Dimas Pria Bertompel, Kesaksian Palsu Pembunuh Eno Parinah

klg asli

berhasil

Foto Kesaksian Palsu Dimas Tompel Pembunuh Eno Fariha Parihah Tanpa Sensor

Wartainfo.com - Nama Dimas "pria bertompel' muncul kepermukaan dalam sidang lanjutan pembunuhan Eno Parihah pada 13 Mei 2016 yang digelar Pengadilan Negeri Tangerang dengan terdakwa yang masih di bawah umur Rahmat Alim/RAL (16).

Benarkah pelaku utama pembunuhan sadis yang menggemparkan, bahkan menjadi berita di media-media asing itu masih buron dan belum terungkap?

Adalah kesaksian salah satu terdakwa yang bersumpah bahwa salah satu tersangka yang masih di bawah umur yaitu RAL (16) sama sekali tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.

Foto Rahmat Alim Alias RAL Pembunuh Sadis Eno Cangkul Parinah Fariha Parihah No Sensor

Foto Rahmat Alim alias RAL (16), Tersangka Pembunuh Sadis dengan terhadap Cangkul Eno Parinah

Rahmat Arifin (24), bersumpah dan membantah semua keterangannya yang ia sampaikan ke penyidik dan masuk dalam berita acara penyidikan (BAP).

Dalam sidang itu Rahmat membantah sendiri keterangan BAP, yang menyebut bahwa salah satu pelaku pembunuhan dan perkosaan adalah RAL (16), siswa SMP.

Ia menyebut ada satu pria lagi yang menjadi pelaku baik yang memperkosa dan membunuh. Lelaki itu pipinya ada tompel, Rahmat menuduh dialah yang menjadi pelaku utama dan sampai kini belum terungkap.

Lihat juga:

Tersangka RA, Pembunuh Eno Parihah Akui Beri Kesaksian Palsu di Persidangan

Foto Rahmat Arifin Pembunuh Eno Fariha Cangkul Tanpa Sensor

Foto Rahmat Arifin (24), Salah Satu Tersangka Pembunuh Biadab Eno Fariha

Rahmat Arifin (24) salah satu tersangka pembunuhan sadis dengan cangkul terhadap Enno Parihah (18) yang sebelumnya mengungkapkan jika RAL tidak terlibat dalam pembunuhan sadis tersebut akhirnya mengakui telah memberikan keterangan palsu saat menjadi saksi pada persidangan tersangka, RAL (16).

Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto mengatakan, pihaknya telah memanggil Arifin setelah memberikan keterangan yang berbeda di pengadilan. Kepada penyidik, tersangka mengaku bahwa dirinya telah berbohong di dalam persidangan.

"Dia menjelaskan kepada penyidik bahwa dia menyesal telah berbohong waktu di sidang,‎" ujar Budi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/6/2016).

Budi menjelaskan, Arifin nekat memberikan keterangan yang berbeda dengan Berita Acara Perkara (BAP) lantaran diintervensi oleh pihak RAL. Arifin diancam dan diiming-imingi akan dibantu keluar dari penjara jika bersedia meloloskan RAL dari jeratan hukum.

‎Arifin pun menyesal. Didampingi pengacaranya, Arifin kemudian membuat surat pernyataan yang dibubuhi materai Rp 6.000 di hadapan penyidik bahwa keterangan yang diberikan di dalam persidangan adalah bohong.

"Jadi ini semalam ya si Arif membuat surat pernyataan dikasih materai yang menyatakan kebohongannya di persidangan kemarin," papar dia.

Berikut isi surat pernyataan yang dibuat tersangka pembunuh Eno Parinah, Rahmat Arifin:

Foto Gambar Surat Pernyataan Pembunuh Eno Cangkul Tanpa Sensor

Surat pernyataan yang dibuat tersangka Rahmat Arifin

Surat Pernyataan

Saya yang bertandatangan di bawah ini:
Nama: Rahmat Arifin
Tempat Tanggal Lahir: Raja Basa Baru 10-07-1992
Pekerjaan: Swasta
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Kewarganegaraan: Indonesia
Agama: Islam
Alamat: Mes Jatimulya Pergudangan 8 Kosambi Tangerang

Menyatakan bahwa dengan ini keterangan yang saya berikan di depan sidang pengadilan pada hari Rabu tanggal 8 Juni 2016 di Pengadilan Tangerang sebagai saksi untuk menjelaskan peranan rekan saya yang bernama RAL bukan keterangan yang sebenarnya karena saya berbohong dikarenakan:

1. Pada hari tanggal 25 Mei 2016, rekan saya RAL berbicara kepada saya dan Imam agar saya dan Imam membantu RAL dengan cara berbicara di depan sidang pengadilan bahwa yang melakukan pembunuhan terhadap Eno Farihah ialah saya Imam dan Dimas Tompel bukan bersama dengan RAL.

Kemudian saya juga dijanjikan oleh RAL kalau RAL bebas saya dijanjikan untuk dibantu. Selanjutnya bila saya tidak mengikuti RAL saya diancam oleh RAL akan dipukulin sama teman-temannya RAL kelak saya bebas.

Demikian surat pernyataan saya buat dengan sebenarnya tanpa unsur paksaan dari pihak manapun.

Jakarta, 8 Juni 2016

Yang memberi pernyataan,

Bermaterai

Rahmat Arifin

Category: Berita Peristiwa, NewsTags:
Jayabet