Lima Penjahat Perang Paling Kejam Tersadis di Dunia yang Dihukum

klg asli

berhasil

Foto Penjahat Perang Terkenal Paling Kejam dan Tersadis di Dunia

Penjahat Perang Terkejam dan Sadis Yang Dapat Hukuman Setimpal, Menurut kamus Wikipedia, kejahatan perang adalah suatu tindakan pelanggaran, dalam cakupan hukum internasional, terhadap hukum perang oleh satu atau beberapa orang, baik militer maupun sipil. Pelaku kejahatan perang ini disebut penjahat perang.

Aksi yang dilakukan oleh para penjahat perang adalah pembantaian massal kelompok tertentu yang disebut genosida. Mereka diadili oleh pengadilan internasional dan mendapat hukuman setimpal, seperti hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati, seperti hukum gantung. Dikutip wartainfo.com dari merdeka, berikut ini 5 penjahat perang sadis dan kejam terkenal di dunia yang diadili dan mendapat hukuman setimpal.

1. Hideki Tojo, Jenderal Jepang Pembunuh 4 juta Orang China

Foto Pics Hideki Tojo Penjahat Perang Terkenal Paling Terkejam Sadis di Dunia

Hideki Tojo adalah jenderal Jepang dan Perdana Menteri ke-40. Tojo adalah penguasa militer di selurut Jepang di tahun kekuasaanya selama Perang Dunia Kedua.

Selama masa kekuasannya, Tojo diketahui melakukan kejahatan perang. Dia dinyaakan bersalah atas beberapa tuduhan seperti peperangan agresi, dan perang dalam pelanggaran terhadap hukum internasional, mengadakan perang tak beralasan terhadap China.

Di bawah otoritasnya, Tojo dianggap bertanggung jawab membunuh hampir 4 juta orang China. Puncaknya, Tojo divonis mati pada 12 November 1948 dengan hukuman gantung.

Baca juga:
» 5 Penjahat Buronan berbahaya Paling Dicari di Dunia
» 4 Kriminal Penjahat Wanita Seksi Tercantik Paling Sadis dan Kejam Sedunia

2. Charles Taylor, Membantai 250 Ribu Jiwa Dalam Perang Saudara

Photo Gambar Charles Taylor Penjahat Perang Terkenal Paling Kejam Sadis di Dunia

Mantan presiden Liberia dituntut oleh jaksa pengadilan internasional di Pengadilan Kriminal PBB di Den Haag, Belanda, dengan hukuman 80 tahun penjara. Dia diketahui bersalah karena bersekutu dalam kejahatan perang di Sierra Leone.

Seperti diberitakan BBC, Taylor didakwa mendukung kelompok pemberontak dalam perang saudara pada 1991-2002. Korban jiwa ditaksir mencapai 250 ribu jiwa.

Dukungan Taylor kepada kelompok pemberontak sebagai calo senjata atau sebagai pemodal. Tidak sebatas itu, dia juga mendukung pemberontakan untuk pembunuhan, perkosaan, perbudakan seksual, dan serangakain aksi teror.

Taylor dihukum pada April 2012. Dia menjalani hukuman di penjara Inggris, setelah permintaanya penahanan dipindahkan ke Rwanda tidak dikabulkan.

Category: Dunia, Serba - Serbi
Jayabet