4 Kartini Muda Cantik Modern Masa Kini dalam Bidang Teknologi

klg asli

berhasil

Foto Hot Seksi Monica Carolina Gamer Indonesia Cewek Cantik Paling Terkenal

Kartini Muda Modern Masa Kini, Raden Ajeng Kartini wafat pada 17 September 1904. Meski sudah tiada, gagasannya soal emansipasi wanita terus dikenang dan dimaknai hingga sekarang.

Jika dulu Kartini memperjuangkan hak pendidikan kaum perempuan, kini kartini-kartini yang lahir setelahnya hadir untuk memperjuangkan kesetaraan di bidang lain, termasuk dunia teknologi.

Profesi yang berkaitan dengan teknologi yang kerap disebut sebagai dunia para lelaki kini mulai dilakoni oleh perempuan Indonesia, mulai dari programmer, pebisnis e-commerce, hingga gamer.

Untuk itu, tepat pada peringatan "Hari Kartini" kali ini, dikutip wartainfo.com dari KompasTekno akan mengulas singkat profil empat kartini muda cantik jaman sekarang yang berkarya di bidang teknologi.

1. Fransiska Hadiwidjana, Pendiri Prelo

Profil Foto Fransiska Hadiwidjana Gadis Wanita Muda Cantik Indonesia Berprestasi 2016

Sejak kecil, Fransiska Hadiwidjana sudah jatuh cinta dengan dunia teknologi. Ia pun mengambil kuliah Jurusan Teknik Informatika di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2008 lalu.

"Saya secara spesifik memang ingin membangun start up teknologi," kata dia lugas. Keinginannya itu direalisasikan dengan membangun e-commerce barang bekas bernama "Prelo". Kenapa barang bekas?

Menurut Fransiska, pasar e-commerce di Indonesia sedang berkembang pesat. Nama-nama besar, seperti Lazada, Tokopedia, dan Bukalapak, sudah memiliki pasarnya masing-masing. Namun, masih ada pasar yang belum tergarap, yakni mereka yang mencari barang bekas asli berkualitas.

Ke depan, Fransiska berharap semakin banyak perempuan yang turut meramaikan industri teknologi Tanah Air. "Perempuan jangan hanya berperan sebagai pengguna pasif, tapi juga sebagai kreator," ujarnya. (wartainfo.com)

2. Leonika Sari Njoto Boedioetomo, Pendiri Reblood

Profil Foto Leonika Sari Njoto Boedioetomo Pendiri Reblood Perempuan Muda Cantik Indonesia Berprestasi 2016

Leonika Sari resah tiap kali ada pasien yang tak mendapatkan donasi darah. Untuk itu, ia ingin berperan sebagai jembatan penghubung antara donor dan orang yang membutuhkan darah.

Memanfaatkan kemampuan pemrograman yang ia miliki, Leonika kemudian membuat aplikasi "Reblood" untuk perangkat mobile.

Tujuannya agar pengguna rutin menyumbangkan darah mereka. Dengan demikian, tidak ada lagi orang Indonesia yang menderita karena penundaan transfusi darah.

Category: Inspirasi, Teknologi, Wanita
Jayabet