5 Fakta Dita Aditia Ismawati Asisten Pribadi Dianiaya Masinton Pasaribu

3. Dita Aditia Dijemput Masinton Saat Kumpul Kader NasDem

Dita Aditia Ismawati Staf Ahli Aspri Cantik Anggota DPR dianiaya Dipukul Dibogem Masinton Pasaribu

Masinton menjemput Dita Aditia Ismawati dari sebuah restoran di bilangan Jakarta Pusat sekitar pukul 23.00 WIB malam, Kamis (21/1) lalu.

"Di perjalanan, Masinton ini mungkin Dita sebagai TA-nya Masinton, kok nongkrong-nongkrong sama orang NasDem, jangan-jangan nanti ada yang dibahas-bahas rahasia dapur kan. Dita bilang enggak ada, enggak ada ngomong apa-apa kok. Cek cok di perjalanan, ya melayanglah itu tangan," kata anggota Badan Advokasi dan Bantuan Hukum Partai NasDem Wibi Andrino, Sabtu (31/1/2016).

4. Dita Aditia Ismawati Bantah Tudingan Masinton soal Mabuk Saat Dijemput

Dita Aditia Ismawati Foto Staf Ahli Cantik Anggota DPR Masinton Pasaribu

Dalam pembelaannya, Masinton Pasaribu menyebut Dita Aditia Ismawati mabuk dan memutar kemudin mobil di perjalanan. Dita menampik hal ini.

"Tidak ada (mabuk), biar Dita yang menjelaskan " kata Anggota Badan Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Nasdem, Wibi Andrino, Minggu (31/1/2016).

Saat di dalam mobil, lanjut Sekretaris Nasdem DKI itu, Dita menjelaskan bahwa tidak ada pembahasan soal rahasia partai saat Dita berkumpul dengan kader Partai Nasdem di Restoran di bilangan Cikini, Jakarta Pusat tersebut. Namun akhirnya terjadi cekcok.

"Terjadi cekcok, ya itu (Dita kena) bogem mentah tangan kiri Masinton," ujar Wibi yang mendampingi Dita melapor ke Bareskrim Polri malam tadi.

Namun tentu saja Masinton menampik tudingan ini. "Itu gua abis dari acara pulang sama sopir, ada bertiga. Dia (Dita) telepon TA (Tenaga Ahli) aku malam itu. Dia mabuk di Cikini minta dijemput karena nggak bisa bawa mobil," ucap Masinton, seperti dilaporkan detikcom, Sabtu (30/1/2016) malam.

5. Melapor ke Bareskrim Polri Sembilan Hari Setelah Kejadian

Foto Dita Aditia Ismawati Asisten Pribadi Cantik Anggota DPR Masinton Pasaribu

Kasus itu terjadi pada Kamis (21/1) lalu. Dita baru lapor ke Bareskrim sembilan hari setelahnya karena baru mengungkapkan cerita sedih itu kepada temannya di tengah rapat NasDem.

"Kemarin pas rapat matanya bonyok. Kenapa mata lo? Dia nggak ngomong, nggak ngaku malah nangis. Setelah ditanya-tanya, akhirnya baru ngaku (dipukul Masinton)," kata Anggota Badan Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Nasdem, Wibi Andrino, Minggu (31/1/2016).

Wibi yang juga anggota badan advokasi hukum NasDem, lalu mengkonfirmasi hal itu kepada Masinton langsung. Namun Masinton membantah. Sampai akhirnya Wibi dihubungi oleh ibunya Dita yang membenarkan pemukulan kepada anaknya.

Meski diberi pengobatan, namun Dita Aditia Ismawati didampingi Wibi tetap melaporkan Masinton ke Bareskrim dan diterima malam tadi. Masinton dilaporkan dengan pasal penganiayaan.

Soal pengobatan bagi Dita itu sebelumnya dibenarkan oleh Tenaga Ahli Masinton, Abraham Leo Tanditasik. Namun Abraham menyebut pengobatan itu atas permintaan Dita. "Besoknya tanggal 22 Januari 2016 Dita menelepon saya minta dibantu biaya pengobatan karena ingin dirawat di rumah sakit mata Aini di daerah Kuningan. Permintaan Dita saya sampaikan ke Pak Masinton dan dibantu biaya perawatan di RS mata Aini," terang Abraham.

Leo dan Masinton selanjutnya membesuk Dita dirawat di RS Mata Aini selama 2 hari 2 malam yang didampingi orang tuanya untuk menanyakan kondisinya. Berhubung kondisi memar di sekitar mata sudah membaik, atas saran dokter Dita diperbolehkan pulang. "Selama masa pemulihan, Dita disarankan untuk sementara istirahat dan diperkenankan izin tidak masuk kerja," ucap Abraham. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, Nasional, NewsTags: