Kasus Pembunuhan Sadis Angeline, Hukuman Seumur Hidup Untuk Margriet

klg asli

berhasil

Foto Margriet Megawe Pembunuh Sadis Ibu Pembunuh Sadis Anak Angkatnya Sendiri Angeline Bali

Wartainfo.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali yang diketuai oleh Hakim Edward Harris Sinaga dengan anggota Wayan Sukanila dan Agus Waluyo menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup bagi terdakwa Margriet Christina Megawe dalam kasus pembunuhan sadis Angeline.

Vonis ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum terhadap Margriet, yakni hukuman seumur hidup, dengan alasan bahwa jaksa banyak mengumpulkan fakta-fakta persidangan yang meyakini bahwa Margriet adalah pelaku dari pembunuhan Engeline sesuai Pasal 340 KUHP, yaitu pembunuhan berencana.

"Menjatuhkan pidana seumur hidup kepada terdakwa Margriet Christina Megawe, dan membayar biaya perkara Rp 5.000," kata Hakim Edward Harris Sinaga, di Denpasar, Senin (29/2/2016).

Usai menjatuhkan putusannya, Hakim Edward menanyakan apakah pihak dari terdakwa Margriet mengajukan banding atau pikir-pikir dulu. Hakim memberikan waktu sejenak kepada penasihat hukum terdakwa Margriet dan akhirnya dijawab langsung bahwa pihaknya mengajukan banding.

"Kami menyatakan banding. Kami banding," kata Dion Pongkor dari tim Hotma Sitompoel.

Sementara itu, Margriet hanya diam menahan diri untuk tidak emosi. Namun, saat dipeluk oleh Hotma Sitompoel, Margriet tak kuasa menitikkan air matanya. Dia dikuatkan oleh Hotma bahwa penasihat hukum akan mengajukan banding.

Vonis hukuman seumur hidup terhadap Margriet C Megawe dianggap sudah setimpal dengan kejahatannya terhadap anak angkatnya, Angeline.

Foto Angeline Bali Bocah Perempuan Yang Hilang dan Tewas Dibunuh Ibu Angkatnya Sendiri

Foto Angeline. bocah perempuan cantik yang dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015 dan ditemukan tewas dengan kondisi tragis pada 10 Juni 2015. Jasadnya dikubur di halaman belakang rumah ibu angkatnya, Margriet Megawe, di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali.

"Menurut saya hukuman terhadap Margriet sudah setimpal dengan perbuatannya yang sangat kejam terhadap anak angkatnya," ujar Praktisi hukum Lelyana Santosa kepada seperti dikutip dari Tribunnews, Senin (29/2/2016).

Tentu saja, kata Lelyana, hakim sudah punya pertimbangan-pertimgbangan tertentu, hukum yang berlaku dan rasa keadilan, Sehingga vonis seumur hidup yang diputuskan Majelis hakim terhadap Margriet.

Sementara itu, ibu kandung Engeline, Hamidah tak terima dengan putusan hakim yang mengganjar Margriet seumur hidup. Hamidah mengaku, putusan hakim tidak cukup membayar rasa pedih hatinya ditinggal anak yang tak sampai sebulan bersama dirinya usai dilahirkan.

"Saya meminta hukuman mati, hukuman seumur hidup ‎itu tidak sesuai," ucapnya, Senin (29/2/2016).

Saking tak terimanya, Hamidah berujar jika hukuman seumur hidup itu sama saja tidak setimpal dengan kejahatan Margriet.

Angeline yang dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015 ditemukan meninggal pada 10 Juni 2015. Jasadnya dikubur di halaman belakang rumah ibu angkatnya, Margriet Megawe, di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali.

Dari hasil autopsi jenazah bocah yang bernama asli Engeline itu ditemukan banyak luka lebam di sekujur tubuhnya. Luka bekas sundutan rokok dan jeratan tali juga ditemukan di leher bocah tersebut. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, NewsTags:
Jayabet