Mitos Gerhana Matahari Total Pada Zaman China Kuno

klg asli

berhasil

Dimakan Naga Mitos Gerhana Matahari Total di China Kuno

Wartainfo.com - Fenomena langka Gerhana matahari total (GMT) akan terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016. Sebagian wilayah Indonesia akan merasakan gerhana total dan selebihnya akan merasakan gerhana matahari sebagian (GMS).

Tahun 2015 yang lalu, ada berbagai fenomena alam super moon, blood moon, dan full moon yang sangat indah. Namun untuk kita di wilayah Indonesia, fenomena tersebut tidak bisa terlihat jelas.

Gerhana, baik bulan dan matahari sudah sejak lama menjadi pusat perhatian dalam sejarah manusia. Sebelum penjelasan modern datang dan memberikan pencerahan, berbagai suku bangsa di seluruh penjuru dunia mendefinisikan sendiri mengenai gerhana matahari ini.

Penjelasan mereka pun lebih banyak bersifat mitos. Bahkan, saat ini masih banyak ritual khusus yang dilakukan untuk mencegah efek negatif yang konon ditimbulkan dari fenomena alam ini.

Pengamatan gerhana matahari total sudah menjadi tradisi dalam kebudayaan China sejak zaman sebelum masehi. Bahkan peradaban China kuno memiliki catatan gerhana matahari total tertua pada era sebelum 2000 SM.

Ahli perbintangan memang memiliki peran penting dalam peradaban China kuno, bahkan sekitar 2300 SM mereka memiliki bangunan khusus buat mengamati langit. Tugas mereka sebenarnya lebih kepada menyusun penanggalan yang memang didasarkan pergerakan bulan dan matahari.

Namun dari semua peristiwa astronomi yang harus mereka amati dengan hati-hati adalah datangnya gerhana matahari total. Dalam mitologi China, gerhana terjadi karena seekor naga memakan matahari. Istilah yang menggambarkan peristiwa gerhana pun berarti "memakan" karena asalnya dari kepercayaan ini.

Foto Gambar Naga China dalam Mitos Kuno Gerhana Matahari Total

Pada masa dinasti Shang (1766 SM-1123 SM) rata-rata kaisarnya percaya takhayul dan sangat cemas dengan gerhana matahari. "Fenomena langit yang tak biasa seperti itu harus diantisipasi karena bisa jadi pertanda buruk yang mungkin menimpa kaisar," kata Dr. Sten Odenwald dari Departemen Fisika Catholic University of America seperti dikutip NASA.

Baca juga: 7 Mitos Mistis Gerhana Matahari di Berbagai Negara di Dunia

Menurut Odenwald, para kaisar pada dinasti Shang sangat bergantung pada perhitungan ahli perbintangannya. Mereka memutuskan kebijakan politik, ekonomi, dan budaya berdasarkan ramalan ahli astrologinya.

Karena kepercayaan itulah dua ahli perbintangan bernama Hsi dan Ho dihukum pancung oleh Kaisar Chung K'ang yang berkuasa sekitar 2134 SM. Keduanya gagal meramalkan terjadi gerhana matahari total pada 22 Oktober 2134 SM.

Mitos bahwa gerhana adalah pertanda buruk bagi kaisar terbawa hingga ke zaman penanggalan masehi. Kematian kaisar perempuan Teng dari Dinasti Han Timur pada tahun 122 Masehi didahului oleh gerhana matahari total pada 120 Masehi.

Foto Gambar Mitos Mistis Gerhana Matahari Total di China Kuno

Demi mencegah kejadian buruk terulang, setiap terjadi gerhana masyarakat China kuno akan menyalakan kembang api dan mengarahkannya ke langit demi menakuti sang naga. Ada catatan pada abad ke-19, angkatan laut China pun menembakkan meriamnya ke arah langit saat terjadi gerhana matahari.

Seperti juga ditemukan di banyak daerah di Indonesia, saat gerhana masyarakat China kuno juga akan berupaya membuat kegaduhan. Mereka menabuh genderang, memukul gong, atau apa saja yang menghasilkan suara bising agar naga tak jadi menelan matahari.

Tradisi membuat kegaduhan itu, kata astronom ITB Djoni N. Dawanas dalam bukunya, Gerhana Matahari Total, juga muncul dalam perayaaan Cap Go Meh atau hari ke-15 yang menutup masa perayaan tahun baru Imlek.

Dalam perayaan Cap Go Meh bisa dilihat arak-arakan naga yang mengejar matahari diiringi oleh orang memukul genderang dan gong. (wartainfo.com)

Category: Misteri Mistis MitosTags:
obat viagra

Jayabet