubah. "SR kita amankan di satu rumah, orangtua yang bersangkutan mengetahui. Karena ini kita takut keterangan berubah dan terpengaruh. Keterangannya ini sangat signifikan bagi kami," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu 23 Januari.

Foto Jessica Kumala Wongso, Teman MirnaTersangka Pembunuh Penaruh Racun di Kopi Wayan Mirna Salihin?

Foto Jessica Kumala Wongso, Teman Mirna yang Pesankan Kopi untuk Wayan Mirna Salihin

SR mengaku kepada polisi mendapatkan perintah untuk membuang celana Jessica Wongso yang sobek. Celana itu yang dikenakan Jessica saat bertemu Mirna.

Polisi belum menemukan celana tersebut, meski sudah mengerahkan 89 anggota untuk mencari di tempat pembuangan sampah di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Namun demikian, Polisi tak mempermasalahkan celana itu ditemukan atau tidak. Saat ini, keterangan dari SR lebih dibutuhkan.

"Celana enggak masalah enggak ditemukan yang penting keterangannya bisa dipakai. Justru dengan tidak ditemukan itu kami akan mencari jawabannya," kata Krishna.

SR menjadi saksi kunci lantaran dianggap memiliki keterangan yang bisa membantu penyidikan. Polisi pun masih mencari tahu alasan Jessica membuang celana.

Wayan Mirna Salihin tewas usai meminum kopi di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Jessica bersama Hani menjadi orang terakhir yang sempat berkomunikasi dengan Mirna.

Saat Mirna semaput usai meminum kopi, Jessica persis berada di sebelah kiri Mirna. Jessica Wongso pula yang memesankan kopi buat istri Arief Soemarko itu dalam pertemuan, Rabu sore, 6 Januari. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, NewsTags:
Jayabet