Kisah Mojang Bandung Cantik Penjual Minuman di Kaki Lima

klg asli

berhasil

Foto Dian Divstiani Budi Putri Mojang Bandung Cantik Wanita Perempuan Sunda

Wartainfo.com - Memiliki paras wajah manis nan imut dengan rambut hitam panjang terurai tidak menyurutkan semangat Dian Divstiani Budi Putri bekerja di bawah terik matahari menjual minuman. Mojang cantik bandung ini bukanlah sales promotion girl (SPG). Dian hanyalah penjual minuman di kaki lima sekitar Masjid Al-Ukhkuwah, Jalan Wastukencana, Bandung.

Kecantikan khas perempuan sunda terpancar dari wajahnya. Meski cantik bukan berarti dia hidup dalam kesenangan. Dian terpaksa menjual minuman di kaki lima guna membantu ayahnya. Itu sudah dilakukan Dian sejak kecil.

Kini dian tengah duduk di kelas 2 SMA. Dia sangat bercita-cita mencapai pendidikan setinggi langit. Sejauh ini, dia berharap bisa kuliah di universitas negeri di Bandung.

Foto Dian Divstiani Budi Putri Gadis Mojang Bandung Cantik Perempuan Sunda Penjual Kaki Lima

Cita-cita lainnya, dia berharap bisa menjadi seorang pengusaha. "Aku ingin kuliah, karena inginnya sih jadi pengusaha saja," ungkap Dian dilansir dari merdeka.com Minggu (20/3).

Usianya masih tergolong belia. Dia baru saja genap menginjak umur 17 tahun. Namun perjuangannya untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi harus ditempuh dengan kerja keras.

Kumpulan Foto Dian Divstiani Budi Putri Perempuan Mojang Cantik Bandung Penjual Minuman di Kaki Lima

Dian rela berjualan demi membantu sang ayah, Budi Santoso (40). Dia menjual minuman, sedangkan ayahnya menjajakan dagangan mie ayam di sebelahnya.

Di mata sang ayah, Dian merupakan orang bertanggung jawab. Sejak kecil dididik prihatin agar tahu betapa sulitnya mencari uang. Budi menuturkan, dara kelahiran Bandung 17 tahun silam itu sering diajak berdagang mulai dari jual mie ayam, sampai minuman. Menurutnya semua pekerjaan adalah mulia asalkan didapat dengan cara halal.

Foto Perempuan Sunda Cantik Gadis Mojang Bandung Manis Penjual Minuman di Kaki Lima

"Dia dari SMP sudah diajak. Yang penting tidak ganggu sekolahnya. Awalnya memang masih malu-malu, sampai nangis. Tapi lambat laun, malah dengan sendirinya sering bantu," ujar Budi.

Sementara Dian ternyata tidak malu meski berdagang minuman. Alasannya mulia. Justru dia merasa bangga bisa membantu orang tuanya bekerja. "Malu? Enggaklah. Ini kan semua halal. Justru kewajiban kita kan bisa bantu orang tua," tutur Dian sambil tersenyum. (wartainfo.com)

Category: Inspirasi, WanitaTags:
Jayabet