Akun Facebook Eno Parinah ‘Fariah’ Tiba-Tiba Update Status, Kok Bisa?

klg asli

berhasil

Foto Nama Akun Facebook Eno Fariah Eno Parinah No Sensor

Wartainfo.com - Eno Fariah (sebelumnya ditulis Enno Parinah), karyawati PT Polyta Global Mandiri, Kosambi korban pembunuhan sadis yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kosnya. Dia dibunuh secara biadab oleh tiga orang pria, termasuk pacarnya yang masih SMP.

Anehnya, akun Facebook Eno, Enoel, sempat aktif. Padahal, jasad Eno saat itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

"Ya allah emang benar ya eno meninggal by,,,dayat," begitu update status akun facebook Eno Fariah.

Misteri Foto Nama Akun Facebook Eno Fariah Parinah (Enoel) yang tiba-tiba update status

Akun Facebook Eno Fariah (Enoel) yang tiba-tiba update status

Akun tersebut mengupdate status pada Jumat (13/5/2016) pukul 19.23 WIB. Padahal, diketahui, Eno Fariah ditemukan tewas pada Jumat (13/5) pukul 08.00 WIB.

Sejumlah rekan Eno Parinah yang meninggal pun bereaksi atas status 'Eno' itu. Dari 5 komentar yang ada, semuanya terheran-heran dan menanyakan siapa yang mengupdate status tersebut padahal si empunya telah tiada.

"ini syp kok bisa pake akun alm," tulis Zullhann,s Thayaa mengomentari status tersebut. "Kok FB-nya hidup sih? Bukan udah almarhumah?" tulisnya.

Pun halnya dengan Huraerah alias Eroh, teman satu kamar korban. Saat kejadian pembunuhan, Eroh dan Tikroh sedang bekerja shift malam.

"Ini siapa kok pke fb Akun tmen gue," tulis Eroh dengan nama akun Facebook Rerah Tea Sii Hurairoh.

Tidak banyak aktivitas yang dilakukan Eno di dunia maya. Eno pun terlihat jarang mengupdate status. Status Eno rata-rata soal pertemanan dan kisah asmaranya.

Kronologi Pembunuhan Sadis Eno Fariah (Enno Parinah) dengan Gagang Cangkul

Polda Metro Jaya membekuk tiga pelaku pembunuhan sadis yang menimpa karyawati PT Polyta Global Mandiri, Enno Farihah (19) di Tangerang. Ketiganya yakni pria RAr alias Arif (24), RAl alias Alim (16) dan IH alias Ilham (24), terlibat dalam pembunuhan korban dan memperkosa korban serta menancapkan gagang cangkul ke dalam kemaluan korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, ketiga pelaku tidak saling kenal namun jatuh cinta dengan Enno. Sebab korban juga termasuk banyak 'digilai' oleh pria terutama di sekitar tempat tinggalnya.

Ini juga dibuktikan dari pesan singkat ketiganya di telepon genggam yang ditujukan untuk Enno.

"Pelaku RAr alias Arif, dirinya sering dikatain jelek atau diomongin yang pahit-pahit oleh korban. Untuk RAl alias Alim melakukan perbuatan karena korban menolak saat hendak disetubuhi, dia ini kekasih korban. Sedangkan IH motifnya kesal karena sudah pendekatan berkali-kali dengan korban namun tak pernah direspon," kata Krishna di Polda Metro Jaya, Selasa (17/5).

Foto Akun Facebook Eno Fariah Enno Parinah No Sensor Wanita Cantik Korban Pembunuhan Sadis dengan Gagang Cangkul di Tangerang Banten

Eno Fariah / Enno Parinah, Gadis Cantik Korban Pembunuhan Sadis dengan Gagang Cangkul di Tangerang (Foto Facebook Eno Fariah/Enoel)

Menurutnya, kejadian awal proses pembunuhan keji ini bermula pada Kamis (12/5) sekitar pukul 23.30 WIB, antara tersangka RAl dan korban sepakat janjian bertemu di kamar korban.

