Pesan di Dinding Kamar Wanita Penjaja Cinta Kalijodo yang Misterius

klg asli

berhasil

Foto Tulisan Pesan Misterius di Dinding Kamar Wanita Perempuan Malam PSK Kalijodo

Wartainfo.com - Aparat gabungan Polda Metro Jaya, TNI, dan Satpol PP menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) di kawasan hiburan malam Kalijodo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dari 66 kafe yang digerebek, polisi menyita ribuan botol bir, ratusan kondom, dan senjata tajam. 17 Orang juga turut diringkus, yang terdiri dari pemilik kafe, perempuan yang diduga PSK, hingga 3 orang yang positif menggunakan narkoba.

Namun, yang paling unik adalah, sebuah pesan terakhir yang dituliskan wanita penjaja cinta Kalijodo di dinding salah satu kamar yang biasa digunakan untuk melayani tamu pria yang datang untuk bercinta.

Tulisan itu ditulis dengan tulisan tangan di tembok bercat hijau dengan lipstik berwarna pink. Tulisan itu berkalimat 'POLDA METRO JAYA pernah disini'

Foto Tulisan Misterius di Kamar Wanita Perempuan Malam PSK Kalijodo Penjaja Cinta Jakarta

Tulisan itu, dibuat saat wanita penjaja cinta akan meninggalkan kawasan Kalijodo, setelah Kepolisian dan TNI menggerebek lokalisasi itu pekan lalu. Sayangnya, tidak ada yang mengetahui, identitas wanita penulis pesan di dinding itu dan apa makna di balik kalimat misterius itu.

Akhir Februari jejak kelam si perempuan di Kalijodo pun akan segera terhapus. Bangunan kamar 1x2 meter yang merupakan satu di antara kamar di salah satu kafe tiga lantai itu akan diruntuhkan. Dan entah ke mana perginya para wanita malam Kalijodo ini.

Kawasan tanah negara itu rencananya akan dialihfungsikan menjadi area ruang terbuka hijau (RTH). Pemprov DKI pun telah menyiapkan tempat tinggal baru bagi warga di Rusunawa Pulogebang dan Marunda.

Surat Pernyataan Kontrak Kerja antara Wanita PSK dan Pengelola Kafe di Kalijodo

Foto Isi Surat Pernyataan Wanita Untuk Bekerja sebagai Cewek PSK di Kalijodo Jakarta

Menjadi wanita pekerja seks komersial (PSK) di Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara bukan perkara gampang. Selain harus mengikuti aturan ketat, para PSK juga kerap mendapat perlakuan kasar para pria hidung belang.

Untuk menjadi PSK Kalijodo, para wanita itu harus menandatangani surat kontrak, yang ujung-ujungnya menguntungkan pengelola kafe dan bar, baik secara finansial maupun secara hukum.

Setiap calon PSK yang akan bekerja di kafe-kafe, mereka harus membuat surat pernyataan. Tujuannya, menyelamatkan para pengelola kafe jika suatu hari nanti dituntut atas tindak pidana perdagangan orang.

Seperti baru-baru ini, surat pernyataan itu ditemukan di kamar lantai atas kafe RM yang kini sudah porak poranda, usai dijarah tukang loak. Baju, pintu, lemari, kasur, dan barang-barang yang bisa dijual sudah ludes.

Namun, para tukang loak meninggalkan kertas-kertas yang tidak terpakai, seperti surat pernyataan milik seorang PSK berinisal SA.

Surat itu menyebutkan, SA melamar ke sebuah kafe RM untuk menjadi PSK. Serupa isi surat kontrak pekerjaan, perempuan asal Purbalingga itu juga menuliskan identitasnya dan membuat pernyataan ingin menjadi PSK atas kemauan sendiri, bukan paksaan

"Bahwa pada 30 Desember 2010 telah datang ke Kalijodo untuk bekerja sebagai PSK. Di tempat sepenuhnya atas kemauan saya sendiri, tanpa ada paksaan orang lain. Karena saya terdesak akan kebutuhan ekonomi, untuk melangsungkan kehidupan saya," tulis SA dalam surat pernyataannya yang sudah lusuh itu.

Bukan hanya berisi pengakuan, dalam surat kontrak itu SA juga menuliskan jika ada permasalahan yang terjadi kemudian hari, pengelola kafe terbebas dari tuntutan hukum.

Surat pernyataan yang ditemukan itu juga menyebutkan, sang PSK harus menanggung sendiri semua akibat perbuatannya selama bekerja sebagai pemuas sahwat pria hidung belang itu.

"Segala perbuatan yang telah saya lakukan di luar tanggung jawab pengelola dan dapat saya pertanggung jawabkan sendiri di tempat hiburan ini. Apabila ada gugatan atau tuntutan di kemudian hari dan pihak manapun yang mengatasnamakan saya, maka anggap saya cacat batal demi hukum," lanjut tulisan itu.

Rupanya tidak hanya SA yang membuat surat kontrak tersebut. Ada sekitar 8 lembar kertas yang berisi pernyataan serupa. Sebelum ditinggalkan pengelola dan pemiliknya, kafe ini hanya buka pada malam hari dengan mempekerjakan 11 PSK.

Dalam surat kontrak itu disebutkan, para wanita itu bekerja sebagai pegawai seks komersial di Kalijodo bukan pekerja seks komersial. (Baca juga: Ini Isi Buku Catatan Harian "Diary" Wanita PSK Kalijodo yang Mengejutkan)

Category: Berita Peristiwa, NewsTags:
obat viagra

Jayabet