IndiHome Terapkan FUP ‘Batas Kuota Internet’, Pelanggan Kecewa

klg asli

berhasil

IndiHome Telkom FUP Fiber Speedy Pembatasan Kuota Internet 2016

Wartainfo.com - Setelah pemblokiran Netflix, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) kembali menjadi perbincangan setelah menerapkan kebijakan Fair Usage Policy (FUP) pada layanan internet IndiHome.

Menurut keterangan resmi Telkom, kebijakan FUP ini untuk melindungi pengguna yang wajar (normal user) dari pemanfaatan pemakaian berlebihan (tidak wajar) oleh pengguna berat (heavy user). Negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang dan Malaysia pun disebut Telkom telah menerapkan FUP, demikian juga operator-operator di Indonesia.

Pelanggan pun protes dan meluapkan kekecewaannya melalui berbagai media sosial. Sekadar diketahui, dengan adanya FUP, penggunaan layanan internet kabel itu sudah tidak lagi unlimited. Setelah batas kuota tertentu dilewati, pengguna masih bisa terhubung dengan internet, tetapi kecepatan koneksinya berkurang.

Dalam halaman frequently asked question (FAQ) Indihome, nomor 32, Telkom memang sudah memuat perihal poin FUP tersebut. Salah satu alasannya disebutkan, yakni demi menghindari pemakaian tidak wajar, seperti reselling layanan Indihome.

Kendati disebut begitu, menurut pantauan wartainfo.com, pengguna tetap saja merasa tak puas dan berkicau di Twitter atau Facebook.

"Apa-apaan sekarang IndiHome pake FUP, dulu sengaja pasang karena kagak ada FUP," keluh pengguna akun Twitter @yogiandriansya.

"What happen to you indihome? HBO, FOX movies channel dihilangin dari paket basic, ada aturan FUP, Netflix diblok," kicau pengguna akun Twitter @iyasayariyan (Riyanto Wibowo).

Sementara itu, kicauan via akun Twitter resmi @TelkomCare milik Telkom mengenai FUP tersebut entah mengapa malah dihapus. Di media sosial lain, yaitu Facebook, sejumlah keluhan serupa juga terlihat.

"Mengapa pihak telkom memasang sistem FUP kepada pelanggan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, seolah di lakukan sebelah pihak, apakah kami pelanggan setuju atau tidak dengan biaya yang sudah ada dan kebijakan yang berlaku sekarang?" tulis pemilik akun Facebook Katsu Ono di halaman fanpage Telkom Care.

Batas IndiHome Fair Usage Policy (FUP) Telkom Speedy

Batas Fair Usage Policy (FUP) Kuota Internet untuk layanan IndiHome Milik Telkom

Akun resmi Telkom tersebut kemudian memberikan konfirmasi terkait adanya FUP kepada pengguna akun lain yang mengajukan pertanyaan serupa. Salah satunya mengenai kecepatan akan tetap normal, asal penggunaan tidak melebihi 300 GB.

"Kuota 300gb sangatlah banyak dan hanya bisa habis jika ada oknum tidak bertanggung jawab melakukan pencurian bandwidth. Itulah tujuan kami memberlakukan FUP, demi menjaga kestabilan koneksi yang akan berimbas pada kepuasan pelanggan kami. Untuk pelanggan normal, "tidak" akan terkena kebijakan ini, bahkan untuk pemakaian non-stop sekalipun, tetapi Kecepatan menurun 25% setelah melebihi batas 300gb ya Pak Fikri. ^DA." demikian tulis mereka.

Sebuah petisiĀ  bahkan dibuat oleh dibuat oleh netizen Indonesia di situs petisi online Change.org. Protes tersebut dibuat sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan baru fair usage policy (FUP) atau pembatasan kuota internet untuk layanan IndiHome milik Telkom.

Petisi tersebut tampaknya dibuat untuk melihat seberapa banyak pelanggan yang mengeluh atas kebijakan baru tersebut. Petisi ini sendiri dibuat oleh Hendra Yuwono. Hingga berita ini ditulis, sebanyak 760 orang telah menandatangani secara digital petisi tersebut.

"Petisi ini dibuat karena terkait oleh masalah hak pelanggan dan kewajiban dari Telkom, Telkom IndiHome telah melalukan pembohongan publik kepada pelanggan dari promo paket 10 Mbps Unlimited menjadi FUP 300 GB. Kita sebagai pelanggan merasa kecewa dan tertipu," tulis petisi tersebut.

"Ini merupakan pelanggaran hak konsumen dan bisa dituntut karena menipu," lanjut petisi tersebut.

Kebijakan FUP sendiri baru dijalankan oleh Telkom mulai 1 Februari 2016. Melalui peraturan baru tersebut, penggunaan layanan internet kabel itu sudah tidak lagi unlimited. Setelah batas kuota tertentu dilewati, pengguna masih bisa terhubung dengan internet, tetapi kecepatan koneksinya berkurang.

Dalam halaman frequently asked question (FAQ) Indihome, nomor 32, Telkom memang sudah memuat perihal poin FUP tersebut. Salah satu alasannya disebutkan, yakni demi menghindari pemakaian tidak wajar, seperti reselling layanan Indihome.

Selain melalui petisi, pengguna IndiHome juga banyak menyuarakan kekecewaannya melalui media sosial, seperti Twitter atau Facebook. (wartainfo.com)

Category: internet, TeknologiTags:
Jayabet