"Ternyata pelaku orang luar yang dibukakan pintu oleh korban yakni RAl atau Alim yang bukan lain selaku anak SMP. Korban berkenalan dengan RAl mengaku kenalan namanya Indah. Pelaku minta nomor korban lalu telepon dan SMS sampai malam kejadian," kata Krishna.

Lanjut dia, usai pelaku RAI bermain Play Station diberitahu bahwa pintu kamar korban sudah dibuka, akhirnya dia masuk ke dalam kamar dengan gerbang masuk tak dikunci. Saat itu posisi kamar korban terbuka, sedangkan kamar lain tertutup. Korban tinggal di mess khusus perempuan berjumlah 13 kamar dihuni 22 perempuan.

"Samping mess ini ada mess pria dan mess semua ada gerbang yang hanya bisa dibuka oleh orang dari dalam, artinya tak ada orang lain masuk kalau tidak dibuka dari dalam. Korban menjemput pelaku masuk ke dalam," ucapnya.

Melihat pintu terbuka, pelaku RAl masuk ke kamar, mereka kemudian berbincang sekitar 30 menit. Sempat berciuman, pelaku kemudian mengajak korban berhubungan namun ditolak korban dengan alasan takut hamil. Karena kesal, RAl kemudian keluar gerbang mess dan merokok dua batang rokok.

Saat itulah pelaku RAI bertemu dengan RAr yang baru kali itu mereka bertemu. Mereka berkenalan, dan ternyata Arif karyawan pabrik mess belakang mess korban.

Lihat: Inilah Foto Wajah 3 Setan Biadab Pelaku Pembunuhan Sadis Eno Fariah

Tak lama kemudian, keduanya bertemu dengan pelaku IH alias Ilham yang tengah lewat dan kemudian berkenalan. "Ternyata RAr dan IH ini suka sama korban, namun tak pernah ditanggapi," ucapnya.

Setelah itu, para tersangka menuju kamar korban dengan maksud untuk memperkosa korban. Saat masuk, korban yang tengah tertidur pun langsung dibekap mukanya oleh tersangka IH dengan menggunakan bantal dan menyuruh tersangka RAl mencari pisau dapur.

Namun di dapur tak ada pisau, selanjutnya RAl keluar kamar dengan maksud mencari benda lain selain pisau, dan menemukan sebuah cangkul tak jauh dari kamar korban.

"Selanjutnya IH menyuruh tersangka RAl memukul cangkul ke arah korban hingga mengenai wajah korban. Usai melakukannya, RAI sempat keluar kamar karena geli," jelasnya.

Tak hanya itu, korban kemudian diperkosa Rar, dan IH menyayat wajah korban dengan menggunakan garpu makan. RAl yang masih kesal sama korban kembali masuk dan menggigit payudara korban sebelah kiri hingga membekas.

"Kemudian RAr memasukkan cangkul ke kemaluan korban Eno Fariah. Bukan hanya dimasukkan, bahkan sampai kaki mendorong-dorong cangkul hingga masuk 90 persen," jelasnya.

Setelah semua selesai, para tersangka selanjutnya kabur dengan terlebih dahulu menutup engsel kamar mess dengan tujuan penghuni lain tak curiga.

Oleh sebab itu, tersangka RAr Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 339 kurp dan atau Pasal 35A KUHP Subsider pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasa 285 KUHP kakan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 56 ke-1 KUHP Juncto Pasal 3AD KUHP.

Sedangkan tersangka RAI dan IH dikenakan Pasal 338 KUHP dan P Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 56 ke-1 KUHP Juncto Pasal 340 KUHP Pasal 55 Ayat subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 339 KUHP dan atau subsider Pasal 351 ayat 3 kiUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan tambahan Pasal 285 KUHP untuk IH dengan ancaman seumur hidup. (wartainfo.com)

Bagi yang ingin berkunjung ke akun facebook Eno Fariah (Parinah) silahkan klik tautan link berikut ini "Eno Parinah Facebook/enoel.enoel.3".

Category: Berita Peristiwa, NewsTags:
Jayabet