Mitos Orang Jawa Pamali Melakukan 5 Hal Ini, Percaya?

klg asli

berhasil

Foto Cewek Gadis Perawan Wanita Jawa Cantik di Sungai

Mitos Larangan Orang Jawa, Bagi orang Jawa khususnya orangtua, ungkapan 'Ora Elok' menjadi salah satu kata mujarab untuk mengingatkan sesuatu kepada anak-anaknya. Kata 'Ora Elok' bermakna tidak boleh, tidak baik, atau tidak sopan.

"Manggon neng tanah Jawa kudu gawe adat Jawa (Tinggal di tanah Jawa harus menggunakan adat Jawa)," ujar Tokoh Masyarakat Jawa, Samini (65 tahun).

Masyarakat Jawa dikenal banyak memiliki aturan dan perhitungan. Yang mana dalam aturan tidak tertulis tersebut, ungkapan 'Ora Elok' seringkali keluar saat orang tua memberikan nasihat-nasihatnya.

Bukan tanpa sebab orang-orang Jawa memberikan nasihat dengan menggunakan ungkapan 'Ora Elok'. Menurut dia, 'Wong Jawa panggonane semu', maka dalam memberikan pitutur atau nasihat khususnya sopan santun, para sesepuh orang Jawa dulu juga tidak langsung mengatakan 'Jangan..karena..atau jangan..nanti..' secara jelas.

Dalam beberapa kalimat yang didahului kata 'Ora Elok' terdapat nasihat yang terselip dan benar meski kadang kala disertai alasan tidak logis. "Namun juga ada yang benar-benar ora tinemu nalar alias benar-benar tidak logis," terang Samini.

"Pitutur orang tua adalah pelajaran yang baik walaupun terkadang penuh sanepo atau bebasan. Jadi tidak menjurus langsung," tambahnya. Berikut beberapa nasihat mitos yang menggunakan ungkapan 'Ora Elok' dan dilarang 'pamali' oleh orang Jawa. (wartainfo.com)

1. Anak Gadis Perawan Dilarang Duduk Ditengah Pintu

Mitos Pamali Jawa Gadis Wanita Perawan Duduk Ditengah Pintu

Orang-orang tua Jawa melarang anaknya duduk di tengah pintu. Terlebih jika yang duduk di tengah pintu tersebut, anak gadisnya.

Bukan tanpa sebab orang Jawa menggunakan ungkapan 'Ora elok' melarang anak gadisnya duduk di pintu. Hal tersebut dipercayai akan menyulitkan anak gadis tersebut mendapatkan jodoh.

"Lawang kan go liwat masak dilungguhi, ganggu wong sing arep liwat (Pintu kan buat lewat orang masak diduduki, ganggu orang lain)," terang Samini.

Seorang gadis tidak pantas jika duduk-duduk di depan pintu dengan gadis-gadis yang lain. Dikhawatirkan menimbulkan kebiasaan akan bercanda berlebihan dan tertawa keras.

Dalam budaya Jawa, hal itu dianggap tidak sopan. Tentu saja jika orang tua pemuda tidak akan mengizinkan anaknya menikahi gadis yang demikian.

2. Pamali Menyapu di Malam Hari

Mitos Jawa Pamali Larangan Menyapu di Malanm Hari

Selain dilarang duduk di tengah pintu, orang-orang tua Jawa dulu juga melarang anaknya menyapu di waktu malam. Mereka menganggap menyapu di malam hari tidak pantas untuk dilakukan.

Banyak waktu untuk melakukan bersih-bersih seperti menyapu. Alangkah lebih baiknya menyapu dilakukan pada siang atau siang hari.

Menyapu di malam hari menimbulkan bunyi-bunyi dan diyakini dapat mengundang makhluk halus. Selain itu, menyapu di malam hari dipercaya akan mempersulit untuk mencari rezeki.

Category: Misteri Mistis MitosTags:
Jayabet