Petinju Legendaris Muhammad Ali Meninggal Dunia, Mike Tyson: Sang Juara Kembali Kepada-Nya

klg asli

berhasil

Foto Petinju Muhammad Ali dan Mike Tyson Pictures

Wartainfo.com - Petinju legendaris dunia, Muhammad Ali,  meninggal dunia pada hari Sabtu (4/6/2016) di Phoenix, AS. Legenda tinju tersebut meninggal dunia setelah dirawat selama dua hari di rumah sakit karena gangguan pernapasan.  Kematian Ali ini jelas menjadi sebuah kehilangan besar dunia tinju. Mengingat pria bernama asli Cassius Marcellus Clay, Jr itu memiliki rekor luar biasa di dunia tinju

Mantan petinju juara dunia, Mike Tyson turut berduka atas meninggalnya sang legendaris Muhammad Ali. Hal tersebut ia lontarkan melalui akun twitter resminya.

"Tuhan telah memanggil sang juara untuk kembali kepada-Nya. Selamat jalan sosok hebat," demikian kicauan Tyson, mengutip Sports Illustrated, Sabtu (4/6/2016).

Tyson mulai terjun ke dunia tinju 7 tahun setelah Ali pensiun. Ia pertama kali meraih posisi juara dunia pada tahun 1988. Mike Tyson, seperti Ali, juga dipandang sebagai petarung hebat yang disegani oleh lawannya.

Tak dapat dipungkiri bahwa Muhammad Ali yang tutup usia pada usia 74 tahun itu merupakan yang paling legendaris di antara lainnya. Ia sempat memenangkan 3 pertarungan kelas berat berskala internasional, bahkan sudah lama menjadi kiblat bagi para petarung hebat lain seperti Mike Tyson.

Foto Muhammad Ali Petinju Legendaris Dunia yang Meninggal Dunia di tahun 2016

Muhammad Ali meninggal di rumah sakit di Phoenix, negara bagian Arizona, AS pada Jumat 3 Juni 2016 waktu setempat.  Ia sempat dirawat intensif karena mengalami gangguan pada pernapasan. Segala upaya telah dilakukan tim medis, tapi nyawanya tak tertolong.

Sejak pensiun tahun 1981, Ali memang kerap keluar masuk rumah sakit. Terakhir, ia mendapat perawatan pada awal tahun 2015 karena didiagnosis pneumonia.

Rencananya, jenazah Muhammad Ali akan dimakamkan di kampung halamannya di Louisville. Namun pihak keluarga belum menyebutkan kapan pemakaman itu akan dilakukan.

Beberapa hari terakhir, pria yang meraih ketenaran ketika memenangkan kompetisi tinju di Olimpiade Roma 1960 ini dirawat karena menderita infeksi saluran napas dan komplikasi serius akibat penyakit parkinson. Namun, hal itu tidak mengganggunya untuk terus berkegiatan amal di seluruh dunia.

Parkinson merupakan penyakit yang mengganggu sistem saraf dan akan mengganggu gerakan. Penyakit ini berkembang secara bertahap, terkadang akan dimulai dengan tremor pada satu tangan. Gerakan tangan merupakan yang paling dikenal dari penyakit parkinson. Gangguan tersebut akan menyebabkan kekakuan atau memperlambat gerakan.

Pengaruh gen dan lingkungan disebut berkontribusi terhadap penyakit ini. Namun hingga kini, kemungkinannya masih relatif kecil, sehingga belum ditemukan penyebab pasti.

Gejala awal parkinson seperti Muhammad Ali biasanya dimulai dari gerakan dan ekspresi yang tidak nyaman ketika berjalan, suara akan menjadi lembut dan mulai cadel. Kondisi akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Walaupun penyakit parkinson tidak dapat disembuhkan, tapi biasanya dokter akan menyarankan prosedur bedah untuk mengatur daerah tertentu dari otak yang mempengaruhi sistem saraf.

Sepanjang perjalanan karirnya di dunia tinju, Ali memang sudah meraih berbagai rekor luar biasa. Saat dia berada di puncak kesuksesan tahun 1960an, Ali dikenal dengan skill kaki dan tinju sangat cepat.

Dia pun sempat menyebut kemampuan tinjunya itu dengan 'menyengat seperti lebah, terbang seperti kupu-kupu'. Ali mencatatkan diri sebagai orang pertama yang meraih gelar juara tinju dunia kelas berat sebanyak tiga kali.

Tak hanya menjadi petinju paling berpengaruh sepanjang sejarah, Ali yang pernah tiba di Indonesia pada 20 Oktober 1973 itu begitu vokal menyuarakan rasisme dan Perang Vietnam. Selamat beristirahat Muhammad Ali, Selamat Jalan sang legenda!

Category: Berita Peristiwa, News
Jayabet