Mengenal 5 Pasukan Khusus ‘Elite’ Filipina yang Perangi Abu Sayyaf

3. Special Forces Regiment

Foto Gambar Special Forces Regiment Nama Pasukan Khusus Elit Filipina

Resimen Pasukan Khusus, pasukan ini merupakan pasukan elite Angkatan Darat Filipina yang berdiri sejak 1960 oleh Kapten Fidel V Ramos, sekaligus komandan pertama. Pasukan ini dilatih secara khusus di Operasi Perang Non-konvensional dan Operasi Perang Psikologi.

Tak hanya itu, mereka juga pernah dilatih khusus oleh Pasukan Khusus Angkatan Darat AS, yang dijuluki Green Berets. Pasukan ini memiliki spesialisasi sebagai pasukan terjun payung atau Lintas Udara (Linud).

Layaknya Scout Rangers, para anggotanya dilatih sangat berat. Khususnya untuk melaksanakan operasi anti-separatis. Mereka juga mendapatkan Pelatihan Dasar Terjun Payung. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dasar Pasukan Khusus serta Operasi Perang Non-konvensional.

Selain pelatihan mengenai pasukan khusus, mereka juga dilatih untuk melakukan peledakan, mengatasi bom, operasi perang psikologi, operasi di tepi sungai, pertempuran bawah air, serta pengamanan VIP sebagai persiapan penugasan ke Grup Pengaman Presiden.

Secara umum, satu unit pasukan khusus ini terdiri atas 12 orang. Satuan khusus ini memiliki enam batalion dan delapan kompi. Salah satunya terdapat Batalion Khusus Ke-4 yang terjebak dalam penyergapan yang dilakukan militan Abu Sayyaf.

4. 710th Special Operations Wing

Foto Gambar 710th Special Operations Wing Philippine Elite Army Pasukan Khusus Filipina

Unit ini berada di bawah komando Angkatan Udara Filipina, yang ditugaskan menjalani operasi khusus dan mendukung penuh AFP dalam Operasi Keamanan Domestik (ISO). Sesuai dengan misinya, grup tempur elite ini telah menyelesaikan tugas ISO di triwulan pertama tahun ini.

Di antaranya peledakan bom dan serangan teroris yang semakin meningkat di negeri tersebut. Angkatan Udara Filipina telah mendirikan sebanyak 919 panel operasi K-9 untuk menjaga markas AU.

Secara total terdapat 13 detasemen, yakni personel Explosive Ordnance Disposal (EOD), untuk merespons ancaman bom sesuai tuntutan masyarakat Angeles City, sekitar Pulau Jolo, Sulu.

Di samping beberapa operasi tempur, Grup Tempur 710 ini juga bertugas menjaga lingkungan, terlibat dalam Operasi Anti Pembalakan Liar. Pasukan ini memiliki moto, 'Berlatih Keras, Mematahkan Perlawanan'.

5. Light Reaction Regiment

Foto Images Light Reaction Regiment Philippine Elite Army Pasukan Khusus Filipina

Resimen Reaksi Cepat merupakan pasukan elite termuda yang dimiliki Filipina. Semula, tepatnya tahun 2002, pasukan ini beranggotakan perwira non-job dari Scout Rangers dan Pasukan Khusus Angkatan Darat Filipina yang dilatih khusus oleh penasihat militer AS. dari Batalion Pertama, Grup Pasukan Khusus Pertama.

Setelah menjalani latihan selama bertahun-tahun, Resimen ini resmi digunakan jasanya mulai 1 Januari 2004 dan langsung ditempatkan di Mindanao untuk menghadapi Abu Sayyaf, kelompok teroris yang dianggap bertanggung jawab dalam serangkaian aksi penculikan warga asing.

Unit ini juga pernah terlibat dalam aksi pemberontakan di Peninsula Manila, di mana mereka ditempatkan untuk mendeteksi upaya kudeta. Di saat bersamaan, mereka tetap bertugas dalam operasi anti-teroris di selatan Filipina.

Unit ini ditingkatkan menjadi Batalion, dari sebelumnya setingkat Kompi bersamaan dengan meningkatnya jumlah anggota dalam menghadapi terorisme di Filipina. Kemudian diganti kembali pada 2014 menjadi resimen atas aksi heroik mereka mempertahankan kota Zamboanga dari serangan milisi MNLF pada September 2013. (wartainfo.com)

Category: Internasional, MiliterTags: