500 Ribu Dokumen Rahasia Pemerintah Turki Dibocorkan Wikileaks Usai Kudeta Militer

klg asli

berhasil

Data Dokumen Rahasia Wikileaks Tentang Turki Usai Kudeta Militer

Wartainfo.com - Situs pembocor data rahasia Wikileaks merilis lebih dari 500 ribu dokumen serta 300 ribu surat elektronik yang diretas dari server Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Turki yang terdapat di situs akparti.org.tr.

Data-data ini diumbar ke publik, menurut Wikileaks, agar masyarakat bisa memahami latar belakang kudeta militer akhir pekan lalu secara lebih akurat.

Wikileaks secara tersirat menggambarkan bahwa dengan atau tanpa kudeta militer, struktur konflik politik Turki terlanjur sangat ruwet. Bocoran ribuan dokumen ini bisa menjelaskan konstalasi politik Turki di bawah kepemimpinan Presiden Reccep Tayyip Erdogan.

"Bocoran data kami akan menolong sekaligus menyudutkan AKP," kata Wikileaks melalui akun Twitternya, seperti dilansir Aljazeera, Rabu (20/7).

Baca juga: 10 Rahasia Konspirasi Dunia Yang Dibocorkan Wikileaks

Data-data ini berhasil diretas oleh Wikileaks seminggu sebelum terjadi kudeta pada Jumat (15/7) lalu. Awalnya dokumen tersebut akan dirilis beberapa bulan lagi. Belakangan situs pimpinan Julian Assange itu mempercepat jadwal rilis karena Rezim Erdogan menangkap ribuan orang yang diduga terlibat kudeta.

Foto Gambar Wikileaks Bocorkan Data Dokumen Rahasia Pemerintah Turki 2016 Setelah Kudeta Militer di Turki

Wikileaks umumkan bocorkan data dokumen rahasia Partai Erdogan

"Kami melihat kudeta serta seluruh kejadian yang menyusul di belakangnya merupakan hasil pertikaian faksi-faksi politik di Turki. Kami ingin menunjukkan data yang sebenar-benarnya," kata Wikileaks.

Situs ini mengklaim langsung diserang oleh hacker setelah mengumumkan bocoran data tersebut kemarin. Wikileaks mengaku sudah memperkirakan bila pemerintah Turki tidak ingin rakyatnya membaca data-data tersebut, karena akan sangat sensitif melibatkan banyak tokoh politik.

Kendati demikian, Wikileaks memastikan data yang diretas hanya dari AKP, tidak ada yang berasal dari kalangan militer atau kelompok anti-Erdogan.

Category: Dunia, InternasionalTags:
Jayabet