Kisah Legenda Nini Pelet & Ilmu Pengasihan Jaran Goyang di Gunung Ciremai

klg asli

berhasil

Foto Hot Payudara Seksi Ayu Anjani Artis Pemain Lasmini Toge

Wartainfo.com - Keberadaan gunung-gunung di wilayah Nusantara tidak bisa dilepaskan dari cerita mitos atau misteri. Hampir semua gunung memiliki cerita misteri masing-masing yang kerap dikait-kaitkan dengan asal usul terciptanya gunung tersebut.

Begitu juga dengan Gunung Ceremai yang terletak di antara tiga Kabupaten, Kuningan, Cirebon dan Majalengka, Jawa Barat ini. Gunung yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut, selain memiliki banyak potensi sumber daya alam dan menyimpan kandungan panas bumi besar, juga banyak memiliki cerita-cerita misteri.

Dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut, Gunung Ceremai tercatat sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat. Selain memiliki kandungan panas bumi besar, gunung ini memiliki keindahan memikat, terutama dengan kekayaan flora dan fauna yang melimpah. Di balik keindahannya, Ceremai menyimpan banyak misteri, mitos dan legenda mistis yang lekat dengan masyarakat sekitar.

Foto Kisah Legenda Misteri Mitos Nyi Nini Pelet di Gunung Ciremai

Foto Gunung Ceremai

Ada yang menyebut Gunung Ceremai ini dengan nama Ciremai. Ada yang percaya bahwa gunung itu dulu merupakan tempat berkumpulnya para wali, sehingga kemudian gunung itu diberi nama Ceremai, yang berasal dari kata "Pencereman" yang artinya "Perundingan" atau Musyawarah para wali".

Banyak yang percaya kalau jalur pendakian gunung Ciremai melalui pos Linggar Jati adalah jalur yang dahulu dipakai Wali Songo untuk menuju Batulingga. Konon Wali Songo dalam melakukan perjalanan mendaki gunung Ciremai di pandu oleh kakeknya Sunan Gunung Jati, salah seorang anggota Wali songo yang tinggal di Cirebon. Pendakian dimulai dari desa Linggar Jati, dan Pos Cibunar adalah tempat pertama rombongan Wali Songo beristirahat.

Baca juga:

Belakangan ketika Belanda masuk ke Pasundan, menyebut gunung itu dengan nama Ciremai. Sumber lain, misalnya Wikipedia menulis nama gunung ini justru berasal dari kata Cereme (Phyllanthus Acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai oleh warga sekitar, merujuk pada gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan menggunakan awalan 'ci-' untuk penamaan tempat.

Gunung Ceremai dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut, itu juga tercatat sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat. Selain memiliki kandungan panas bumi besar, gunung ini juga memiliki keindahan memikat, terutama dengan kekayaan flora dan fauna-nya yang melimpah.

Kisah Cerita Legenda Misteri Mitos Nini Pelet dan Ilmu Ajian Jaran Goyang dari Gunung Ciremai

Kawah Dipuncak Gunung Ciremai

Di balik keindahannya itu, Ceremai juga menyimpan banyak misteri, mitos dan legenda mistis yang lekat dengan masyarakat sekitar. Contohnya cerita perjalanan Sunan Gunung Jati di Ceremai hingga legenda Nini Pelet. Untuk mitos keberadaan Nini Pelet di Ceremai ini memang sudah lama menjadi cerita tutur masyarakat sekitar gunung.

Konon menurut legenda, Gunung Ceremai merupakan singgasana kerajaan Nini Pelet. Menurut Masruri dalam bukunya berjudul: Rahasia Pelet, Nini Pelet ini merupakan tokoh yang memiliki kesaktian hebat, khususnya di bidang percintaan. Dia adalah tokoh yang merebut kitab "Mantra Asmara" ciptaan tokoh sakti bernama Ki Buyut Mangun Tapa.

Salah satu isi dari ajian dalam kitab tersebut adalah ilmu "Jaran Goyang" yang dikenal ampuh mengikat hati lawan jenis. Uniknya, ilmu itu sampai kini masih dipelajari oleh kebanyakan orang, terutama para paranormal.

Ajian pelet jaran goyang ini sudah dikenal legendaris dikalangan paranormal dan orang-orang pencari ilmu pelet dan pengasihan. Namun sayang, semenjak kitab ini berada di tangan Nyi Pelet, ajian pelet jaran goyang disalahgunakan olehnya untuk memikat pria-pria muda untuk dijadikan kekasihnya dan setelah itu nyawanya sia-sia karena dijadikan tumbal untuk kecantikannya yang tetap abadi meskipun usianya sudah ratusan tahun.

Sementara itu, Ki Buyut Mangun Tapa, si pencipta ilmu "Jaran Goyang", setelah meninggal dimakamkan di Desa Mangun Jaya, Blok Karang Jaya, Indramayu, Jawa Barat. Masyarakat di sekitar makam itu meyakini sering muncul harimau siluman yang dipercaya peliharaan ki buyut. Konon, harimau itu sering muncul pada tengah malam, khususnya malam Jumat Kliwon dan Selasa Legi.

Konon kabarnya Gunung Ceremai menjadi sarang harimau bermata satu. Menurut legenda makhluk itu merupakan tunggangan sekaligus sekutu dari Nini Pelet yang tinggal di antara rimbun ranting kering yang menyerupai goa di gunung itu. Dari tempat itu dapat terlihat hamparan langit dan awan yang luas. Tak hanya itu, latar gunung Slamet pun dapat terlihat jelas dari tempat itu.

Bahkan cerita Nini Pelet dan Ki Buyut Mangun Tapa ini menjadi popular ketika muncul serial sandiwara radio yang mengangkat cerita tentang Kisah Legenda Nini Pelet dari Gunung Ceremai pada tahun 80-an silam. (wartainfo.com)

Category: Legenda, Misteri Mistis MitosTags:
Jayabet