4 Kebiadaban Pelaku Pemerkosa Yuyun Siswi SMP 14 Tahun Bengkulu

klg asli
Foto Yuyun Siswi SMP Bengkulu Yang Diperkosa dan Dibunuh

Foto Yuyun 14 tahun sewaktu masih hidup bersama sang bunda, Siswi SMP Bengkulu korban pemerkosaan dan pembunuhan sadis 14 pria bejat

Wartainfo.com - Kasus pembunuhan dan pemerkosaan sadis terhadap Yuyun bin Yakin, siswi SMP 14 tahun asal Rejang Lebong, Bengkulu, menjadi luka yang dirasakan bangsa Indonesia. Semua orang mengutuk dan meminta para pelaku dihukum keras. Dia diperkosa oleh 14 orang yang kemudian membunuh dan membuang jasadnya begitu saja.

Kejadian tersebut bermula ketika korban tengah dalam perjalanan pulang dari sekolahnya. Saat itulah, korban melewati 14 orang yang tengah pesta tuak tersebut.

Korban seketika disergap dan dijadikan pelampiasan nafsu bejat keempat belas orang pelaku, lalu dibunuh. Tujuh di antara para pelaku masih di bawah umur dan sudah disidangkan. Berikut kekejian dan kekejaman 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuhan pada korban Yuyun 14 tahun:

Foto Pelaku kasus Pemerkosaan Pembunuhan Sadis yuyun siswi SMP Bengkulu 14 Tahun

Foto pria bejat para pelaku pemerkosaan dan pembunuhan sadis terhadap Yuyun 14 tahun berdiri di belakang polisi.

1. Memperkosa Yuyun Berkali-Kali Secara Bergiliran

Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno, membenarkan keempat belas pelaku melakukan hal keji tersebut secara bergiliran. Hal itu disampaikan Sudarno saat dihubungi, Senin (2/5/2016).

Para pelaku yang sedang berkumpul, kata Sudarno, melihat korban pulang sekolah sendirian sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka lalu mencegat korban.

"Di situ sepi, kemudian ya terjadilah pemerkosaan itu secara bergiliran," kata Sudarno. Polisi membekuk pemuda berandalan itu Minggu 10 April 2016. "12 Pelaku ditangkap tanggal 10 April," kata Sudarno.

2. Mabuk dan Kemudian Membunuh Korban

Saat melakukan aksinya, keempat belas orang pelaku diketahui tengah mabuk. Mereka baru saja selesai mengadakan pesta minum tuak saat melihat korban pulang sekolah.

Dari keterangan para pelaku, kata Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno, para pelaku berkumpul sekitar pukul 10.00 WIB lalu mengumpulkan uang untuk membeli tuak. Sebanyak 14 liter tuak yang dibeli kemudian dikonsumsi.

"Pukul 12.00 WIB mereka minum tuak di kebun kemudian keluar nongkrong di pinggir jalan," ujarnya. "Ya, agak mabuk," kata Sudarno tentang kondisi para pemuda itu.

Baca juga: Kisah Pilu Yuyun Bin Yakin, Siswi SMP 14 Tahun di Bengkulu Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis 14 Pria Bejat

Yuyun (korban) yang baru pulang sekolah, melintas di depan para pelaku yang mabuk karena minum tuak. Ketika melintas, Yuyun digoda para pelaku. Satu di antara pelaku mendekati Yuyun mencoba memeluknya. Korban berontak atas bersikap kasar pada para berandalan itu.

Rupanya sikap penolakan Yuyun membuat para pelaku emosi dan memukul Yuyun. Beberapa kali tengkuknya dipukul, yang membuat korban terkapar. Ketika itulah, Yuyun kemudian diperkosa secara bergiliran berulang kali hingga tewas.

3. Meninggalkan Mayat Korban Begitu saja di Kebun

Keempat belas pelaku rupanya tidak merasa cukup memerkosa Yuyun secara bergiliran. Ketika Yuyun melakukan perlawanan, mereka malah memukul Yuyun hingga tewas.

Setelah tewas, pelaku malah kembali bergiliran memperkosa Yuyun. Setelah puas, mereka meninggalkan jasad Yuyun begitu saja di kebun tempat mereka mabuk.

"Di situ sepi, kemudian ya terjadilah pemerkosaan itu secara bergiliran. Setelah itu mereka mencekik korban sampai tewas, kemudian (korban) dibuang di situ, ke kebun-kebun," papar Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno.

Setelah tewas, Yuyun dibiarkan dalam semak belukar ditutupi dedaunan. Pada Senin (4/4) warga dan polisi akhirnya menemukan korban dalam kondisi sudah membusuk. Parahnya lagi, di antara pelaku ada yang berpura-pura untuk ikut mencari korban.

4. Tak Menunjukkan Penyesalan, Malah Tertawa-tawa

Setelah 12 dari 14 pelaku ditangkap pihak kepolisian, Para pelaku kemudian diperiksa terkait kejadian ini. Tapi mereka bahkan tidak menunjukkan penyesalan malah tertawa ketika ditanyai polisi.

"Mulut saja mengatakan menyesal. Tapi kita lihat dari perangai mereka, sama sekali tidak menunjukkan rasa penyesalan," kata Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT) Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, Iptu Eka Chandra, Selasa (3/5/2016).

"Mereka di tahanan malah tertawa. Diperiksa juga kelihatan santai. Sama sekali sikapnya tidak menunjukkan penyesalan. Saya saja geram melihat perangai mereka," imbuh Eka.

 

Menteri Yohana: Ditembak Mati Saja Pelaku Pemerkosa dan Pembunuh Yuyun

Foto Lokasi Tempat Ditemukanya Mayat Jenazah Yuyun bin Yakin siswi SMP Bengkulu 14 Tahun Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis

Lokasi Ditemukannya Jasad Yuyun bin Yakin siswi SMP Bengkulu 14 Tahun Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengecam dan mengutuk keras perkosaan dan pembunuhan Yuyun (14) yang dilakukan 14 ABG di Bengkulu. Yohana ingin pelakunya ditembak mati.

"Kalau bisa ditembak mati atau seumur hidup. Kementerian akan lihat kira-kira bagaimana merevisi undang-undang apakah itu pelaku sudah keterlaluan ini dikasih diberi hukuman seumur hidup atau ditembak mati, nyawa bayar nyawa," tegas Yohana di kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Rabu (4/5/2016).

Yohana sangat kesal melihat kasus ini. Seorang anak 14 tahun diperkosa 14 orang sekaligus. Terlebih, 7 di antaranya memang anak-anak dan 7 lainnya dewasa.

Hukuman untuk anak-anak yang berhadapan dengan hukum sesuai dengan UU Perlindungan Anak tentu maksimal hanya 10 tahun. Itu pun akan ditambah dengan pembinaan mental yang diberikan kepada anak-anak ini.

Tapi, hukuman berat tentu harus diberikan bagi para pelaku dewasa. Sesuai aturan, mereka harus dijatuhi hukuman 20 tahun penjara ditambah dengan tambahan 1/3 dari hukuman yang ditetapkan. Hal ini pun dirasa belum cukup terlebih bagi mereka yang sampai menghilangkan nyawa korban.

Tapi nyatanya banyak penegak hukum yang tidak menggunakan undang-undang ini dengan maksimal. Seperti yang terjadi pada kasus pencabulan 50 anak yang hanya dihukum 15 tahun penjara. (wartainfo.com)

Category: Berita Peristiwa, NewsTags:
Jayabet