5 Jalan Tempat Lokalisasi Prostitusi Paling Terkenal di Indonesia yang Melegenda

klg asli

berhasil

Photo Hot Cewek Perempuan Wanita Malam PSK Penghibur Cantik Seksi Indonesia

Nama Jalan Tempat Lokalisasi PSK Terkenal di Indonesia - Bicara prostitusi atau pelacuran sepertinya selalu menarik. Sebagian besar di seluruh negara di dunia tepatnya di kota-kota besar ada lokasi prostitusi. Di Indonesia misalnya, masalah bisnis esek-esek ini akan selalu memicu kontroversi, banyak orang menolak, tetapi tidak sedikit pula yang mencari, menjadi pelanggan bisnis pelacuran ini.

Siapa tak kenal dengan kawasan Dolly yang berada disudut kota Surabaya, Jawa Timur yang kini sudah ditutup. Konon, Dolly di lokalisasi pelacuran disebut-sebut yang terbesar se-Asia Tenggara.

Betapa tidak, sedikitnya 9.000 lebih pelacur numplek jadi satu di kawasan tersebut. Pria hidung belang kalangan atas hingga bawah tak sulit ditemukan di kawasan Dolly. Tidak hanya penduduk lokal, wisatawan asing pun tak jarang datang ke sini sekadar untuk memuaskan birahi.

Mau bukti lagi, berkunjung lah ke area prostitusi tersohor di Jalan Pasar Kembang (Sarkem), Kota Yogyakarta. Tempat prostitusi itu masih lestari sampai kini.

Uniknya, tempat pelacuran di Indonesia ternyata identik dengan nama Jalan. Misalnya prostitusi Dolly. Dulu prostitusi di sana hanya berada di sebuah gang di Jalan Jarak, wilayah Pasar Kembang. Kemudian lokasi bisnis prostitusi berkembang, lalu muncul nama lokalisasi Dolly.

Begitu juga dengan prostitusi di Jalan Pasar Kembang (Sarkem), Yogyakarta, Jalan Kramat Tunggak, Jakarta Utara dan Jalan Kepanduan II, Kalijodo, Angke, Jakarta Barat. Berikut ini daftar 5 nama jalan tempat lokalisasi prostitusi terbesar paling terkenal yang melegenda di Indonesia. (wartainfo.com)

1. Lokalisasi Gang Dolly Surabaya

Foto PSK Lokalisasi Gang Dolly Surabaya Tempat Pelacuran Terkenal di Indonesia

Silahkan tanya orang Surabaya di mana lokasi prostitusi Dolly berada, semua pasti mafhum, bila area bisnis lendir ini ada di Jalan Jarak, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Lalu bagaimana riwayat gang Dolly ini? Belum banyak catatan sejarah mengulas.

Namun Tjahjo Purnomo dan Ashadi Siregar pernah menulis sejarah singkat Dolly dalam bukunya berjudul "Dolly: Membedah Dunia Pelacuran Surabaya, Kasus Kompleks Pelacuran Dolly" yang diterbitkan Grafiti Pers, April 1982. Dalam buku itu disebutkan dulu kawasan Dolly merupakan makam Tionghoa, meliputi wilayah Girilaya, berbatasan dengan makam Islam di Putat Gede.

Baru sekitar tahun 1966 daerah itu diserbu pendatang dengan menghancurkan bangunan-bangunan makam. Makam China itu tertutup bagi jenazah baru, dan kerangka lama harus dipindah oleh ahli warisnya. Ini mengundang orang mendapatkan tanah bekas makam itu, baik dengan membongkar bangunan makam, menggali kerangka jenazah, atau cukup meratakan saja.

Setahun kemudian, 1967, muncul seorang pelacur wanita bernama Dolly Khavit di kawasan makam Tionghua tersebut. Dia kemudian menikah dengan pelaut Belanda, pendiri rumah pelacuran pertama di jalan yang sekarang bernama Kupang Gunung Timur I. Wisma miliknya antara lain bernama "T," "Sul," "NM," dan "MR." Tiga di antara empat wisma itu disewakan pada orang lain. Demikian asal muasal nama "Dolly".

"Dolly" semakin berkembang pada era tahun 1968 dan 1969. Wisma-wisma yang didirikan di sana semakin banyak. Adapun persebarannya dimulai dari sisi jalan sebelah barat, lalu meluas ke timur hingga mencapai sebagian Jalan Jarak.

Category: Serba - SerbiTags:
Jayabet