5 Manfaat Ngedance ‘Menari’ Bagi Kesehatan Untuk Segala Usia

klg asli

berhasil

Foto Hot Wanita Menari Sexy Dance Sensual

Wartainfo.com - Bagi sebagian orang, berdansa adalah hobi yang kerap dilakukan saat waktu luang. Bergerak menari meliukan badan sesuai irama musik adalah hal yang menyenangkan.

Selain membiasakan tubuh untuk terus bergerak, menari dikatakan dapat memompa endorfin ke otak, sehingga membuat seseorang merasa bahagia. Jadi tak hanya gembira, tetapi juga sehat. seperti dikutip dari detikHealth, Berikut beberapa manfaat kesehatan dari kegiatan menari atau berdansa bagi segala usia.

1. Membakar kalori

Dengan menari, seseorang dapat membakar 500 kalori, tak peduli apapun jenis tariannya. Sebab meskipun memiliki tempo yang berbeda, baik tari hip hop maupun balet sama-sama membutuhkan gerakan dalam intensitas yang sama, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menurunkan berat badan.

Keduanya juga bermanfaat bagi kesehatan otot tubuh. Hip hop mengembangkan otot, sedangkan balet memperkuat otot.

2. Mencegah diabetes

Ketua Persatuan Diabetes Indonesia, Prof Sidartawan Soegondo, MD, PhD, FACE beberapa waktu lalu mengungkap, cara mudah untuk mencegah dan mengendalikan diabetes adalah dengan exercise serta menjaga gaya hidup sehat.

Exercise atau latihan fisik yang dimaksud sangat beragam, di antaranya senam, renang, jalan kaki dan dansa. "Dengan cara yang fun kita bisa mencegah diabetes," katanya.

3. Terapi psikis untuk pasien penyakit kronis

Di Borda Hospital, Buenos Aires, perawatan pasien tidak hanya melulu berupa obat maupun tindakan medis, tetapi juga menari tango berama. Tarian dilakukan secara berpasang-pasangan, antara pasien dan dokter; pasien dan suster; atau antarpasien.

Menurut pihak rumah sakit, terapi psikis ini terbukti bisa membuat pasien menjadi rileks dan melupakan sejenak penyakit yang dideritanya.

Bahkan sebuah studi yang dilakukan University of Washington mengungkap pasien Parkinson yang mengikuti kelas terapi dansa tango mengalami kemajuan dalam hal keseimbangan badan. Manfaat yang sama juga dirasakan pasien Alzheimer, di mana mereka memperlihatkan peningkatan memori.

4. Mencegah tulang keropos

Kurangnya aktivitas fisik dikatakan dapat menurunkan kepadatan tulang dan mengakibatkan osteoporosis. Sebab ketika seseorang terus bergerak secara rutin terjadi penyerapan kalsium dalam tubuh secara optimal.

"(Lagipula, red) kekurangan kalsium dalam jangka panjang dapat mengakibatkan patah tulang, kebal atau kebas, kejang dan detak jantung tidak normal yang pada akhirnya dapat membawa kematian jika tidak ditangani dengan serius," tutur dr Tina Sukmasari, Medical Manager Bayer Healthcare Consumer Care beberapa waktu lalu.

Olahraga yang dianggap terbaik untuk mendapatkan manfaat ini antara lain lari, jalan kaki, senam dan dansa.

5. Mengurangi risiko terjatuh

Dari sebuah penelitian yang dilakukan Prof Tracey Howe dari Glasgow Caledonian University terungkap, lansia sebaiknya rutin berdansa waltz minimal tiga kali sepekan untuk mengurangi risiko terjatuh. Dansa waltz dianggap peneliti dapat menjaga keseimbangan mereka.

Di sisi lain, berdansa juga mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung pada orang-orang berumur di atas 40 tahun hingga 49 persen. Tak peduli apapun jenis tariannya. Jadi, tunggu apa lagi?

Category: Kesehatan
Jayabet